Archive for May, 2020 | Monthly archive page

62 Negara Mendukung Usulan Penyelidikan Pandemik COVID-19

Monday, May 18th, 2020

Dalam sidang ke 73 Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly, WHA) yang diselenggarakan secara virtual Senin (18 /05/2020), dihasilkan sebuah draft resolusi mendukung diadakannya penyelidikan independen tentang penyebaran wabah yang diakibatkan oleh wabah virus korona yang dikenal dengan COVID-19.

Draft resolusi ini diusulkan oleh 62 negara di antaranya: Australia, Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Rusia, seluruh negara yang tergabung dalam Uni Eropah, dan Inggris.

Dalam draft resolusi yang dikeluarkan berjudul “COVID-19 response“, negara-negara pendukung penyelidikan itu meminta Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memprakarsai evaluasi imparsial, independen dan komprehensif untuk meninjau pengalaman yang diperoleh dan pelajaran-pelajaran yang ditimba dari respons kesehatan yang dikordinasi WHO terhadap COVID-19. Ini mencakup: (1) keefektifan mekanisme-mekanisme WHO, (2) fungsionalisasi Regulasi-regulasi Kesehatan Internasional (International Health Regulations, IHR) dan status implementasi rekomendasi-rekomendasi yang relevan dari Komite-Komite IHR sebelumnya, (3) kontribusi WHO terhadap usaha-usaha luas PBB, dan (4) tindakan-tindakan WHO dan linimasa-linimasa yang berkaitan dengan pandemik COVID-19.

Inisiatif yang diusulkan ini diharapkan membuat rekomendasi – rekomendasi untuk meningkatkan pencegahan, kesiap-siagaan dan kapasitas respons terhadap pandemik global, termasuk penguatan Program Kedaruratan Kesehatan WHO (Health Emergency Programme).

Selanjutnya draft resolusi itu menyatakan agar dalam inisiatif itu, Direktur Jenderal berkonsultasi dengan negara-negara anggota WHO dan menggunakan mekanisme yang berlaku.

Inisiatif ini merupakan hasil usulan Australia dan Uni Eropa untuk menyelidiki awal mula proses penularan wabah COVID-19 di China.

Pemungutan suara untuk mengesahkan draft resolusi itu diharapkan dilaksanakan pada hari Selasa pagi, 19 Mei 2020. (brk/*)

Daftar Lengkap Daerah Tertinggal di Indonesia

Sunday, May 17th, 2020

Berikut adalah nama-nama daerah tertinggal di Indonesia tahun 2020-2024 bedasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2020 seperti dimuat dalam situs JDIH Kementerian Sekretariat Negara.

Provinsi Sumatera Utara

  1. Kabupaten Nias
  2. Kabupaten Nias Selatan
  3. Kabupaten Nias Utara
  4. Kabupaten Nias Barat

Provinsi Sumatera Barat

  1. Kabupaten Kepulauan Mentawai

Provinsi Sumatera Selatan

  1. Kabupaten Musi Rawas Utara

Provinsi Lampung

  1. Kabupaten Pesisir Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat

  1. Kabupaten Lombok Utara

Provinsi Nusa Tenggara Timur

  1. Kabupaten Sumba Barat
  2. Kabupaten Sumba Timur
  3. Kabupaten Kupang
  4. Kabupaten Timor Tengah Selatan
  5. Kabupaten Belu
  6. Kabupaten Alor
  7. Kabupaten Lembata
  8. Kabupaten Rote Ndao
  9. Kabupaten Sumba Tengah
  10. Kabupaten Sumba Barat Daya
  11. Kabupaten Manggarai Timur
  12. Kabupaten Sabu Raijua
  13. Kabupaten Malaka

Provinsi Sulawesi Tengah

  1. Kabupaten Donggala
  2. Kabupaten Tojo Una-una
  3. Kabupaten Sigi

Provinsi Maluku

  1. Kabupaten Maluku Tenggara Barat
  2. Kabupaten Kepulauan Aru
  3. Kabupaten Seram Bagian Barat
  4. Kabupaten Seram Bagian Timur
  5. Kabupaten Maluku Barat Daya
  6. Kabupaten Buru Selatan

Provinsi Maluku Utara

  1. Kabupaten Kepulauan Sula
  2. Kabupaten Pulau Talibau

Provinsi Papua Barat

  1. Kabupaten Teluk Wondama
  2. Kabupaten Kabupaten Teluk Bintuni
  3. Kabupaten Kabupaten Sorong Selatan
  4. Kabupaten Sorong
  5. Kabupaten Tambrauw
  6. Kabupaten Maybrat
  7. Kabupaten Manokwari Selatan
  8. Kabupaten Pegunungan Arfak

Provinsi Papua

  1. Kabupaten Jayawijaya
  2. Kabupaten Nabire
  3. Kabupaten Paniai
  4. Kabupaten Puncak Jaya
  5. Kabupaten Boven Digoel
  6. Kabupaten Mappi
  7. Kabupaten Asmat
  8. Kabupaten Yahukimo
  9. Kabupaten Pegunungan Bintang
  10. Kabupaten Tolikara
  11. Kabupaten Keerom
  12. Kabupaten Waropen
  13. Kabupaten Supiori
  14. Kabupaten Mamberamo Raya
  15. Kabupaten Nduga
  16. Kabupaten Lanny Jaya
  17. Kabupaten Mamberamo Tengah
  18. Kabupaten Yalimo
  19. Kabupaten Puncak
  20. Kabupaten Dogiyai
  21. Kabupaten Intan Jaya
  22. Kabupaten Deiyai

(brk/*)

Empat Kabupaten di Kepulauan Nias Masuk Dalam Kategori Daerah Tertinggal

Friday, May 8th, 2020
Mengenang Bawa Lofo (Musim Kelaparan) 1966 di (sebagian) daerah Nias

Kecuali Kota Gunungsitoli, keempat kabupaten di Kep. Nias masuk dalam daftar daerah tertinggal di Sumatera Utara yang diumumkan Presiden Jokowi hari ini, Jumat 8 Mei 2020.

