Masyarakat Pakpak Silima Suak Tolak Bergabung Dengan Protap

Friday, December 8, 2006
By nias

Medan, WASPADA Online

Sejumlah elemen masyarakat Pakpak Silima Suak menyatakan menolak penggabungan Kab. Dairi dan Pakpak Bharat ke dalam Provinsi Tapanuli (Protap), yang diwacanakan.
Jika dipaksakan bergabung, kami putra-puteri asli Dairi dan Pakpak Barat akan memilih tetap bergabung dengan Provinsi Sumut, atau alternatif lain merapat ke Provinsi Aceh Leuser, Antara.

Pernyataan sikap masyarakat Pakpak Silima Suak disampaikan kepada Waspada, Minggu (3/12) menanggapi wacana pembentukan Provinsi Tapanuli yang akan menggabungkan Kab. Dairi dan Pakpak Bharat ke dalamnya.

Wakil elemen masyarakat Pakpak Silima Suak terdiri, H. Kadim Berutu, SH, (Suak Sim Sim), Drs. H. Sukirmansyah (Suam Sim Sim), H. Muhtar Brampu (Suak Keppas), Drs. MS. Taha Berutu (Suak Sim Sim), Oloan Lingga (Suak Pegagan), Ir. Baharuddin Berutu (Suak Sim Sim), Fahrudin Kudadiri (Suak Keppas), Taufik Ujung (Suak Keppas) dan Ir. Amir Tua Bancin (Suak Buang).

Mereka memberikan alasan kenapa menolak masuk Provinsi Tapanuli yang kini masih dalam wacana, salah satunya dari segi faktor geografis, kedua daerah itu dekat dengan Sumut, atau dengan Provinsi Aceh Lauser Antara.

Bukan cuma itu, dari segi ekonomi, pembentukan Prov. Tapanuli tidak ada manfaatnya bagi pengembangan Dairi dan Pakpak Bharat. Apalagi mempedomani amanat Presiden RI yang menyatakan tidak ada lagi pemekaran daerah menjadi provinsi kecuali untuk kabupaten dan kota.

Demikian pula ditinjau dari segi infrastruktur, pembentukan provinsi baru di Sumut itu akan memerlukan banyak pembangunan sarana dan prasarana baru yang pada akhirnya akan menyedot anggaran besar dari APBN, padahal negara sedang menghadapi krisis berkepanjangan.

“Andaikata Dairi dan Pakpak Bharat nantinya bergabung dengan Provinsi Tapanuli yang tergolong miskin dengan cuma mengharapkan APBN DAU dan DAK, kedua kabupaten yang berada di perbatasan Aceh itu bakalan sulit dibangun,” jelas Oloan Lingga menguraikan isi pernyataan mereka dengan prediksi PADnya saja bakalan tidak cukup menggaji DPRD sehingga akan berharap dan menyedot bantuan pusat.

Dalam pernyataan itu mereka sebagai etnis Pakpak sekaligus penduduk asli di kedua kabupaten itu mencetuskan rasa kekecewaan mendalam karena tidak pernah diundang mengikuti rapat dalam wacana pembentukan Provinsi Tapanuli. Kalau ada itu hanya orang-orang pendatang seperti dari etnis Toba.

“Itu membuktikan wacana pembentukan Provinsi Tapanuli hanya diinginkan sekelompok orang saja, sehingga dikuatirkan nantinya akan terjadi gesekan-gesekan antara etnis satu dengan lainnya. Padahal Dairi dan Pakpak Bharat selama ini cukup kondusif.”
Malah mereka sangat tidak menginginkan kalau dalam gesekan itu berbuntuk terjadinya Poso kedua.

Dari segi budaya, elemen masyarakat Pakpak Silima Suak mengkuatirkan terjadi ‘penjajahan’ sehingga menghilangkan budaya etnis Pakpak dan bahkan hak ulayat marga-marga yang sangat dihormati di daerah Dairi dan Pakpak Bharat bakalan hilang terkikis.

Dalam pernyataaan itu mereka mengancam, bila ada keinginan etnis Batak Toba menggabungkan Kab. Dairi dan Pakpak Barat ke dalam Provinsi Tapanuli, dipersilahkan segera keluar dari kedua daerah tanah leluhur milik etnis Pakpak itu. “Silahkan tinggal dan berdiam di daerah Dairi dan Pakpak Bharat, tapi jangan coba-coba mengusik daerah kami yang selama ini cukup kondusif dengan wacana pembentukan Provinsi Tapanuli,” kata mereka.(m23) (sn)

Note: Sumber: Waspada Online, 4 Desember 2006

One Response to “Masyarakat Pakpak Silima Suak Tolak Bergabung Dengan Protap”

  1. 1
    AGUNG LINGGA Says:

    Saya harap kepada Keluarga besar SILIMA SUAK & WARGA PAKPAK untuk tetap bertahan pada pendiriannya untuk menolak penggabungan Kab.Dairi dan Pakpak Barat kedalam Provinsi Tapanuli. Karena penggabungan itu bisa membuat budaya PAKPAK Hilang….!!!! Budaya PAKPAK harus kita jaga, karena merupakan WARISAN dari NENEK MOYANG KITA…!

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2006
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031