Medan (SIB)
Percepatan pembangunan dengan mengundang investor asing oleh Bupati Nias Selatan (Nisel) F Laia SH MHum beroleh apresiasi positif masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan bandar udara Nisel yang kini memasuki tahap sosialisasi untuk pembebasan lahan. Sebarengan dengan itu, Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Gerakan Pemberantas Korupsi dan Diskriminasi (LPM Garansi) Kabupaten Nisel Suasana Dachi SH meminta tim pembebasan lahan yang dibentuk oleh bupati bekerja ekstra dan transparan serta melibatkan masyarakat luas, khususnya masyarakat adat yang selama ini menjadikan lahan itu sebagai satu-satunya sumber pokok untuk mencara nafkah. Lahan dimaksud adalah di Desa Hilimaenamolo, Telukdalam.

Di Medan, Minggu (13/1-08) Suasana Dachi SH mengatakan, sosialisasi dilakukan pada warga Desa Hilimaenamolo di Aula Gedung SDN Hilimaenamolo pada April 2007. Di sosialisasi itu dijelaskan bahwa lokasi Bandara Nisel di Laza Ma’awa, Hilimaenamolo. “Masyarakat berharap harga jual tanah jangan terlalu kecil, minimal mengacu pada nilai jual obyek pajak (NJOP) sebagaimana bentuk ideal dalam maksud win-win solution dengan masyarakat,” ujar Suasana Dachi yang mantan Ketua Tim Sukses SBY – JK pada Pilpres 2004 untuk wilayah Nisel tersebut.

Suasana Dachi mengutip pengakuan masyarakat setempat yang tanahnya bakal dijadikan lokasi bandara yakni Hadapi Dachi (Ama Yeni). Menurutnya, masyarakat minta pengukuran tanah dan pembayaran ganti rugi melibatkan semua pihak yang terkait hingga tidak timbul kesalahan hitung atau silang sengketa di kemudian hari. Suasana Dachi juga meminta agar dalam pengukuran disertakan saksi dari tokoh masyarakat.

Selain itu, lanjut Suasana Dachi, ada juga ganti rugi tanah yang belum diselesaikan tuntas. “Kami dari LPM Garansi sudah beroleh kuasa untuk mengurusnya dan langkah awal adalah membangun komunikasi yang sinerjis,” ujar Suasana Dachi sambil mengatakan masyarakat Nisel, khususnya yang berada di lokasi bakal menjadi bandara mendukung langkah Bupati Nisel F Laia yang melakukan sejumlah terobosan dalam maksud mempercepat kesejahteraan masyarakat. (r10/h) (SIB, 14 Januari 2008)

Facebook Comments