Posts Tagged ‘Rasionalitas’

Dentuman Dahsyat Itu

Monday, April 30th, 2007

*Tanggapan Atas Tulisan Bung Ollyanus Yarman Zb: “Irasionalitas – Dentuman Kesalahkaprahan”

Untuk memahami “irasiolitas”, Bung Yarman mengajukan dua kerangka: (1) kerangka berpikir dan (2) distansi. Pada kerangka pertama (cara berpikir), Bung Yarman mengingatkan agar hati-hati menggunakan frame karena “kerap menutup segala kemungkinan yang ada”. (more…)

Irasional: Dentuman Kesalahkaprahan

Monday, April 30th, 2007

*Tanggapan atas Tulisan Pak E. Halawa: “Irasionalitas yang Selalu Mengikuti Gerak Kita”

Oleh: Ollyanus Yarman Zb

Pengantar
Saya merasa begitu senang saat Pak E. Halawa menguraikan lebih banyak lagi tentang irasionalitas dalam tulisan terakhirnya ”Irasionalitas yang selalu mengikuti gerak kita”. Tulisan saya berikut ini juga merupakan sejumlah keraguan atas banyak hal tentang irasionalitas terlebih merujuk pada jawaban Pak E. Halawa atas tulisan saya ”Ir[r] sionalitas dan Kemampuan Berpikir”. Sekaligus mencoba menjelaskan irasionalitas dengan pemahaman-pemahaman yang baru. (more…)

Irasionalitas Yang Selalu Mengikuti Gerak Kita

Friday, March 23rd, 2007

*Jawaban atas tulisan Ollyanus: “Irrasionalitas dan Kemampuan Berpikir”

Oleh: E. Halawa

Kalau kita melihat sejumlah kamus, maka ada sejumlah pengertian (definisi) irasionalitas*: (1). tanpa kemampuan nalar (without the faculty of reason); (2). tanpa, kekurangan atau tidak bisa menggunakan nalar (deprived of reason). (3). tanpa atau kurangnya kejernihan mental yang normal atau kurangnya pertimbangan matang atau jernih (without or deprived of normal mental clarity or sound judgment)., (4). tak sesudai dengan nalar, tak logis: contoh argumen irasional (not in accordance with reason; utterly illogical: irrational arguments). (lihat: www.http://dictionary.reference.com). (more…)

Mati Lemasnya Kesadaran Kritis!

Thursday, March 15th, 2007

Mudji Sutrisno

Mengapa kita sebagai konsumen mau dimanipulasi untuk terus membeli komoditi? Mengapa andaian (asumsi) bahwa kita makhluk rasional yang bisa melakukan pilihan-pilihan melalui kesadaran budi yang menimbang terus menerus “kalah” terhadap rayuan iklan komoditi? (more…)

Irasionalitas Dalam Keseharian Kita

Wednesday, March 14th, 2007

Kalau seorang salesman menawarkan berbagai macam barang yang menarik kepada Anda, maka keputusan Anda untuk membeli atau tidak membeli barang-barang itu akan sangat tergantung dari berbagai faktor, antara lain: (more…)

Mad Bull…!

Thursday, March 8th, 2007

DI halaman depan bursa saham Frankfurt, Jerman, terdapat patung besar sapi jantan (bull) dan beruang (bear) dalam posisi berhadapan. Si sapi mendongak, sementara si beruang merunduk. Seorang teman saya, wartawan yang tidak tahu makna kedua simbol itu, menyesal tidak berfoto ketika kemudian saya ceritakan bahwa dua binatang yang “hobi” berlaga itu sangat bermakna bagi pelaku pasar saham. (more…)

Rahasia di Balik Tenaga Dalam ?

Wednesday, February 28th, 2007

Oleh: E. Halawa

Artikel ini muncul setelah penulis membaca berita berjudul Fenomena Fisika di Balik Tenaga Prana di Kompas Cyber Media, Rabu 25 Juni 2003, yang memuat pandangan Prof. Dr. Pantur Silaban, seorang pakar Fisika, dan Indra Abidin, seorang praktisi “Tenaga Dalam”. Tulisan ini pernah penulis kirim ke harian Kompas (more…)

Kesadaran

Wednesday, February 14th, 2007

E. Halawa*

Dalam sejumlah kesempatan dalam rangkaian tulisan ini telah (akan) dijelaskan bahwa pelemahan fungsi kesadaran merupakan target daya-daya irasional itu. Ketika daya-daya itu berbicara tentang kesadaran, sebenarnya pada saat yang sama mereka menohok atau menyerang kesadaran kita. (more…)

Kritik, Berpikir dan Bersikap Kritis

Wednesday, January 17th, 2007

E. Halawa*

Pendahuluan
Dalam dunia seni istilah kritik merupakan kosa-kata sehari-hari. Suatu karya sastra atau karya seni lainnya, begitu ia ditampilkan kepada umum, cepat atau lambat mendapat sorotan dari para peminat atau pemerhati karya seni yang bersangkutan. Peminat karya seni yang tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai suatu karya seni akan mendasarkan pilihannya pada kritik yang disampaikan oleh seniman yang mengkhususkan diri di bidang kritik. Ia akan mencari majalah atau surat kabar yang memuat kritik terhadap karya seni yang sedang diincarnya. Sebaliknya, si pencipta karya seni dengan hati berdebar-debar menunggu tanggapan pemerhati (kritik) terhadap karya seninya. (more…)

Bergumul Dengan Irasionalitas

Thursday, January 11th, 2007

*Pengantar Rangkaian Tulisan

E. Halawa*

Irasionalitas sebenarnya bukan hal yang baru dalam masyarakat kita, juga masyarakat dunia. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa sebenarnya kemanusiaan kita sedari awal telah bergumul dengan irasionalitas. (more…)