Kata Pembuka Diskusi Online II
E. Halawa*
Selamat datang di Situs Yaahowu dalam rangka Diskusi Online II (DO II) dengan topik: Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nias – Membayangkan Wajah Nias Pasca Program BRR. (more…)
Kata Pembuka Diskusi Online II
E. Halawa*
Selamat datang di Situs Yaahowu dalam rangka Diskusi Online II (DO II) dengan topik: Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nias – Membayangkan Wajah Nias Pasca Program BRR. (more…)
*Pengantar Diskusi Online II Situs Yaahowu
Oleh Ilham Mendröfa dan E. Halawa*
Pengantar
Gempa dahsyat yang terjadi pada tgl 28 Maret 2005 mungkin merupakan bencana terberat yang pernah menimpa masyarakat Nias. Rumah dan harta benda hancur luluh, nyawa manusia menjadi korban. Ketakutan yang amat sangat mencekam masyarakat Nias, harga-harga melambung, dan masyarakat Nias – entah tukang becak atau pejabat – “terpaksa menyatu†di tenda-tenda darurat untuk sekedar “beristirahat†sejenak dari penderitaan fisik dan goncangan jiwa yang teramat dahsyat. Bahkan, di tengah kepanikan yang luar biasa itu, sebagian masyarakat Nias ‘hijrah’ ke luar pulau untuk ‘melarikan’ diri dari kemungkinan terdahsyat: tenggelamnya P. Nias. Hari esok seakan tiada lagi. (more…)
Tulisan untuk Diskusi Online II dapat di kirim ke ni*********@***il.com. Tulisan dapat juga dikirim dengan mengklik “Kirim Berita” di Menu Utama (sebelah kiri halaman ini) dengan mencantumkan nama, alamat, pekerjaan/status, email dan nomor telefon untuk verifikasi bila dibutuhkan. Catatan: Redaksi lebih menyarankan opsi pertama: mengirim ke email redaksi: ni*********@***il.com. Hanya tulisan yang memenuhi persyaratan seperti termuat dalam Tatacara Diskusi yang akan dimuat.
Untuk mempersipkan Diskusi Online II, Redaksi menyiapakn Tatacara dan Aturan sebagai berikut: (more…)
*Tulisan Penutup Diskusi Online I Situs Yaahowu
E. Halawa*
“Nama Tapanuli sebagai aspek geografis dan Batak sebagai aspek etnisitas telah lama dikenal di republik ini, bahkan telah memiliki hubungan khusus dengan negara lain seperti Jerman” Prof. Dr. Robert Sibarani – Seminar Nasional “Pembentukan Provinsi Tapanuli: Dari dan untuk Siapa†di Medan, tanggal 19 Agustus 2006.
“Bupati Nias Dihimbau Segera Memberikan Rekomendasi Setuju Mendukung Pembentukan Propinsi Tapanuli“ Judul Berita Harian SIB, 23 Agustus 2006.
“Siapa yang menghalangi pembentukan Propinsi Tapanuli akan dilindas roda reformasiâ€. Pdt D B Tampubolon, SH STh – SIB tgl 23 Juni 2006. (more…)
Mathias J. Daeli
I
Saya atas nama peserta diskusi; pertama, menyampaikan kepada: Situs Ya’ahowu dan semua para pengunjung atau netters “Ya’ahowuâ€. Salam khas oÂno Niha ini maknanya menggambarkan sifat kerohanian oÂno Niha dalam hidup bermasyarakat. Kedua, secara khusus pula menyampaikan “terima kasih†atau “saohagõlõ†kepada Situs Ya’ahowu atas penyelenggaraan forum diskusi (lebih tepat forum penyampaian pendapat), terkait gagasan pembentukan Propinsi Tapanuli. (more…)
(Kasus: Rencana Nias Keseluruhan Untuk Bergabung Dengan Calon Propinsi Tapanuli)
Noniawati Telaumbanua
PENDAHULUAN
Berlakunya undang-undang Otonomi Daerah di Indonesia yang salah satunya ditujukan sebagai langkah percepatan pembangunan, memberikan peluang bagi seluruh wilayah untuk memekarkan diri dan membuka akses dari keterisoliran daerah masing-masing dengan sistem desentralisasi. Tendensi untuk mempraktekkan undang-undang ini di setiap wilayah di Indonesia tidak seragam tapi hampir dipastikan memiliki kemiripan: tidak ingin terisolir dan kebutuhan untuk menikmati hasil pembangunan yang merata. (more…)
Basyral Hamidy Harahap*
Mr. Dzulkarnain: “Kita tidak pikir pada Tapanuli, sebab kita belum mengetahui bagaimana pendapatan Tapanuli”
Dr. H.J. van Mook: “Saja maksud, bagaimana pikiran orang Batak?”
