Arti dan Makna Salam “Ya’ahowu”

Oleh: Pdt. Dal. Zendratö, STh.*

Kalau kita ke pulau Nias pasti kita mendengar ucapan Ya’ahowu, demikian sesama orang Nias kalau bertemu diawali dengan ucapan Ya’ahowu. Memang harus demikian. Ya’ahowu adalah salam dalam bahasa daerah Nias. Masalahnya, apakah pengucap atau pemakai salam Ya’ahowu pernah berpikir arti dan makna Ya’ahowu secara bentuk kata (morfologi) ? Karena kata Ya’ahowu sesuatu yang lumrah dan biasa diucapkan oleh masyarakat Nias, lalu untuk apa berpikir sejauh itu, bagi awam merupakan hal yang wajar, tetapi bagi kaum intelektual tidak demikian karena sifat intelektual selalu mencari tahu dan mendapatkan tau akan sesuatu. Untuk itu melalui tulisan ini, penulis menyajikan kepada pembaca uraian kata Yaahowu ditinjau dari segi ilmu bahasa pada umumnya dan dari segi morfologi pada khususnya.

Yaahowu terdiri dari 3 kata yang sudah dipadukan sehingga mendapat bentuk kata baru dan mempunyai arti tersendiri pula. Ketiga kata itu ialah: 1. Howu, 2. A, dan 3. Ya. Pertama, howu dalam bahasa daerah Nias berarti bagian yang lembut, segar dan sedang tumbuh atau berkembang pada suatu tanaman. Sebagai contoh ialah howu lewuö terjemahannya rebung, howu gae artinya bagian tengah batang pisang yang lembut, berwarna putih, segar dan sedang bertumbuh, howu nohi adalah bagian dalam pada puncak pohon kelapa yang berwarna putih, lembut, enak dimakan dan sedang bertumbuh.

Kedua, vokal ‘a’ pada kata ahowu, adalah awalan yang berfungsi menyatakan sifat dari kata yang diawalinya. Jadi bila howu duduk sebagai kata benda maka ahowu duduk sebagai kata sifat. Sehingga ahowu artinya mempunyai sifat seperti howu.

Ketiga, kata ‘ya’ adalah awalan yang berfungsi menyatakan bentuk optatif pada kata ahowu. Apa itu bentuk optatif ? Kata optatif berasal dari bahasa Latin yaitu optare artinya mengingini. Optatif dapat diterjemahkan dengan moga-moga atau sudi apalah kiranya. Bentuk optatif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tidak ditemukan, tetapi bentuk optatif ini dapat ditemukan pada bentuk kata kerja dalam bahasa Yunani. Memang dalam bahasa Yunani bentuk optatif hanya dipakai pada kata kerja, tetapi dalam bahasa daerah Nias, selain pada kata kerja dipakai pula pada kata sifat. Contoh: “ya’i’a ia mao” artinya semoga kucing memakannya. Untuk kata sifat “Ya’atulö ndra’ugö mane marafadi” artinya semoga anda tulus seperti merpati.

Jadi Yaahowu artinya ialah semoga lembut, segar dan terus bertumbuh seperti howu.

Pada umumnya pengartian dan pemaknaan kata Ya’ahowu diterjemahkan dengan “selamat”, tapi tidak menampung persis arti yang sebenarnya sebab “selamat” pengertiannya menuju kepada terbebaskannya dari sesuatu bahaya atau maut dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan kata fahowu’õ yang dapatditerjemahkan “berkatilah” ? Kata fahowu’ö merupakan bentuk kata kerja dari kata howu, namun dengan pemahaman memberi sesuatu yang adi kodrati, yang membuat si penerima segar, berbahagia dan terus bertumbuh atau berkembang.

Kembali kepada salam Ya’ahowu, apakah berasal dari kata yang menyatakan yang kodrati yaitu howu atau menyatakan adi kodrati yaitu howu-howu ? Kepada pembaca yang budiman dipersilakan meneliti dan menimbang, namun penulis berpendapat bahwa kata Ya’ahowu berasal dari kata yang menyatakan kodrati yaitu howu dan menjadi kata sifat yaitu ahowu dan terakhir mendapat bentuk optatif yaitu Ya’ahowu.

Kepada pembaca yang budiman dipersilahkan untuk merenungkan kalau dikatakan “Pesta Ya’ahowu” apakah terdapat dalam pemahaman si pengucap bahwa pesta yang mengharapkan atau menginginkan sesuatu yang terus segar, bertumbuh atau sesuatu yang terus segar berkembang, dipersilahkan untuk memberi pendapat.

*Artikel ini muncul dalam Media Warisan (Terbitan Museum Pusaka Nias) Edisi no. 5 tahun I Juni 2000, hal. 7.

About the author

nias

Situs budaya, bahasa dan aktualita masyarakat Nias


Leave a comment ?

