Ribuan Masyarakat Demo, Tuntut Bupati Nisel Mundur

Saturday, July 19, 2008
By nias

Telukdalam, (Analisa) – Ribuan masyarakat Nias Selatan (Nisel) terdiri dari Forum Persatuan Mahasiswa Nisel (Frontal), Forum Pengawal Pemerkaran Pembangunan Kabupaten Nisel (FP3 Kanisel) dan pekerja gelar aksi demo, Kamis (17/7) menuntut Bupati Nisel, Fahuwusa Laia, SH. MH segera turun dan jabatannya.

Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah spanduk, poster serta melakukan long march dari Simpang Lima Kota Telukdalam menuju Kantor DPRD dan berakhir di Kantor Bupati Nias Selatan Jalan Lagundri Km 7.

Sebelumnya, aksi mahasiswa tergabung dalam Frontal mengitari Simpang Lima Kota Telukdalam, dalam orasinya yang disampaikan Hubertus Manao menyampaikan, pihaknya menilai keadilan di bumi Nias Selatan selama Bupati Nisel memimpin sudah tidak ada lagi serta cita-cita dan tujuan pemekaran Kabupaten Nisel sendiri sudah terlupakan.

Pihaknya atas nama mahasiswa Nisel minta kepada pihak penegak hukum untuk segera mengaudit dan menangkap para pelaku koruptor yang kian hari kian merajalela di bumi Nisel.

Selanjutnya mereka juga menduga penerimaan CPNS tahun 2004 dan 2005 sarat dengan kecurangan dan pengangkatan para tenaga honorer di lingkup Pemerintah Daerah Nisel fiktif serat penggunaan dana BOS dan BKM disinyalir tidak tepat sasaran

Usai melakukan orasinya, sejumlah mahasiswa melanjutkan orasinya bergabung dengan para elemen lainnya yang berada di kantor Bupati Nisel.

Sementara itu, di kantor DPRD Nias Selatan, ribuan massa dalam orasinya mengultimatum dan mendesak agar segera melanjutkan hak interplasi dan hak angket yang sudah mulai digelar pada tahun sebelumnya, prihal pemberhentian Fahuwusa Laia, SH, MH dari jabatan Bupati Nias Selatan.

Menanggapi tuntutan massa, Ketua DPRD Nias Selatan, Hadirat Manao berjanji akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sembari meminta agar massa bersabar dan tidak berbuat anarkis. Mendapat jawaban itu, massa melanjutkan aksinya menuju Kantor Bupati Nias Selatan.

Di tempat terpisah di kantor Bupati Nias Selatan, ribuan massa yang bergabung dari beberapa elemen tadinya memaksa masuk hingga di depan ruangan kerja bupati dan wakil bupati.

Di tempat itu, massa menyampaikan orasinya yang terdiri 18 point di antaranya meminta pertanggung jawaban Bupati dan Kabag Keuangan atas dana APBD tahun 2006 senilai Rp10 miliar lebih yang diduga telah diselewengkan yang pencairannya tanpa surat perintah membayar (SPM) dan telah menjadi temuan BPK.

Menuntut

Selain itu, massa juga menuntut agar Bupati Nias Selatan mengembalikan tanah rakyat yang telah dirampas di Alooa dan Silambo yang diperuntukkan untuk pembangunan bandara udara.

Tuntutan lainnya yakni, mencopot Kabag Kepegawaian dan meminta pengusutan serta pembatalan pengangkatan puluhan tenaga honor menjadi CPNS di lingkungan Pemkab Nisel, karena diduga tidak memenuhi prosedur alias fiktif.

Massa juga mendesak agar HL, SH M.Hum dicopot dari jabatannya sebagai Plt Sekda Nisel karena diduga menyelewengkan dana survey bandara udara Silambo sebesar Rp1 miliar yang hingga saat ini belum dipertanggungjawabkan.

Selain itu, mereka meminta pengusutan kekayaan Bupati Nias bersama sejumlah kroni-kroninya di antaranya Plt Sekda, HL, SH M.Hum, Kabag Keuangan, BH dan Kabag Kepegawaian, AL yang diduga kekayaan mereka dari hasil praktek korupsi.

Unjuk rasa ribuan massa sempat kecewa karena tidak berhasil bertemu dengan Bupati Nias Selatan. Massa hanya diterima Wakil Bupati Nias Selatan, Daniel Duha, SH dan Plt Sekda, Herman Laia, SH, M.Hum.

Sementara Wakil Bupati Nisel Daniel Duha, SH di hadapan ribuan masa mendukung aksi atau tuntutan massa sebab berbagai keputusan dan kebijakan yang dibuat Bupati Nisel selama ini tidak pernah dikordinasikan kepadanya termasuk menyangkut masalah CPNS dan penetapan para pejabat eselon.

Daniel Duha mengegaskan bila dirinya terlibat dalam sejumlah dugaan penyelewengan di Nias Selatan, ia bersedia mundur dari jabatan dan siap untuk diperiksa aparat penegak hukum.

Sedangkan Plt Sekda Herman Laia SH. M.Hum pada kesempatan itu tidak dapat berbicara banyak karena masa selalu menginterupsi dan mendesak agar Herman Laia segera dicopot dan turun.

Aksi yang diperkirakan berlangsung selama kurang lebih dua sampai tiga jam itu mendapat pengawalan ketat dari personil Polres Nisel yang dipimpin Wakapolres, Kompol Andreas Karo-Karo. (kap) (Analisa, 19 Juli 2008)

Tags:

2 Responses to “Ribuan Masyarakat Demo, Tuntut Bupati Nisel Mundur”

  1. 1
    kader Says:

    salut buat bung hubertus manao

    ini baru anak gmni

  2. 2
    Talizomboi Laia Says:

    meskipun perjuangan Bamus pernis berhasil , namun kami selalu mengucapkan selamat dan sukses buat Pak Herman Laia dan teman-teman semoga tidak melupakan teman-teman lama yang telah ikut berjuang untuk pemekaran Nias Selatan, secara pribadi banyak perobahan terhadap diri teman-teman setelah menjadi pejabat di Nias Selatan, memang begitulah life style kita selamat berjuang terus mudah-mudahan apa yang saya alami menjadi pengalaman sejaran buat saya, terimakasih Buat Pak Herman Laia.

    Dari Talizomboi Laia
    mahasiswa S2 MM UDA Medan

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2008
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031