Archive for the ‘Kamus Nias – Indonesia’ Category

F

Friday, August 19th, 2005

fabesu ks. terkilir. Fabesu gahenia ba wagohi-hoisa. Kakinya terkilir karena lari-lari.

fabö’ö ks berbeda. Sin. faehu. An. fagölö.

fadaö kki protes. Böi go’ö-go’ö manö niwa’önia, fadaö na lö fao ba dödöu Jangan ikuti saja apa yang dikatakannya, protes kalau kamu tidak setuju.

fago kk fago dikatakan pada anjing yang berkelahi. Fago nasu ba wamadöni töla Anjing berkelahi memperebutkan tulang

fagohi kk berlari Lalau fagohi wangawuli yomo ena’ô lô gôna ira teu toho Berlari berlari pulang menghindari hujan lebat.

fagöa kk

fagölö ks sama. Sin. faoma. An. fabö’ö.

fagömö ks dalam situasi sulit, serius atau bahaya. Na simanô wônunia, fagômô ! Kalau sampai begitu amarahnya, berat … (serius sekali).

fahagi kk duduk di pangkuan. Ilau fahagi khô ninania Ia duduk di pangkuan ibunya.

fahandro kk bila dua sungai fahandro keduanya bertemu di sutu lokasi dan dari sana membentuk aliran bersama ke hulu. Fahandro ira Muzõi Ndra. Sungai Muzôi dan sungai Da bertemu.

fahatö ks berdekatan. Fahatö nomoma. Rumah kami berdekatan.

fahea kki usung, pikul bersama. Aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului waoso. Ringan beban yang dipikul bersama.

fahö 1. kb pahat. 2. kki tikam.

fahö’ö kk.

fahulô kk berusaha mendahului yang lain. Fahulô ia wedadao ba ngai zalawa Dia mendahului (sebelum orang lain) duduk di dekat kepala desa. Fahulô ia wangai bate’e kalasi I ba gôfa Dia cepat-cepat memesan kamar kelas I di kapal. Orang fahulö akan sesuatu bila sesuatu itu langka atau susah didapat.

fakaitö kb.  beras merah.

fakao kki siksa, dera, bikin susah, ganggu. Me aefa lara’u ia, ba lafakao Sehabis menangkapnya, mereka menyiksanya. Bôi fakao ia Jangan menganggunya (membikin dia susah).

fakara kk bertengkar, beradu mulut. Arakhagô ero ma’ôkhô fakara ira. Hampir setiap hari mereka bertengkar. fakarasa, fakarakarasa pertengkaran. Sin. fasoso

fakea rôngô kk mengerling. Fakea rôngô ia khô sitania Dia mengerling pada kekasihnya.

fakha kki mengambil ubi jalar dan sekaligus menyiangi rumput di kebun ubi jalar. fakhalö kebun ubi jalar yang siap “dipanen”. mamakha kk.

fakhamô sempat. Fakhamô la’ôtô nidanô fatua lô momolô Mereka sempat menyeberang sebelum banjir datang.

fakhili ks mirip. No fakhili-khili mbawara Muka mereka mirip sekali.

fakhö kk mengeluh dengan mengeluarkan bunyi “kh…”, biasanya karena terlalu capai bekerja atau karena beban pikiran tertentu. Fakhö ia, te so gabula dödönia. Dia mengeluh, barangkali ada kesusahannya.

fakhö kb.

fakhöyö kk bercampur

fakifu kk tutup mata. Fakifu’ô na ôbôzini narô lote Tutup matamu kalau membersihkan langit-langit.

fakitö ks melekat; lengket. famakitö lem.

faku kb & kki cangkul. Moguna khöda whaku ba whamazökhi bandra andre. Kita memerlukan cangkul untuk memperbaiki selokan ini. Möi ita tafaku khöda laza. Mari kita pergi mencangkul sawah.

fakuyu

falefale kb bangku panjang, biasanya dipasang di teras rumah/warung, tidak jauh dari parit. Akha ba gurusi mudadao ndra amada, ba ba falefale dumadao ndraono matua. Biar para orang tua duduk di kursi, para pemuda duduk di bangku panjang.

falele kk memaki, mengucapkan kata-kata kotor.

falo kb pala. Bua falo. Buah pala. Catatan: pada umumnya kata benda di belakang kata “bua” mengalami mutasi awal. Contoh bua ndruria, bua zamba, bua mbowho (kata dasar: duria, samba, bowho). Akan tetapi kata “falo” tidak mengalami mutasi. Kita tidak pernah mendengar bua walo, melainkan bua falo.

falölöwa kb jarum.

falôwa kb pesta perkawinan.

falua kki langsungkan, selenggarakan, realisasikan. Mifalua manô rafe he lô ya’o. Langsungkan saja rapat itu walau saya tidak ada.

falukha kk bertemu. No falukhaga zalawada ba harimbale. Kami telah berjumpa dengan kepala desa di harimbale.