18 Responses to Arti dan Makna Salam “Ya’ahowu”

  1. Darman zebua says:

    salam Yaahowu juga mengindikasikan masyarakat nias mencerminkan
    masyarakat yang suka menyanjung orang lain,suka tidak suka sifat oang nias adalah lain di bibir lain di hati.

  2. Marthin Zendrato says:

    Ya’ahowu
    Perkenalkan sy Marthin Zendrato kelahiran Tapanuli Selatan dan saat ini berada di jayapura – papua dan Tamat sd udh merantau dan Puji tuhan selama berpetualang dapat meneylesaikan pendidikan dan Sarjana Komputer dan saat bekerja dibidang pendidikan.Harapanku pada awal maret 2009 ingin mau kenias dan maslah bahasa masih lancar pake bahasa daerah nias
    Salam Sejahtara bagi kita semua,sy bangga sekali sebagai org nias walau belum pernah menginjakkan kaki ke pulau nias setiap perkembangan nias selaku sy ikutin perkembangannya

  3. baja lahusa says:

    yaahowu amagu fandita! saohagolo jinangea bua gera-era sino ofaema moroi basitus Yaahowu, Eluaha Yaahowu.uandro enao nami bee geluaha “Yaahowu” da aboto badodo sombaso mifaigi nasa jinangea mololohi ba sifatofa ba dodo niha. YAAHOWU! saohagolo.

  4. Sebetulnya asli kata Ya’ahowu berasal dari salam di wilayah Nias Selatan pada zaman dahulu ” Ya’ugo, ya’ami”
    Ketika seseorang tamu datang lalu disapa dengan ” He Ya’ugoa!
    Ketika banyak tamu datang lalu disapa dengan ” He Ya’ami!

    Di dprd Nias tahun 50-60-an pada saat itu banyak anggota dewan dari budayawan seperti Ama Rozama Mendrofa, Ama Yana Zebua,dll mereka mencaiptakan suatu salam dalam bahsa Nias : yang digabungkan antara salam dari wilayah nias selatan dan kata Yahwe, howu-howu, sehingga terbentukalah kata ” Ya’ahowu”

    Sumber ini saya dapatkan ketika saya murid di SMP bintang laut yang dijekaskan oleh Bapak Edwar Telaumbanua,BA alias ama Hilton sekitar tahun 1977 sebelum pindah ke Gunungsitoli

  5. Redaksi says:

    Pak Winfrid Fau,

    Terima kasih atas kunjungan ke Situs Yaahowu; kami mengharapkan kontribusi Anda selanjutnya.

    Informasi di atas kiranya kurang tepat.

    Dalam Soera Gamaboe’oela Li Sibohooe H. Sunderman yang terbit di Amsterdam 1911 dan dicetak ulang oleh LAI Jakarta 1984, kata “Yaahowu” (ditulis menggunakan ejaan Van Ophuysen: “Ja’ahowoe”) sekurang-kurangnya muncul 9 kali, yakni dalam Matius 5:1-12, yang lebih dikenal sebagai “Kotbah di Bukit” atau “Ucapan Bahagia”.

    Ayat 3: Ja’ahowoe zi noemana tõdõ, me chõra mbanoea zoroego andrõ.
    Ayat 4: Ja’ahowoe zebolo tõdõ, me ja’ira zochõ oelidanõ dania.

    dst … dst.

    Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru edisi Bahasa Indonesia, padanan ‘Ja’ahowu’ adalah ‘Berbahagia’, dalam Alkitab berbahasa Inggris: ‘blessed’ yang berarti: ter(di)berkati – jadi lebih dekat dengan pengertian kata Yaahowu dalam Li Niha.

    Lihat juga diskusi di bawah artikel: Bõwõ Dalam Adat Nias.

    Ya’ahowu,

    Redaksi

  6. Alex says:

    Selamat sore
    Saya alex, berdarah nias, tidak pernah ke nias dan tak bisa bahasa nias. katanya sih kakek saya Zendrato dan nenek saya Zebua.
    Senang bisa baca situs ini
    Tx

  7. Fantasi Laia says:

    ya’ahowu itu juga berarti ucapan salam atau selamat datang. sering dugunakan dalam menyambut hari besar atau untuk menerima tamu….

  8. uthe zalukhu says:

    Salam Yaahowu merupakan ciri khas Ono Niha terutama di Perantauan dan di Nias sendiri yang tidak bisa hilang sampai kapanpun. Saohagolo

  9. Amonio Halawa says:

    menurut saya kata yaahowu memiliki dua suku kata : “Yaa” dan “Howu”, Yaa berarti “Semoga ada” sedangkan Howu berati : “Berkat”, jadi kalau disimpulkan artinya “Semoga ada berkat”

Reply to Rosman B Mendrofa ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>