
Bupati Idealisman & Jajarannya Menerima Tim Dokumenter Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Setwapres, November 2011 di Rumah Dinasnya (Foto: Etis Nehe)

Bupati Idealisman & Jajarannya Menerima Tim Dokumenter Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Setwapres, November 2011 di Rumah Dinasnya (Foto: Etis Nehe)
“Mereka akan jadi guru permanen di setiap sekolah, yang direkrut dari masing-masing kecamatan dan akan ditempatkan di kecamatan masing-masing berdasarkan kuota setiap sekolah. Jadi, tidak ada lagi nanti guru asal Kecamatan Gomo ditempatkan di Hibala (Pulau-Pulau Batu, red) sehingga memastikan efektifitas mengajar,†ujar Bupati Nisel Idealisman melalui pesan singkatnya kepada Nias Online di Jakarta, Minggu (22/1/2012).
Sementara itu, ketika ditanya mengenai status para tenaga honorer yang sebelumnya mengajar di berbagai sekolah, Bupati Idealisman mengatakan, para tenaga honorer itu juga diberi kesempatan melamar dan bahkan akan diprioritaskan penerimaannya.
Ditanya mengenai status para GBD tersebut apakah akan dijadikan pegawai negeri sipil (PNS), Bupati Idealisman mengatakan, hal itu akan mengarah ke sana. Para GBD itu akan berstatus sebagai pegawai daerah dengan SK Bupati.
Dihubungi terpisah pada Senin (23/1/2012), Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nisel Magdalena Bago menjelaskan, penerimaan lamaran GBD tersebut mulai dibuka pada 20 Januari-10 Februari 2012.
Magdalena mengatakan, masa pendaftaran sengaja dibikin lama, yakni 20 hari dengan beberap pertimbangan. Di antaranya, mengingat faktor geografis yang relatif sulit, dengan masa penerimaan pelamaran yang lebih lama, warga di seluruh daerah Nisel bisa mengetahuinya. Kemudian, juga bertujuan agar warga Nisel di luar daerah namun ingin mengabdi di Nisel dengan menjadi GBD memiliki kesempatan untuk mengetahui informasi dan mendaftarkan diri.
“Tahun ini kita akan menerima 800 orang untuk guru SMA dan SMK. Memang juga ada rencana penerimaan 100 orang tenaga guru untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tapi ini dulu yang kita kerjakan, penerimnaan GBD untuk SMA dan SMK ini,†ujar Magdalena.
Kriteria calon GBD, juga standar saja, kata dia. Yakni, kualifikasi pendidikan S-1 dan minimal D-3, terutama dari latarbelakang keguruan. Untuk jenjang S-1, meski mengharapkan latarbelakang pendidikan keguruan, tapi tetap juga mengakomodir latarbelakang pendidikan umum.
Untuk memasukkan lamaran, jelas dia, calon GBD bisa datang langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Nisel dan mengisi formulir pendaftaran. Peserta juga wajib membawa dan memperlihatkan ijazah asli. Bila memiliki pengalaman kerja, juga wajib dibawa dan memperlihatkan surat pengalaman kerja yang aslinya.
“Pelamaran semua dipusatkan di Disdik Nisel supaya lebih terkoodinir,†jelas dia.
Seleksi
Selanjutnya, kata dia, semua pelamar akan menjalani seleksi secara independen oleh Universitas Medan (Unimed) untuk menyeleksi kemampuan akademik dari para peserta. Seleksi akan dilaksanakan pada 15 Febuari 2012 dan diharapkan tiga hari kemudian hasilnya sudah diketahui.
“Selanjutnya, diharapkan Maret 2012, para GBD yang lolos seleksi sudah mulai mengajar,†papar dia.
Dia menjelaskan, para pelamar juga akan diberi kesempatan memilih untuk mengajar di kecamatan mana. Meski begitu, pihaknya mengharapkan, para pelamar akan memilih kecamatannya sendiri untuk mengabdi. Sehingga kesulitan yang sering terjadi selama ini dimana beda kecamatan asal dengan kecamatan tempat mengajar, tidak lagi terjadi.
Ditanya soal gaji para GBD tersebut, Magdalena mengatakan, karena statusnya GBD, maka gaji mereka akan diambil dari APBD Nisel. Ditanya soal besaran gaji, dia mengatakan, meski di Nisel tidak memiliki UMR, tapi pihaknya mengusahakan agar gaji tidak terlalu rendah, walau tidak seperti gaji PNS.
