Ollyanus Yarman Zebua*
Pengantar
Sepanjang ruang kehidupan, kita berhadapan dengan begitu banyak kenyataan. Kenyataan-kenyataan ini akan membawa kita pada suatu pemahaman arti adanya sesuatu, penerimaan atau penolakkan [afirmasi atau negasi], mengejar suatu komimen, dan banyak kenyataan yang lain. Hal ini akan memungkinkan kita “menyayat/membelah†batas-batas dan menjadikannya sebuah ruang. Batas-batas itu seperti kelemahan, keraguan bahkan mempertanyakan sebuah kenyataan dan kepastian. Namun, kita harus hati-hati. Alih-alih kita mencoba menyasar sebuah makna dari sesuatu atau kepastian dari sesuatu, ada kemungkinan kita akan masuk dalam ambivalensi yang hampa. (more…)