Usulan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Belum Diterima Komisi II DPR

Monday, September 26, 2011
By susuwongi

Logo DPR RI/IST

JAKARTA, NIASONLINE – Kabar mengejutkan terkait usulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias yang selama ini ramai digaungkan di kalangan masyarakat Pulau Nias. Ternyata, hingga kini pengajuan usulan tersebut belum sampai juga ke DPR RI.

“Sampai sekarang Komisi II DPR RI belum menerima usulan pengajuan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” ungkap Wakil Ketua Komisi III Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara pada Seminar “Kesiapan Kepulauan Nias Menjadi Propinsi” di Jakarta, Sabtu (24/9/2011).

Dengan tidak adanya usulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias di komisi tersebut, otomatis tidak akan pada embahasan termasuk persiapan-persiapan terkait usulan itu di DPR, khususnya Komisi II yang membidangi masalah itu.

Informasi dari Ganjar tersebut, tak ayal, mengagetkan sejumlah peserta seminar yang umumnya adalah masyarakat Pulau Nias. Juga hadir empat bupati dan walikota beserta beberapa ketua DPRD dan sejumlah pejabat eselon dari lima daerah otonomi di Pulau Nias tersebut. Sementara Menteri Dalam Negeri yang semula dijadwalkan hadir sebagai pembicara, ternyata tidak hadir.

Bupati Nias Sökhiatulö Laoli saat itu juga meminta BPP Badan Persiapan Pembentukan (BPP) Provinsi Kepulauan Nias menelusuri kenapa sampai saat ini usulan itu belum sampai juga di DPR.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengatakan, proses menuju pembahasan usulan itu masih jauh. Apalagi karena sampai saat ini tidak jelas apakah persyaratan administrasi yang dibutuhkan kemungkinan belum terselesaikan. Di antaranya, belum adanya kajian akademik yang menjadi salah satu bahan penting mempertimbangkan usulan itu.

Cuap-Cuap

Sementara itu, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi mengatakan, yang perlu dilakukan saat ini adalah tindakan nyata dan tidak lagi menghabiskan waktu dalam cuap-cuap di seminar. Kalau persyaratan administrasi sudah diselesaikan, kata dia, maka sudah bukan waktunya lagi untuk seminar.

“Tapi bekerja. Tindakan politis yang saat ini diperlukan. Bukan cuap-cuap soal layak atau tidak layak. Kalau tidak ada tindakan politik, lobi politik dan semacamnya, sampai kapanpun, kita tidak akan jadi provinsi. Kita akan terus dianggap tidak memenuhi syarat. Hal itu pernah kami lakukan saat memperjuangkan pemekaran Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunungsitoli,” ujar dia di sela-sela seminar itu.

Sementara itu, dalam paparannya, Ketua Badan Persiapan Pembentukan (BPP) Provinsi Kepulauan Nias Rasali Zalukhu mengatakan, Kepulauan Nias sudah siap untuk dijadikan provinsi. Berbagai persyaratan administrasi sebagai langkah persiapan telah dilakukan. Dimulai dari pembentukan BPP pada 17 Pebruari 2009, menyusul deklarasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias pada 2 Februari 2009 di Gunungsitoli.

Aspirasi masyarakat Kepulauan Nias tersebut telah disampaikan kepada Komisi II DPR RI pada 21 April 2010. Dan puncaknya, kata Ketua DPRD Nias Utara itu, terbitnya keputusan DPRD Sumatera Utara bernomor No. 31/K/2011 tentang Rekomendasi Pembentukan Propinsi Kepulauan Nias tanggal 9 Mei 2011. (EN)

7 Responses to “Usulan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Belum Diterima Komisi II DPR”

  1. 1
    BERITA NIAS Says:

    Dari berbagai informasi tentang penyelenggaraan pertemuan termasuk seminar nasional HIMNI di Jakarta minggu lalu masing-masing punya cara sendiri untuk menganggkat isi beritanya. Versi lain mengangkat optimisme dan yang lain lagi sebaliknya. Semua positif demi terwujudnya kepulauan Nias Jadi propinsi. Jadi bagi para penyedia berita silahkan saja berbeda cara yang penting tidak mengorbankan tujuan itu sendiri hanya karena faktor suka dan tidak suka pada pihak tertentu.

