Diskusi Pembentukan Provinsi Tapanuli

Saturday, November 25, 2006
By nias

*Berpotensi Memecah Harmoni

Dalam diskusi di Medan, muncul pendapat yang mengkhawatirkan Provinsi Tapanuli justru akan memecah hubungan antaretnik di Sumut yang sudah harmonis.Medan, Batak Pos
Sesungguhnya Provinsi Sumatera Utara adalah miniature Indonesia. Di dalamnya terdapat beraneka suku, agama, tradisi, bahasa, arsitektur, kebudayaan, dan lainnya. Semua komponen itu hidup harmonis sampai kini. Namun ia bisa berantakan hanya gara-gara wacana pembentukan Provinsi Tapanuli.

Pendapat ini dikemukakan akademisi asal Jakarta Basyral Hamidy Harahap dalam Seminar Nasional tentang Provinsi Tapanuli yang digagas oleh sebuah surat kabar nasional di Hotel Danau Toba Medan, Jumat (10/11).

“Keharmonisan di Sumatera Utara sebagai daerah yang paling aman dari kerusuhan sara, bisa terusik. Sebab pembentukan Provinsi Tapanuli akhirnya akan menimbulkan persaingan tidak sehat di kalangan komunitas Batak, ” kata Hamidy.

Hamidy menyarankan agar para penggagas Provinsi Tapanuli lebih menjaga keharmonisan dan ekuilibrium miniatur Indonesia ini, ketimbang memicu konflik sosial. Hamidy menegaskan, latar belakang yang mengilhami pembentukan Provinsi Tapanuli, yakni karena daerah ini dulunya bekas keresidenan, tidak bisa dijadikan alasan untuk menggolkan provinsi baru. Kenyataannya, banyak bekas keresidenan di Indonesia tidak dimekarkan menjadi provinsi baru seperti Bogor, Cirebon dan Priangan di Jawa Barat. Juga Banyumas, Kedu, Pekalongan, Rembang dan Semarang di Jawa Tengah. Besuki, Malang, Madiun, Kediri, Surabaya, Madura dan Bojonegoro di Jawa Timur, serta Palembang di Sumatera Selatan, juga bekas keresidenan yang tidak dimekarkan menjadi provinsi.

Berlainan Mimpi
Pandangan senada dikemukakan Guru Besar Antropologi dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Usman Pelly. Pellly, dalam makalahnya berjudul ‘ Provinsi Tapanuli Tanpa Tapanuli Selatan’ , mengatakan bahwa banyak orang bertanya-tanya mengapa wacana pembentukan Provinsi Tapanuli itu tidak menyertakan Tapanuli Selatan.

Setelah ditelaah, ternyata antara masyarakat Tapanuli Utara dengan saudaranya di Tapanuli Selatan, beda pandang dalam memecahkan suatu masalah penting, seperti menghapus ‘Peta Kemiskinan Tapanuli.’

Dalam disertasi Dr. Lance Castles berjudul “The Political Life of a Sumatran Residency: Tapanuli 1915-1940” yang dikutip Pelly disebutkan, masyarakat Tapanuli Utara yakin bahwa provinsi diperlukan untuk menghapus peta kemiskinan itu. Sedang masyarakat Tapanuli Selatan tidak demikian.

“Pembentukan Provinsi Tapanuli, bila menjadi kenyataan, akan diratapi oleh orang Sipirok, Angkola, dan Mandailing Natal. Ibaratnya, masyarakat Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan itu tidur satu bantal, tapi berlainan mimpi,” papar Pelly.

Tangkal Sumatera Timur
Pandangan staf pengajar FISIP USU Ridwan Rangkuti sedikit lain. Dia melihat pembentukan Provinsi Tapanuli itu justru menjadi pemicu kemunculan Negara Sumatera Timur (NST). Padahal integrasi Residensi Tapanuli ke dalam Provinsi Sumatera Utara bersama Residensi Sumatera Timur, adalah untuk membuat pemerintah tidak terus khawatir akan kemunculan kembali NST itu.

“Residensi Tapanuli itu jelas disposisikan sebagai alat untuk menjaga Sumatera Timur. Terbukti dengan ditempatkannya sejumlah pejabat gubernur yang berasal dari Tapanuli, seperti Telaumbanua, Raja Jungjungan Lubis, Marahalim Harahap, EWP Tambunan, Kaharuddin Nasution, Raja Inal Siregar, dan Rudolf Matzuoka Pardede,” kata dia.

Sementara itu, Sekdaprov Sumut Muhyan Tambuse yang membuka acara seminar atas nama Gubernur Sumut, sejak awal sudah menyatakan bahwa Pemprov Sumut tidak punya kepentingan apa-apa soal pendirian Provinsi Tapanuli.

