Lagi, Seratusan Massa GPN Demo Minta Poldasu Tangkap Kepala BKD Nisel

Wednesday, August 5, 2009
By nias

* Dir Reskrim: Belum Ditemukan Indikasi KKN

Medan – Seratusan pemuda/mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Nias (GPN), Senin (3/8) kembali berunjuk rasa ke Mapolda Sumut menuntut agar pihak Poldasu segera menangkap Kepala BKD Nias Selatan (Nisel) Drs KH MSi, yang disebut sebagai aktor utama dalam korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta rekayasa perangkingan dalam penerimaan CPNS Nisel TA 2008/2009.

Para pemuda berikat kepala kain merah itu, juga membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan mereka, agar Poldasu tidak mempetieskan perkara itu. Tuntutan pengunjukrasa ini juga telah disampaikan pada unjukrasa yang berlangsung pada 27 Juli lalu di Mapoldasu. Sebelumnya tuntutan serupa juga telah disuarakan Forum Mahasiswa Pemuda Kepulauan Nias (Formappnis) juga ke Mapoldasu.

Pada intinya, para mahasiswa/pemuda itu meminta penjelasan dari pihak Poldasu mengenai pengusutan kasus yang telah disampaikan sejak Juni lalu. Selain itu mereka juga mengharapkan Kapoldasu menegakkan supremasi hukum serta keadilan dan kebenaran.

Selama 10 menit orator para mahasiswa antara lain Yeremia Lase berorasi di depan pintu masuk ke Mapoldasu dan setelah itu beberapa utusan diterima oleh pihak Bid Humas Poldasu. AKBP Ahmad Sumba, mewakili Kabid Humas Poldasu Baharuddin Djafar kepada perwakilan para pemuda itu mengatakan, bahwa kasus itu kini sedang diselidiki pihak Direktorat Reserse Poldasu.

“Pihak Reserse kini sedang melakukan penyelidikan kasus itu dengan memintai keterangan sejumlah pihak. Tidak ada kasus yang dipetieskan di sini. Jika terbukti bersalah pasti akan ditindak dengan tegas,” kata Ahmad Sumba.

Pada kesempatan itu, perwakilan pengunjukrasa menyerahkan copy pengumuman penerimaan CPNS yang dikeluarkan tim penilai USU untuk bahan pengusutan polisi. Menurut pengunjukrasa pengumuman yang dikeluarkan USU ini berbeda dengan yang diumumkan BKD Nisel. Di mana ada nama yang tidak lulus tetapi diumumkan lulus. Sementara yang diumumkan USU lulus, tidak diluluskan oleh BKD Nisel serta terjadi manipulasi perangkingan.

Korlap pengunjukrasa Ododogo Lase dalam orasinya menyebutkan, manipulasi tersebut tidak boleh didiamkan karena itu merupakan praktek penipuan, penggelapan, pembodohan serta pelanggaran hukum yang sangat memalukan.

Belum Ditemukan Indikasi KKN
Sementara itu pihak Direktorat Reserse Kriminal Poldasu dalam suratnya tertanggal 31 Juli yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP LSM Formappnis menyimpulkan, bahwa belum ditemukan indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme dalam penerimaan CPNS Nisel TA 2008/2009 seperti dilaporkan Formappnis sebelumnya.

Dalam surat nomor: B/285/VII/2009/Dit Reskrim yang ditandatangani Direktur Reskrim Poldasu Kombes Pol Drs Wawan Irawan disebutkan, “setelah penyelidik melakukan serangkaian interviw dan penelitian dokumen maka kami menyimpulkan, sejauh ini belum ditemukan indikasi KKN dalam penerimaan itu”.

Ketua DPP LSM Formappnis Fa’ahkho D Telaumbanua, yang diminta konfirmasi soal surat itu, membenarkannya.” Betul surat itu ada saya terima, Senin (3/8),” katanya.

Massa GPN Unjukrasa ke DPRDSU
GPN melakukan unjukrasa ke gedung DPRD Sumut, Senin (3/8) menuntut batalkan pemenang CPNS Nisel tahun 2008/2009 versi Pemda Nisel dan sesuaikan dengan hasil pengumuman dari USU (Universitas Sumatera Utara), karena pemenang CPNS tersebut berdasarkan hasil rekayasa.

Aksi unjukrasa GPN dikoordinir Ododogo Lase menyebutkan, pengumuman CPNS Nisel merupakan hasil rekayasa yang dilakukan BKD (Biro Kepegawaian Daerah) Nisel 24-26 Desember 2008, bahkan ada kejanggalan-kejanggalan dengan memasukkan kroni-kroninya di jajaran CPNS Nisel.

Disebutkan, GPN terus berjuang agar kasus CPNS Nisel diusut tuntas, bahkan persoalan ini sebelumnya sudah disampaikan ke Komisi A DPRD Sumut dan Kapoldasu tapi hingga saat ini tidak ada realisasi yang jelas dari pihak-pihak terkait. Padahal dari kasus itu merupakan pengekangan hak-hak azasi manusia sekaligus praktik penipuan, penggelapan, pembodohan dan pelanggaran hukum.

Pengunjukrasa minta DPRD Sumut segera mengambil tindakan agar tidak menjadi aib bagi seluruh masyarakat Indonesia dan segera mendesak pihak-pihak terkait khususnya Kapoldasu agar serius menangani masalah yang sedang merajalela di Nisel.

GPN minta seluruh kroni yang terlibat penyelewengan pengumuman CPNS Nisel harus dipenjarakan dan memproses para pelaku rekayasa, serta mengadili Kepala BKD Nisel.

Aksi unjukrasa yang digelar GPN bersamaan dengan rapat paripurna dewan dan usai menyampaikan orasi tanpa diterima anggota dewan yang sedang mengikuti rapat paripurna pembahasan masalah RP-APBD 2009. Massa meninggalkan gedung dewan dengan tertib. (SIB, 5 Agustus 2009)

One Response to “Lagi, Seratusan Massa GPN Demo Minta Poldasu Tangkap Kepala BKD Nisel”

  1. 1
    Honogododo Says:

    Saya sangat setuju dengan aksi yang dilakukan oleh GPN,dan memang itu adalah fakta bahwa penerimaan CPNS Nisel syarat dengan KKN,dan bukan sesuai dengan Prosedur yang ada tapi berdasarkan kepentingan,sehingga yang berhaklulus sesuai hasil ujian yang dikeluarkan oleh USU,bukannya diumumkan lulus menjadi CPNS,dan malah dinyatakan tidak Lulus,dan saya sangat menyayangkan pernyataan Poldasu yang menegaskan “Tidak ada unsur KKN” adalah sebuah komentar yang malas bekerja,padahal jk Poldasu mau,tentunya gampang dong untuk membuktikannya.Poldasu tinggal minta data hasil ujian dari USU Medan,nama nama peserta ujian CPNS,dan nama nama yang diluluskan,dan selanjutnya melakukan perbandingan dengan hasil Nilai dan Daftar nama yang lulus menjadi CPNS

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

August 2009
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31