BRR Nias-Nisel Diharapkan Meningkatkan Kinerja

Saturday, December 9, 2006
By nias

Medan, WASPADA Online

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias-Nias Selatan (Nisel) diharapkan lebih meningkatkan kinerjanya. Begitupun disadari, lembaga ini telah berusaha mengoptimalkan misi kemanusiaan yang diembankan kepadanya.
Ketua Umum Persatuan Masyarakat Nias (PMN) Medan, Sanuddin Zebua, SH, alias Ama Iman mengatakan itu kepada Waspada, Kamis (7/12). Dia memberikan komentarnya berhubungan dengan refleksi akhir tahun 2006, serta berbagai perkembangan di Nias-Nisel pasca gempa bumi dan tsunami.

Menurut Zebua, sangat wajar akhir-akhir ini kinerja BRR perwakilan Nias-Nisel banyak disoroti publik. Karena diakui masih ditemukan sejumlah kejanggalan penanganan yang dipandang perlu harus mendapat perhatian pihak BRR. Baik menyangkut struktur organisasi, pemborosan anggaran, pengawasan yang terkesan serimonial serta menyangkut kualitas dan kuantitas kerja BRR.

Begitupun, kata Zebua, pihaknya sangat menghargai keberadaan BRR di Nias-Nisel. Secara umum kondisi masyarakat di sana pasca gempa bumi dan tsunami telah berlangsung baik. BRR dinilainya telah banyak melakukan perubahan nyata. ‘’Begitu juga dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat lainnya, baik LSM dalam negeri maupun LSM internasional.’’

Untuk 2007, Zebua optimis BRR akan meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik. Karenanya, kepada masyarakat Nias, diimbau menyukseskan misi kemanusiaan ini dengan baik. Caranya dengan tetap melakukan sosial kontrol dan kritik membangun, serta mencarikan solusi dari masalah yang dihadapi. Dia juga mengajak masyarakat Nias-Nisel menjadikan tahun 2007 sebagai momentum ‘bersama membangunan Nias menjadi lebih baik dan bermartabat’.

Tentang Protap
Menyangkut masalah pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), Zebua, mengatakan, tidak dapat dilakukan dengan serta merta. Mengambil keputusan untuk itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses, sosialisasi disertai dengan pengkajian mendalam dari berbagai sudut pandang. Termasuk dampak sebab akibat yang kelak tidak akan menambah masalah baru di Pulau Nias.

“Prinsip itu tidak boleh diabaikan. Pembentukan Protap masih harus melibatkan peran tokoh adat, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, akademisi, cendekiawan, mahasiswa dan tokoh wanita Nias.” (m17) (sn)

*Sumber: Waspada Online, 7 Desember 2006

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2006
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031