falulu kk mengerjakan sesuatu bersama-sama. Falulu mohalôwô ira wananô famasua ba laza. Mereka gotong royong menanam padi di sawah. falulusa. kb.

fandru kb lampu. Orifi khôda wandru. Hidupkan lampu. Fandru gasi. Lampu petromaks.

fangai kk bersisian, berdampingan. Fangai ira wedadao Mereka duduk berdampingan.

fanikha kb minyak. Fanikha sami. Minyak kelapa. Fanikha tanö minyak tanah. Fanikha nila. Minyak nilam. Fanikha mbu. Minyak rambut. Faniha mbunga. Minyak wangi, parfum.

fao kk ikut serta.

faola kk berbatasan.

faolo

fa’ohe’ö kki kirim. Fa’ohe’ö khöma zura na no örugi khöda. Kirim surat pada kami kalau kamu sudah tiba (di kampung kita).

faoma ks sama. Sin. fagölö. An. fabö’ö.

fasao kki antar. Ae fasao ga’ada sitou ba pôlabuha Antarlah abang / kakak ke pelabuhan. mamasao mengantar, famasao hal mengantar. Môi ia ba Gunungsitoli mamasao ono khônia ba zekola. Dia ke Gunungsitoli mengantar anaknya ke sekolah.

fasôndra kk berkelahi. Ha aefa labadu duo nifarô ba fasôndra ira Sehabis mereka meminum minuman keras, mereka berkelahi. fasôndrata perkelahian.

fasugi kki ingatkan. Fasugi khônia wa lô nibu’ania ômônia Ingatkan kepadanya bahwa dia belum membayar utangnya.

fasui kki kelilingi.

fasuwö kk berperang. fasuwöta kb peperangan.

fatabe kk bersalaman. Milau fatabe (fara’u tanga) Bersalamanlah kalian Sin. fara’u tanga. fatabesa, fara’usa tanga kb.

fatako kk bergulat. Ha mai-mai me lalau fatako, ba lua-luania ba tobali fasôndrata. Hanya main-main awalnya ketika mereka bergulat, tetapi kemudian menjadi pekelahian.

fatalagu kk berpelukan. Me falukha ira ba lalau fatalagu. Ketika mereka bertemu, mereka berpelukan.

fatambu kk/ks? penuh lumpur. No ahori fatambuga wanôrô lala saruru. Kami penuh dengan lumpur melewati jalan yang longsor.

fatandri kb bertanding. Ami dôdôda wamaigi me fatandri bola ira mbanuama mbanuami. Kita senang melihat ketika berlangsung pertandingan bola antara klub dari kampung kami dan kampung kalian.

fatandro kk bertahan. Fatandro ia ba zôndrania Dia bertahan pada pendapatnya. Kalau Anda fatandro akan sesuatu Anda bertahan atau berusaha mempertahankan sesuatu itu.

fatandru kk 1. bertabrakan No fatandru moto ba mbalô zoroso Terjadi tabrakan bis (mobil) di ujung jembatan. 2. beradu kepala.

fatete beturut-turut. Fatete wa’akalania ba mai Dia kalah main judi secara berturut-turut.

fatu kk menyelam dalam waktu yang cukup lama (5 – 15 menit) di sungai biasanya untuk mencari ikan. No möi ia fatu sitou ba namö Mbuaya. Dia sudah pergi menyelam (cari ikan) di lubuk Buaya.

fatua sedang, selagi. Fatua ubadu-badu gôgu idanô me tohare ia. Saya sedang minum ketika dia datang. Mibôzini khôda zalo fatua lô tohare domeda Kalian sapulah lantai sebelum tamu tamu kita datang.

fatundro kk bertentangan, (saling) benci. Fatundro sibai khônia niha da’ô. Orang itu sangat bertentangan dengannya (sangat dibencinya). Apabila Anda fatundro kepada seseorang, Anda sangat membenci orang itu dan selalu berusaha menghindari pertemuan atau bisnisnya apa pun dengannya.

fatuo kk menyengat. Fatuo daringôngô, bôi gadu. Taringôngô menyengat, jangan ganggu.

faturu kk saling mengelak dengan mengunjuk yang pihak lain. Faturu ira wombambaya halôwô da’ô Mereka saling mengelak mengerjakan pekerjaan itu.

fayo kb payung. Fayo karate. Payung kertas.

fayoyosi kb mengejek dengan menirukan ucapan teman bermain

felai kki jilat. Faigi mao da’ö, ifela-felai wiga. Lihatlah kucing itu, dia menjilat-jilat piring.

fese kb pensil. Sin: fetolo.

feta kk tepuk

feti kb. peti.

fetolo kb pensil. Sin: fese.

fofo kb burung.

fökhö kb penyakit. Fökhö tödö. Penyakit jantung. Fökhö ate Penyakit kuning / lever. mofökhö sakit.

