Telefon Genggam dan Kelainan Mental dan Fisik Baru

Thursday, September 2, 2010
By borokoa

Anda memiliki telefon genggam ? Pertanyaannya mungkin lebih tepat diubah menjadi: berapa telefon genggam di saku celana, baju atau tas Anda saat ini?

Kehadiran telefon genggam telah mempermudah komunikasi kita kepada dunia luar. Akan tetapi pada saat yang sama telefon genggam telah melahirkan kelainan mental dan fisik baru bagi para penggunanya, khususnya para remaja.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti Australia mengungkapkan para remaja masa kini menjadi “pecandu teks” (text addicts) dan beresiko mengalami kelainan mental mulai dari depresi hingga ‘sindrom ibu jari repetitif’.

Jenni Carroll, seorang peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) di Melbourne, Australia, telah melakukan penelitian tentang pengaruh komunikasi modern sejak tahun 2001. Dia mengatakan telefon genggam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja Australia masa kini. Ia mengatakan kekuatiran, rasa tidak aman, depresi dan kurangnya rasa penghargaan pada diri sendiri merupakan simtom umum dari para pecandu teks (orang-orang yang mengirim pesan-pesan dalam bentuk sms secara berlebihan). Demikian dilaporkan dalam situs news.com.au.

Jenni Carroll mengidentifikasi empat kelainan baru yakni: textaphrenia, textiety, post-traumatic text disorder dan binge texting.

Textaphrenia – anda seakan mendengar telefon genggam anda berbunyi atau bergetar pertanda pesan baru telah datang, padahal tidak. Anda juga sebentar-sebentar mengecek telefon untuk melihat apakah ada pesan baru yang masuk.

Textiety – perasaan gelisah karena Anda tidak menerima atau tidak bisa mengirim pesan (sms). Anda juga mulai memikir yang bukan-bukan tentang alasan mengapa teman Anda belum mengirim pesan atau membalas pesan Anda.

“Dalam kelainan textaphrenia dan textiety, anda merasa tidak ada yang mencintai anda, tidak ada yang menghubungi anda,” kata Jenni Carroll.

Post-traumatic stress disorder mencakup potensi cedera fisik dan mental akibat mengirim banyak pesan secara berlebihan. Hal ini misalya bisa terjadi kalau seseorang mengirim pesan sambil berjalan tanpa menyadari di depannya ada lobang atau kolam renang, atau mengirim pesan sambil menyeberang jalan tanpa menyadarinya.

Anak-anak muda pecandu teks sangat terfokus pada kegiatan itu ketika melakukannya tanpa menghiraukan dunia sekelilingnya.

Di Jepang misalnya dilaporkan ada yang menggerak-gerakkan ibu jarinya secara terus menerus tanpa sadar, dan ada yang ibu jarinya membesar akibat mengirim pesan secara berlebihan.

Binge texting adalah kelainan mental dalam mana penderitanya mengirim pesan banyak-banyak agar merasa tenang sekaligus berusaha memancing balasan.

“Hal ini (binge texting) merupakan kebalikan dari textiety – di mana anda merasa dicuekin, jadi Anda mengirim banyak pesan dan menunggu respons dari pesan-pesan yang anda kirim itu,” kata Carroll.

Gejala di atas tidak hanya ditemukan di Australia. Di Denmark, seorang supir mobil mewah dibawa ke klinik setelah diketahui ia kecanduan mengirim pesan-pesan sms (e-chat) sampai lebih dari 200 per hari. Supir berusia 25 tahun itu bekerja pada malam hari dan menghabiskan jam-jam siang hari untuk mengirim sms. Akibatnya biaya pulsa telfonnya meroket mencapai 12,000 Crown (sekitar Rp 13.5 juta) – hal yang tak mampu ia bayar dari gajinya sebagai seorang supir. Menurut situs the Register, pusat terapi internet di negara Skandinavia itu telah merawat sekitar 60 orang pecandu teks selama kurun waktu 1998 – 2000.

Jenni Collin menyarankan agar para remaja pecandu teks yang mengalami kelainan baru ini hendaknya membangun rasa penghargaan kepada diri sendiri dan mengusahakan komunikasi tatap muka dengan teman-teman.

Para orang tua disarankan agar membuat aturan penggunaan telefon genggam bagi anak-anak mereka, meningkatkan komunikasi dengan anak-anak mereka misalnya melalui acara jalan-jalan atau pada waktu-waktu makan bersama keluarga.

Sumber:
1.  ‘Textiety’ among new disorders, says researcher
www.news.com.au/technology/aussie-teenagers-becoming-a-generation-of-text-addicts/story-e6frfro0-1225885917917
2.  Scandinavian treated in clinic for SMS addiction
www.theregister.co.uk/2000/10/14/scandinavian_treated_in_clinic/

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2010
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930