  2. 2
    Yosafati GUlo Says:

    Seminar yang telah berlangsung itu, sekecil apa pun ada manfaatnya. Paling tidak, ia merupakan wadah untuk mempertemukan banyak pihak dalam upaya membicarakan kembali rencana pembentukan kepulauan Nias menjadi Propinsi. Tentu saja bukan Cuma pertemuan muka dengan muka. Tapi lebih dari itu, pertemuan ide, gagasan, dan hati. Saya juga berharap agar temu muka, ide, dan hati para Bupati dan tokoh-tokoh masyarakat Nias melalui seminar itu tidak merupakan akhir, tapi merupakan awal yang perlu terus dilanjtkan secara informal maupun formal.

    Kita setuju bahwa perjuangan menjadikan kepulauan Nias menjadi Propinsi, tidaklah semudah membicarakanya. Perlu lobi-lobi politik, mendorong DPR RI untuk menjadikannya sebagai salah satu agenda. Kalau Ketua Panitia seminar mengatakan Nias sudah sipa menjadi Propinsi, tentu saja menggembirakan kita. Tapi pernyataan siap secara pilitis, tentu saja tidak cukup. Perlu disertai verifikasi empiris berupa kesiapan nyata sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya kira, kajian akademik adalah solusi yang dapat dipertanggung jawabkan dan argumentatif. Yang menjadi pertanyaan kita ialah siapa yang terus memfasilitasi pelaksanaan kajian akademik itu? Lantas apa ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam melaksanakan kajian akademik tersebut? Siapa yang menentukan apa dan siapa? Tentu perlu dipikirkan satu persatu secara detail agar kita tidak berhenti pada ujung pernyataan politis.

    Kalau Bupati Nias Selatan, pak Idealisman Dachi, menyatakan bahwa yang penting kita kerja, tak perlu terlalu banyak cuap-cuap melalui seminar, rasanya juga terlalu ekstrim. Bagi dunia akademik, seminar adalah salah satu kegiatan akademik yang direkomendasikan untuk membahas gagasan-gagasan baru atau lama untuk menemukan sesatu yang baru. Bakan seminar itu sendiri merupakan salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam proses menjadikan Nkepulauan Nias menjadi Propinsi. Untuk sampai para pernyataan bahwa kepulauan Nias adalah layak atau tidak layak, tentu tidak cukup dengan pernyataan politis dan lobi. Pernyataan layak-tidaknya, merupakan wilayah kajian akademik, yang juga perlu melalui seminar.

    Selain itu, makna seminar tentu tidak datang dengan sendirinya dari ruang seminar. Maknanya akan muncul dari kita sendiri selama dan sesudah seminar. Oleh karena itu, menurut saya, mungkin lebih baik kita terus berupaya sesuai dengan kapasitas yang ada pada kita masing-masing agar apa pun yang dilakukan dapat menjadi sarana menghimpung kekuatan untuk jmengegolkan apa yang kita cita-citakan bersama.

    Kalau ada yang berpendapat bahwa Nias lebih baik bergabung dengan Propinsi Tapanuli, tentu saja tidak dilarang. Termasuk pendapat yang mengatakan misalnya bahwa kepulauan Nias belum siap menjadi Propinsi. Pendapat-pendapat seperti itu tak pelu jadi pemecah pemikiran dan hati, tetapi dijadikan cambuk untuk memacu diri untuk membuktikan kepada diri sendiri (dan orang lain)bahwa kita juga bisa!

    Itu menurut saya.
    Salam

  3. 3
    HUMAS HIMNI Says:

    Yth: Redaksi niasonline.net

    Sehubungan dengan pemberitaan niasonline.net yang menutip “Sampai sekarang Komisi II DPR RI belum menerima usulan pengajuan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” ungkap Wakil Ketua Komisi III Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara pada Seminar “Kesiapan Kepulauan Nias Menjadi Propinsi” di Jakarta, Sabtu (24/9/2011).