Dr. Nainggolan: “Djika Daerah Istimewa Sumatera Timur bediri sendiri, ini berarti kematian Batak.” (more…)
Apollo Lase
Ketika deklarasi pembentukan Provinsi Tapanuli, sekitar tahun 2002 lalu, di sebuah tempat di Cikini, Jakarta Pusat, saya kebetulah hadir. Beberapa teman yang lain, seperti Sokhiatulö Laoli, Amosi Lahagu, dan Fenueli Zalukhu juga hadir pada acara itu. (more…)
M.J. Daeli
Rangkuman sementara dari diskusi ini telah disusun oleh Saudara E. Halawa dengan baik. Ternyata hasil renungan para penulis banyak yang dapat dijadikan bahan pemikiran selanjutnya. Harapan dapat lebih mendekati sasaran “kepedulian†yang “digelisahkanâ€. (more…)
E. Halawa*
Tiga minggu pertama Diskusi Online I telah melahirkan sejumlah pendapat dan gagasan baru dan menarik yang terkait dengan rencana pembentukan Propinsi Tapanuli. Hal ini mengingatkan kita akan potensi-potensi terpendam dalam bentuk pemikiran kalau kita diberi kesempatan untuk berpikir, merenung, dan akhirnya menuangkannya dalam tulisan. (more…)
Etis Nehe
Hendak kemana?
Pertanyaan sederhana dan praktis dalam konteks diskusi ini adalah apakah Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan akan bergabung bersama sejumlah kabupaten lain dalam Propinsi Tapanuli (PT) atau tetap di Propinsi Sumut (PS) sambil mempersiapkan pembentukan Propinsi Nias ? (more…)
Mathias J. Daeli
Bola OTDA telah bergulir. UU nomor 22 dan 25 tahun 1999 dengan berbagai peraturan perundangan yang mendukungnya adalah untuk mengakomodasi keinginan daerah berotonomi sebagai Propinsi atau Kabupaten. Dengan semangat demokrasi, tentu tidak ada alasan untuk mengatakan setuju atau tidak setuju pada keinginan suatu daerah berotonomi. Terwujud atau tidak terwujud keinginanm itu tergantung pada persyaratan objektif menurut peraturan perundangan yang berlaku. Demikian halnya terhadap gagasan pembentukan Propinsi Tapanuli. Adalah tidak ada landasan hukum dan tidak etis untuk menolak gagasan itu. Wajar mendukung dan semoga sukses. (more…)
Onie Fau
Beberapa Keuntungan dan Kendala bergabung dengan propinsi Tapanuli
Issue Pemekaran daerah Propinsi Tapanuli tentu saja sangat terkait dengan Pulau Nias yang secara geografis lebih dekat ke wilayah propinsi yang masih tentantive tersebut. Hal ini menuntut pengkajian yang serius, pertimbangan yang matang dan peninjauan dari berbagai aspek. karena hal ini menyangkut masa depan Pulau Nias secara global. (more…)
Daliati H Gulö
Beberapa kabupaten yang merupakan kantong-kantong kemiskinan di Sumatera Utara dengan Pendapatan Asli Daerah yang sangat rendah kini berusaha untuk membentuk sebuah propinsi baru. Pembentukan propinsi baru ini, dapat saya simpulkan sebagai hasil pemikiran yang didasarkan pada keinginan untuk mencari dan menemukan solusi atas semua masalah yang terkait dengan kemiskinan dan keterbelakangan itu melalui upaya bersama untuk menggali dan memanfaatkan semua potensi dan sumber daya yang ada di daerah untuk meningkatkan kegiatan perekonomian daerah dan pada akhirnya memperbaiki kesejahteraan masyarakat daerah itu. (more…)