“Sepanjang telah memenuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku, tidak ada alas an bagi Pemprov Sumut untuk tidak meneruskan usul pembentukan ke DPRD Sumut untuk mendapat persetujuan,” kata Muhyan.

Rektor Universitas Dharma Agung (UDA) Medan Robert Sibarani dalam makalah, ‘ Hita di antara Utara dan Selatan,’ mengimbau pembentukan Provinsi Tapanuli tidak diperdebatkan lagi. Sebab, tuntutan pembentukan itu semata-mata untuk penghapusan peta kemiskinan di Tapanuli demi mensejahterakan masyarakat.

*Sumber: Harian Umum Batak Pos, 11 November 2006, halaman 2 kolom 2, 3, 4.

5 Responses to “Diskusi Pembentukan Provinsi Tapanuli”

  1. 1
    Tongam Says:

    Salam!!
    sauadara sekalian, pertama dalam hidup ini kita jangan selalu punya pikiran pesimistis, makanya rakyat kita indonesia susah maju karena berpikir pesimistis.
    apa yang harus diragukan dalam hal pembentukan Protap, karena itu bukan daerah tandus dan tidak punya SDA, apa selama ini yang terjadi yaitu PEMBIARAN, contoh SUMUT kurang listrik, padahal ada jawabnya tinggal membangun pembankit di sungai asahan, begitu juga pariwisata, tinggal memoles sedikit danau toba begitu indah. untuk itu marilah kita dukung protap ini, kebanyakan para analisa diatas belum begitu mengerti protap-nias, dan mungkin mereka tidak peduli dengan pembangunan kawasan tapanuli-nias, kalau saya kira dia orang kawasan tapanuli-nias atau yang peduli pasti mendukung masalah ini.
    untuk itu siapun yang memberi komentar harus melihat maksudnya dan ada apa dibelakangnya,
    bagi saudara\i yang peduli kawasan tapanuli-nias MARI KITA DUKUNG JADI PROVINSI, kalau hanya mendengar orang diluar kawasan tapanuli-nias kita tidak akan maju.
    kita bisa liat sendiri pemekaran kabupaten juga banyak positifnya apalagi provisi

    Salam
    Tongam J. Manalu
    http://tongam.wordpress.com

  2. 2
    Simiki Says:

    Lae Tonggam Manalu,

    Saya tadinya optimistis sekali Lae, soal Propinsi Tapanuli. Tetapi ketika Protap menodong DPRD dan Bupati Nias Selatan menghibahkan dana sebesar Rp. 22,000,000 (baca dua puluh dua milar) untuk Protap, aku jadi sungguh pesimistis.

    Itu artinya, belum-belum, rakyat Nias Selatan sudah akan tekor Rp. 22 milyar dua tahun pertama berdirinya Protap. Kapan baleknya uang itu? Bagaimana dan kapan pulak Panitia Protap bisa mengembalikan uang itu kepada masyarakat Nias Selatan ?

    Uang Rp 22 miliar dari Nias Selatan itu ibarat investasi Lae. Tapi, pilingku pribadi ini ya … investasi di bakal Protap tidak begitu menjanjikan. Itu yang membuat aku pesmistis Lae. Barangkali Lae bisa memberikan jawaban kepada kita semua ya?

    Horas

    Simiki

  3. 3
    jhonson Says:

    Dear all,

    Kenapa banyak anak Rantau yang pesisimis pembentukan Protap ? Kenapa selalu kwatir dan ada berita tidak ada SDA. Hal yang sangat keliru mengenai sipat pesimis dan jangan anda selalu berpikir yang jelek. Perlu anda tahu bahwa orang tapanuli bukan suku yang pesimis atau gampang menyerah artinya mampu melakukan suatu karya nyata. Anda lihat sendiri bahwa orang batak jumlahnya sangat sedikit dibanding dengan suku lain tetapi orang batak masih terdengar disekuruh jagad raya maupun manca negara.

    Lihat Jepang bukan Negara kaya SDA tetapi kaya pendidikan,,, Maka orang yang selalu mengatakan pesimis adalah manusia yang paling tidak punya harapan,,, belajrlah dengan luas,, ikuti perkembangan Zaman.

    Keputusannya, bahwa Orang batak mampu membangun Provinsi Tapanuli,, Orang batak manusia yang optimis dan siap berjuang,,, berikan Hak orang batak tanpa memandang agama, suku maupun lainya.

    Percaya nga percaya lihat suatu saat penjajahan sudah semakin banyak bukan secara fisik tetapi penjajahan ekonomi maupun politik,,, DAN JELAS Kita harus membentuk Provinsi Tapanuli,,, dan tidak ada alasan tidak jadi.