Lebih jauh, di Sumatera Utara hanya ke empat Kabupaten itulah yang masuk dalam daftar daerah tertinggal, yang berjumlah 62 daerah di seluruh Indonesia.

Kabupaten Nias Selatan terbentuk tahun 2003 sebagai hasil pemekaran Kabupaten Nias, sementara Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara terbentuk pada tahun 2008 sebagai hasil pemekaran lanjutan dari Kabupaten Nias.

Penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024 ini tertuang dalam Peraturan Presiden no 63 tahun 2020, seperti dimuat dalam situs JDIH Kementerian Sekretariat Negara (brk/*)

Australia Mulai Melonggarkan Pembatasan Kegiatan Publik

Wednesday, May 6th, 2020

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan akan melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat setelah landainya kurva pandemik Covid-19 di Australia.

Keputusan ini menyusul Rapat Kabinet Nasional yang diselenggarakan kemarin (Selasa, 5/5/2020), yang juga dihadiri secara virtual oleh PM Selanda Baru, Jacinda Ardern.

Menurut Scott Morrison, pelonggaran ini tidak seragam di seluruh negara bagian / teritorial karena laju pengurangan penularan yang berbeda. Oleh sebab itu, Menteri Utama (Premier) masing-masing negara bagian / teritorial diminta menjelaskan rincian pelonggaran sesuai dengan kondisi setempat.

Australia memberlakukan pembatasan gerak masyarakat dan penutupan kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan secara bertahap selama dua bulan terakhir.

Pelonggaran pengekangan ini akan diumumkan hari Jumat ini.

Bahan-bahan telah disiapkan bagi bisnis sebagai penuntun bagi para pekerja untuk bekerja secara aman di tengah pandemik.

Profesor Brendan Murphy, Chief Medical Officer Pemerintah Australia menyarankan bisnis mempertimbangkan pentahapan waktu karyawan memasuki dan keluar dari ruang kerja sehingga jarak yang aman bisa dijaga. Hal yang sama disarankan untuk masuk dan keluar eskalator.

Scott Morrison dan Brendan Murphy mengatakan peluang untuk munculnya kembali penularan setelah pelonggaran ini pasti ada. Namun periode lockdown telah memberikan waktu bagi pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan.

Keikutsertaan PM Selandia Baru Jacinda Ardern dalam rapat Kabinet Nasional Australia itu adalah dalam rangka menjajaki pembukaan “koridor perjalanan” antara Australia dan Selandia Baru pasca pelonggaran restriksi pergerakan masyarakat kedua negara.

Pada saat berita ini ditayangkan, kasus Covid-19 di Australia berjumlah 6875 dengan jumlah kematian 97 orang.
(brk/*)

Berita Terkini Pandemik Covid-19

Saturday, May 2nd, 2020

Nias Online – Sebuah dokumen setebal 15 halaman mengungkap China secara sengaja menyembunyikan atau memusnahkan bukti-bukti merebaknya wabah korona. Dokumen itu disusun oleh sejumlah negara Barat yang kena imbas penularan COVID-19. Dokumen itu mengatakan China menutupi kasus COVID-19 dengan “membungkam” atau “menghilangkan” para dokter yang angkat bicara tentang COVID-19, menghancurkan bukti-bukti virus itu di laboratorium dan menolak memberikan sampel hidup kepada peneliti internasional yang sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin. Isi dokumen itu diberitakan oleh harian The Saturday Telegraph, hari ini, Sabtu – 2-5-2020.

Sementara itu, usul Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk pembentukan sebuah tim internasional yang independen untuk menyelidiki merebaknya kasus COVID-19 mendapat reaksi keras dari Beijing. Usul ini bermaksud menyelidiki alasan merebaknya pandemik serta bagaimana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meresponsnya. Usul Australia ini memancing ancaman ekonomi dari China. Duta besar China di Australia, Cheng Jingye, memperingatkan bahwa konsumen China berpotensi memboikot produk-produk buatan Australia dan para mahasiswa China bisa menghindari universitas-universitas Australia apabila penyelidikan itu berlanjut. Scott Morrison tetap bergeming pada pendiriannya sambil menekankan bahwa tujuan penyelidikan itu adalah untuk mencegah merebaknya pandemik yang serupa di masa depan.

Hari ini (Sabtu, 2 Mei 2020) jumlah kasus di Indonesia bertambah sebanyak 292 sehingga total kasus menjadi 10,843. Jumlah kematian baru ada sebanyak 31 orang sehingga jumlah kematian keseluruhan 831. Jumlah orang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) ada sebanyak 233,120 sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 22,123 orang. Dari jumlah kasus, Provinsi DKI masih menduduki tempat teratas sebanyak 4,397 disusul berturut-turut Jawa Barat (1043) dan Jawa Timur (1037).

Di Sumatera Utara, jumlah kasus ada sebanyak 117 dengan jumlah yang meninggal 13 orang dan yang sembuh sebanyak 41 orang.

Penyakit penyerta (komordibitas) yang memperburuk kesehatan para pasien yang meninggal termasuk: hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru. Demikian informasi dari Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers hari ini (brk/*)