Magdalena menuturkan, sebenarnya Nisel mengalami kekurangan guru berstatus PNS sekitar 6.200 orang untuk SD, SMP, SMA dan SMK. Namun, karena berbagai keterbatasan, termasuk menyikapi moratorium yang ditetapkan pemerintah pusat, maka Pemda Nisel menyikapi dengan mengangkat dahulu guru-guru GBD untuk SMA dan SMK dan PAUD. Guru PAUD yang direkrut akan disebar di 100 Kelompok Belajar (Pokjar) di seluruh pelosok Nisel.
Magdalena juga mengimbau putra-putri Nisel yang memiliki kualifikasi dan profesional di bidangnya untuk kembali mengabdi membangun daerah Nisel.
“Kami panggil untuk kembali untuk mengabdi dan memakai peluang yang dibeikan pemda Nisel untuk membangun daerah. Siapa lagi yang membangunnya kalau bukan kita,†jelas dia. (EN)
“Selain posisinya, potensi kelautan kepulauan Nias juga perlu penangangan khusus. Sebagai pimpinan Forum Kepala Daerah (Forkada) sekepulauan Nias, kami mohon kepada Menteri Pertahanan agar meningkatkan keamanan di kepulauan Nias, termasuk kemanan laut. Pulau Nias perlu setidaknya Lanal,†ujar Ketua Forkada sekepulauan Nias Sökhiatulö Laoli saat menyampaikan sambutan pada perayaan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 yang digelar Forum Komunikasi Niha Keriso Ono Niha (FKNO)-Jabodetabek di auditorium BPPT, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).
Sökhiatulö yang juga Bupati Nias tersebut menjelaskan, saat ini di Pulau Nias hanya terdapat satuan pengamanan laut setingkat Pos TNI-AL. Sedangkan untuk TNI-AD, hanya setingkat Kodim meski saat ini Pulau Nias telah terbagi menjadi lima daerah otonomi.
Dia menjelaskan, terbatasnya kekuatan pengamanan di laut saat ini sangat terasa. Seringkali
terjadi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing di peraian kepulauan Nias dan tidak bisa tertangani dengan baik karena keterbatasan personil dan juga kapal.
“Baru-baru ini kami menangkap kapal pencuri ikan. Kami hanya menggunakan speed boat, sementara yang dikejar kapal besar. Syukur kapalnya berhasil ditahan. Kapalnya sudah dilepaskan lagi karena sudah bayar ganti rugi,†jelas dia.
Menanggapi hal itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang juga menghadiri perayaan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 masyarakat Nias tersebut mengatakan, akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pihak-pihak terkait di pemerintah. (EN)
“Kami sudah membentuk tim untuk percepatan penyelesaian dan pengoperasian bandara ini. Termasuk tim yang akan melakukan pendekatan ke maskapai penerbangan. Bahkan, beberapa waktu lalu, pihak Garuda sudah menghubungi saya untuk menjajaki rencana penerbangan ke sini,†ujar Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi saat menghubungi Nias Online, Selasa (17/1/2012).
Dia menjelaskan, sebelumnya pihaknya menargetkan bandara itu beroperasi pada 2013. Kemudian, pihaknya memutuskan mempercepat penyelesaiannya dengan target pada 2012. Namun, tambah dia, pada tahun inipun, dipercepat lagi dengan target bulan Oktober dan tidak perlu sampai tahun ini berakhir.
November lalu, Bupati Idealisman mengungkapkan, untuk penyelesaian bandara itu, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar dari APBN dan APBD Nisel 2012.
Garuda Indonesia sendiri telah mengumumkan rencana pembelian 18 unit pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 produksi Kanada. Pesawat dengan jumlah kursi di bawah 100 kursi (sub 100) tersebut, seperti diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar akhir tahun lalu, akan ditempatkan di tiga bandara utama, yakni Bandan Polonia, Medan, Bandara Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Hasanuddin, Makassar.
Pesawat-pesawat itu akan melayani penerbangan jarak pendek di sekitar wilayah itu. Khusus untuk penerbangan dari Medan, pesawat-pesawat itu akan melayani rute Medan-Penang, Medan-Batam, Medan-Palembang, Medan-Surabaya dan Medan-Batam-Pekanbaru.
