Oleh Pdt. BAMBANG PRATOMO
“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkataâ€, ’Siapakah yang Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’, Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” [Yesaya 6:8]
KETIKA bencana bertubi-tubi melanda negeri kita, muncul pertanyaan: Sudah sedemikian burukkah negeri kita sampai menjadi kubangan lumpur penderitaan bagi sebagian penghuninya? Martabat manusia telah hancur tak hanya karena rumah roboh, harta benda sirna, tetapi juga karena semangat hidup merosot, rasa kesetiakawanan tak lagi mampu dipertahankan. Kehidupan bersama berubah menjadi kehidupan sendiri-sendiri dalam sikap ketidak-pedulian. Lalu muncul tayangan televisi yang memilukan berupa keributan, kesimpang-siuran menyalurkan bantuan, berebut nasi bungkus dan mi instan, protes di sana-sini akibat lambannya penanganan, dan sebagainya. Belum lagi tindakan yang dirasakan tidak adil dan tebang pilih akibat praktik keserakahan orang. (more…)