    Thanks,
    Best Regards
    Jhonson

  4. 4
    dr.Doli M Sitompul Says:

    horas,

    aku sebagai anak rantau, malu kali dengar kalian yang pesimistis dengan kemampuan kampung kalian untuk jadi provinsi paling maju diseluruh negeri ini itulah kalian, ga pernah memahami nilai filosofis perkembangan sejarah, antropologi dan psikologi batak
    sebagai anak rantau, semua ilmu yang ada dirantau hanya ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup kalian,dan ini hanya pola pikir orang dengan inteligensia dibawah 100.

    tapi MAMAK MU,BAPAKMU,OPUNGMU DIKAMPUNG SANA…..DARI DULU MENANAM BAWANG DI LUBANG-LUBANG BATU DAN DI SAWAH YANG TERJAL TAK PERNAH PESIMIS SEDIKITPUN BAHWA KALIAN,ANAK-ANAK YANG TAK TAHU DIUNTUNG, AKAN BISA MAJU DIRANTAU ORANG, DAN KEMBALI MEMBANGUN KAMPUNGMU!!!

    KALOPUN KALIAN BUKAN KELAHIRAN KAMPUNG, BAPAKMU, ATAO OPUNGMU, SEMUA PERGI MERANTAU DENGAN PESAN YANG SAMA
    LAO MAHO TU LUAT NA DAO, BOAN MA NIPI SIAN NA JOLO, BANGUN MA TANO HATUBUAN MU ON, TANO NI BATAK, BONA NI PINASA

    secara antropologi sosial, suku batak memiliki korelasi dngan msyarakat EROPA.
    so, apa yang ada di benak kalian?
    ai nga dialang hamu akka si teal, sian tao ni halak na asing, baru dope sukses, nga lupa be hamu tu tano hatubuanmu….
    pesimistis ini cuma wacana yang dikembangkan oleh orang bodoh yang tidak menginginkan masyarakat batak untuk maju

  5. 5
    Drs.Mangarahon Rambe Says:

    Sudah dari zaman dahulu agenda pembentukan propinsi Tapanuli namun sampai saat ini belum terrealisir.Orang Tapanuli adalah orang yang cerdas secara intelektual.Orang Tapanuli banyak yang berhasil di rantau tapi lebih memilih berdomisili dan mengabdi di kota perantauan.Kondisi ini memunculkan gerakan opsus maduma (marsipature hutana be) yang dipelopori oleh Raja Inal Siregar.Sudahkah kita bangun kampung kita ? Jawab sendiri hai orang Tapanuli.Menurut pendapat saya sebagai orang Tapanuli yang berdomisili di rantau bukan masalah SDM yang dikhawatirkan orang banyak tidak mampu membangun Propinsi Tapanuli,namun barangkali letak ibukota Propinsi nantinya kalau terbentuk.Saudara-saudara yang dari Utara memintak agar ibukota Propinsi Tapanuli berada di Tapanuli Utara,saudara-saudara yang di Selatan memintak agar di selatan.Sekarang mari kita pikirkan dimana letak ibukota propinsi yang paling strategis.Kalau memang Nias dan Nias Selatan juga ikut bergabung,maka menurut hemat saya letak ibu kota propinsi Tapanuli yang paling strategis adalah Kota Sibolga.Dari segi radius dari utara dan selatan ataupun Nias lebih kurang sama.Kondisi lainnya adalah pelabuhan Sibolga.Jangan hanya pelabuhan yang tidak terurus lagi.Bandara mudah terjangkau dari Sibolga ke Pinangsori.Faktor lain barangkali untuk menjaga normalitas adalah di kota Sibolga itu sendiri antar pemeluk agama agak berimbang (mohon maaf saudara-saudaraku dari Tapanuli,kita semua satu oppung).Jangan agama yang menjagi akar masalah.Bukankah telah dikatakan bahwa Sumatera Utara adalah miniatur Indonesia ? Jadikan nantinya propinsi Tapanuli sebagai percontohan miniatur yang lebih baik lagi.Dua saudara yang berbeda akidah namun dapat hidup rukun dan damai.Jangan jadikan agama sebagai faktor penghambat pembentukan propinsi Tapanuli.Kapan lagi saudara-saudaraku kita dapat membangun kampung kita.Kita sudah bersekolah,capek amang dan inang kita untuk menyekolahkan kita,sampai terjual sawah dan ladang.Kalau propinsi Tapanuli terbentuk kan untuk anak cucu kita juga.Biar pohoppu kita nantinya dapat merasakan hasil dari Tapanuli untuk biaya pendidikan mereka.Banyak SDA yang belum digali di Tapanuli.Renungkan saudara-saudaraku,”sere do hape da inang tano Tapanuli on”.Tapanuli kaya.Sudah kita lihat tambang emas di Batangtoru dan bakal banyak lagi tambang-tambang lainnya.SDM orang Tapanuli say pikir mampu untuk mengolahnya.Terima kasih dan mohon juga bahan masukan dari saudara-saudara orang Tapanuli yang ada di rantau untuk memberikan pemikirannya.Horas

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2006
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930