    Perlu saya jelaskan bahwa Pak Ganjar Pranowo tidak pernah mengatakan hal demikian, karna kebetulan saya hadir saat itu, bahkan sampai beliau meninggalkan lokasi seminar beliau tidak ‘mengetahui’ adanya pembicaraan yang menyangkut apakah usulan provinsi kepulaun nias sudah sampai di DPR apa belum, terungkapnya bahwa usulan pembentukan Provinsi kepulauan nias belum sampai di DPR RI itu setelah adanya dialog antara BPP dan juga para narasumber.

    Jadi kami meminta kepada niasonline mohon untuk memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat luas. Terima kasih. Ya’ahowu

  4. 4
    kilianus ndruru Says:

    yaahowu
    kita dukung upaya Bapak bapak yang telah berparsitipasi dalam pembentukan Nias menjadi provinsi. mungkin secara politik Nias sudah selayaknya menjadi provinsi. Tapi di sini lain mungkin kalau di tanyakan kepada saya apakah Nias sudah siap memisah diri dari Sumut? pasti saya jawab Belum. Apakah dengan adanya pemekaran pembangun akan berjalan semestinya ? saya rasa butuh kajian Akademis, kita selalu berharap jangan sampai di korbankan hanya karena Kue Nasianal atau bagi bagi kekuasaan.

    salah satu contoh terjadi pemekaran Nias selatan, kami masyarakat belum menikmati pembangun infrastuktur, Belum lagi pelayanan Birokrasi.
    Mungkin kita Lupa Nias itu maju Karena Gempa? Masyarakat baru terbuka matanya, mereka baru mengetahui aspal HOLmix.

    pendapat saya dalam hal ini, sebaiknya kita tunda dulu pemisahan diri dari Sumut. Nias itu tidak miskin, kaya akan Sumber Daya Alam tapi kurang akan Sumber Daya Manusia.Kenapa tidak sektor pariwisata? yang kita kembangkan padahal jika itu berjalan dengan baik pendapatan daerah bertambah. Sebaiknya di lakukan promosi Baik di luar maupun di dalam negeri Bahwa Nias itu Inda.

    Saahagolo, Ya’ahowu Tani Niha

  5. 5
    sehati laoli Says:

    yaahowu
    saya setuju usulan pembentukan nias menjadi propinsi,tapi nias masih di bawah garis kemiskinan bagaimana bisa menjadi propinsi?dan pembangunan di berbagai sektor masih belum terlaksana hinnga sekarang,menurut pendapat saya sebaiknya kita tunda dulu pembentukan propinsi,bentulkan dulu sumber daya manusianya, kalau bukan gempah nias tak pernah mengenal apa yang di maksud pembangunan?

  6. 6
    Bezisokhi Dao Says:

    Saatnya kita terus berbuat, kita jangan terus beretorika saja. Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Idealisman Dachi, apa yang disampaikan oleh beliau tidak lebih dari pengalaman yang pernah dilakukan sewakti masih di senayan bersama putra terbaik dan masyarakat Nias memperjuangkan pemekaran 3 daerah otonomi di Nias. Ini sudah terbukti. Saatnya sekarang kita terus bersatu, dan terus berjuang menjadikan provinsi kepulauan Nias.

  7. 7
    andy nisto buana zebua Says:

    kita ikut mendukung klo nias kita jadi propinsi..
    kita sbagai putra putri nias,,mari kita saling bkerja sama supaya nias kita menjadi propinsi,,tapi kita harus memperbaiki hasil otonomi daerah nias & pembangunan nias island..
    mari kita jangan kalah saing dngan daerah2 lain,,yg hasil otonomi daerah mereka yg sngat memuas kn…?
    kita tunjukan bahwa pulau nias BISA berdikari & membentuk 1 propinsi….

    Y A ‘ A H O W U

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2011
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930