Tokyo – usaha-usaha untuk mengoperasikan kembali sistem-sistem pendingin pada stasiun pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Dai-ichi diteruskan kembali hari ini (Jumat, 25/03) di tengah kegelisahan warga akan kontaminasi radiasi pada makanan dan air makin meluas.

Beberapa bagian dari fasilitas nuklir itu masih belum bisa didekati oleh para pekerja karena tingkat radiasi yang masih tinggi, hal mana menghalangi usaha untuk mengoperasikan kembali sistem-sistem pendinginan pada PLTN itu.

Kamis kemarin (24/03) tiga orang pekerja terekspose radiasi tinggi pada ruang turbin reaktor nomor 3 sementara dua orang dirawat di rumah sakit karena menderita kebakaran akibat berdiri terlalu lama dalam air yang terkontaminasi radiasi dalam ruang itu.

Para pejabat perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (TEPCO) mengatakan hari ini mereka telah mengukur tingkat radiaoaktivitas 10,000 kali lebih tinggi dari tingkat normal dalam air di mana para pekerja berdiri. Air dari reaktor memang biasanya terekspose radiasi tetapi tingkat radiasi yang sangat tinggi ini mungkin merupakan pertanda batang-batang bahan bakar nuklir dalam reaktor itu telah rusak, kata salah seorang pejabat Badan Keamanan Nukir dan Industri Jepang.

Para pejabat berharap mereka bisa mengoperasikan kembali pompa pendingin pada reaktor no 3 Sabtu besok (26/03) yang memungkinkan dimulainya kembali sirkulasi air pendingin.

Keresahan warga Jepang semakin meluas setelah diukur radiasi tinggi pada perkebunan sayur-sayuran di dekat Tokyo. Pada hari Kamis kemarin, para pejabat di Tokyo menarik kembali peringatan untuk menghindari pemberian air dari keran untuk para bayi. Akan tetapi di dua kota lain – Sendai dan Chiba – ditemukan tingkat radiasi yang tinggi pada air minum dari saluran, sehingga larangan untuk meminum air dari saluran air minum tetap diberlakukan.

Sementara itu televisi Jepang pagi ini menayangkan ketiga reaktor PLTN Fukushima yang masih mengeluarkan asap atau uap putih – yang kemungkinan mengandung radiasi. (MNI/brk*)

Facebook Comments