Saat ini, penerbangan ke Pulau Nias melalui Bandara Binaka, Gunungsitoli, dilayani di antaranya, maskapai Wings Air dengan ATR 72-500 berkapasitas 72 penumpang, Merpati Nusantara Airline dengan jenis MA-60 berkapasitas 60 penumpang, dan baru-baru ini diterbangi maskapai Survay Udara Penas dengan pesawat jenis Jet BAe 146-100 berkapasitas 70 penumpang.
Bandara Silambo itu berada di Desa Botohilitanö, Kecamatan Fanayama. Hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Pantai Sorake dan Lagundri, tempat selancar terkenal di dunia. Bandara itu juga berjarak sekitar 12 kilometer dari Desa Bawömataluo, desa calon warisan dunia yang terkenal dengan perkampungan tradisional dan lompat batunya.
Dengan selesainya pembangunan bandara itu dan dioperasikan, diharapkan akan menggerakkan perekonomian daerah itu. Dengan demikian, wilayah itu akan bisa diakses langsung tanpa harus melalui Kota Gunungsitoli seperti selama ini terjadi. Sebelumnya, Oktober 2011, Pemkab Nisel juga berhasil mengaktifkan kembali rute pelayaran kapal ferry dengan rute Sibolga-Teluk Dalam, Nisel.
Selama ini, warga Nisel yang hendak ke Sibolga, Medan atau kota lainnya di Indonesia, harus melalui pelabuhan Gunungsitoli bila menggunakan kapal laut. Dan bila menggunakan pesawat terbang, maka harus melalui Bandara Binaka, Kota Gunungsitoli yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Nisel. Demikian sebaliknya bagi warga atau pengunjung yang hendak ke Nias Selatan. (EN)
“Putra-putri Nias ikut bertarung menjadi Gubsu adalah hak sebagai warga negara. Selain itu, mengenai majunya Putra Nias menjadi Gubsu ini sudah dari tahun lalu menjadi perbincangan serius di tengah masyarakat Nias di Pulau Nias, di daratan Sumatera Utara maupun di seluruh Indonesia. Hal itu dipertegas saat Munas III Himni di Nias, Juli 2011, dimana seluruh DPD dan DPC dari seluruh Indonesia mengusulkan dalam Munas menjadikan hal itu sebagai rekomendasi,†ujar Ketua DPP HIMNI bidang Humas Anton Anötöna Zagötö dalam rilisnya kepada Nias Online, Rabu (18/1/2012).
Pria yang biasa dipanggil Ama Calvin tersebut menjelaskan, dari sisi sumber daya manusia (SDM), sudah banyak warga Nias yang memiliki kapasitas memimpin Sumut. Baik dari latar belakang militer, pengusaha, politisi, birokrat hingga tokoh maupun budayawan. Pihaknya juga menilai, kelima kepala daerah di lima daerah otonomi di Pulau Nias saat ini, layak disandingkan dengan calon dari luar suku Nias.
Ama Calvin juga mengungkapkan, dukungan konkrit Himni tersebut adalah diantaranya, kesiapan semua DPC Himni di wilayah Sumut untuk menjadi tim sukses dan mendukung usaha menjadikan kandidat asal Nias menjadi Gubsu. Meski begitu, dia mengatakan, HIMNI tidak akan menyebut atau mendorong nama tertentu untuk pencalonan itu. Intinya, siapapun yang maju, akan didukung.
Seperti diberitakan Nias Online sebelumnya, menyusul pengumuman KPUD Sumut mengenai penetapan tanggal pelaksanan Pilgubsu pada 7 Maret 2013, muncul aspirasi mendorong adanya wakil masyarakat Nias pada Pilgubsu 2013.
Beberapa nama sempat disebut dan dinilai layak, yakni Direktur Eksekutif Bank Dunia Dr. Hekinus Manaö, anggota Komisi II DPR RI (PDI-Perjuangan) Dr. Yasonna H. Laoly dan Tenaga Pengajar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Mayor Jenderal Christian Zebua.
Namun, kepada Nias Online, Dr. Hekinus Manaö dan Mayor Jenderal Christian Zebua telah memastikan ketidaksediaan mereka untuk berlaga karena status dan jabatan mereka saat ini belum memungkinkan untuk itu.
Sementara itu, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi juga, secara terbuka telah menyatakan kesediaan dan kesiapannya untuk mencalonkan diri pada Pilgubsu tersebut. (Etis Nehe)
JAKARTA, NIASONLINE – Majelis Hakin Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis mantan Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia dengan hukuman 2,5 tahun penjara. Selain itu, juga menjatuhkan denda Rp 50 juta rupiah, subsider dua bulan kurungan. (more…)