föna 1. depan; di depan. dadao ba gurusi tanö föna. Duduk di kursi depan. Ibase’ögö föna nomo. Dia menunggumu di depan rumah. 2. dulu, dahulu. Me föna Dulu (pada zaman dulu). oföna duluan. Oföna larugi moroi khöda. Mereka duluan tiba dari pada kami. ofönai’ö. dahulukan, utamakan. (lih. sia’agö dalam entri: sia’a.)

fönu kb 1. amarah. Lö sidöhö whönunia khö nononia. Belum reda amarahnya kepada anaknya.

förö kk Lau förö na manuköu’ö Tidurlah kalau kamu mengantuk. feförö tidurkan Böi feförö nakhimö tou ba zalo Jangan tidurkan adekmu di lantai.

foto 1. kb foto, gambar. Fa’ohe’ô khôgu fotomô. Kirimlah fotomu kepadaku. Catatan: Kata benda serapan seperti foto umumnya tidak mengalami mutasi awal dalam kalimat. 2. kk potong. Lala foto Jalan potong. Foto gazigu famu’a gômôgu. Potonglah upahku untuk membayar utangku.

fotu kb nasehat. Sökhi na tafondrondrongo wotu zatua. Baik kalau kita mendengar nasehat orang tua.

fufu kki rusakkan. Böi fufu khöda radio. Jangan merusak rdio kita. afufu ks rusak.

fuli kki kembalikan. Fuli wetolo nifalalimö. Kembalikanlah pensil yang kamu pinjam. mamuli mengembalikan. famuli pengembalian, hal mengembalikan. Hewisa wamulida motonia me no tekiko ? Bagaimana kita mengembalikan mobilnya karena sudah rusak ?

fulu sepuluh; puluhan. Dalam Li Niha, angka puluhan dinyatakan dengan angka satuan yang diikuti dengan kata ngafulu atau wulu dari fulu. sepuluh: fulu; dua puluh: dua wulu; tiga puluh: tölu ngafulu; empat puluh: öfa wulu; lima puluh: lima wulu; enam puluh: önö ngafulu; tujuh puluh: fitu ngafulu; delapan puluh: walu ngafulu; sembilan puluh: siwa wulu. Perhatikan “ke-tidak-konsisten-an” pemakaian wulu dan ngafulu untuk menyatakan bilangan puluhan dalam Li Niha !

E

Saturday, September 18th, 2004

ebua ks besar. Banua sebua Kampung besar. fa’ebua dodo rahmat. Göna ia fa’ ebua dödö Lowalagi. Ia mendapat rahmat Tuhan. Sin. kharasi.

edogö kki letakkan (pasang) alat penampung atau penjaring. Wa’oya gi’a edogö gembua. Ikan banyak sekali, pasang embua. (24/03/07).

eheha kb roh. Eheha Ni’amoni’ö. Roh Kudus. lih. laelu.

ehomo kb tiang penunjang rumah tradisional Nias, biasanya dari kayu keras seperti diho.

elea ..

elefu kb sejenis ikan kecil (dengan panjang hingga 15 cm) yang hidup di sungai kecil (mbombo), dagingnya sangat enak.

elemu kb ilmu sihir; magi. Elemu solohe ba wha’ atekiko. Ilmu sihir pembawa kepada kehancuran.

elewazi kb cacing tanah.

eluaha kb arti; makna; terjemahan. Lö u’ila geluaha wehedenia. Saya tidak tahu makna perkataannya. mamo’eluaha kk. mengartikan; menerjemahkan. fo’eluaha kki. artikan; terjemahkan. Boi rörö’ö ba wamo’eluaha fangifi. Jangan sibukkan dirimu (buang-buang waktu) mengartikan mimpi. Fo’ eluaha khöda ba Li Niha niwa’önia. Terjemahkan ke dalam bahasa Nias apa yang dikatakannya.

elungu 1. ks salah; sesat; keliru. Elunguga ba lala me möiga ba mbanuami. Kami sesat di jalan ketika kami pergi ke kampung Anda. 2. selungu kekeliruan; kesalahan Oya zelungu ba mbuku da’ö Banyak kekeliruan dalam buku itu. 3. (niha) selungu orang sesat.

embua kb sejenis jala penangkap ikan. Gagangnya biasanya dari dua batang bambu yang dibuat seperti huruf V. Ujung bawah diikat; kurang lebih 50 cm dari ujung lancip itu dipasang palang kayu. Tangan kiri memegang ujung lancip lalu tangan kanan memegang palang itu. Bagian yang terbuka diarahkan melawan arus sungai dan disentuhkan ke dasar sungai. Dari hulu sungai orang lain memukul-mukul air dengan batang kayu kecil, membolak-balikkan batu dan celah-celah di air tempat ikan bersembunyi. Ini dilakukan dari hulu menuju ke arah embua. Ikan yang coba melarikan diri akan tertahan di embua. Gerakan ikan yang cukup besar dapat dirasakan oleh kaki ketika ia terbentur pada dinding embua. mangembua kk. Mangembua biasanya dilakukan sesudah banjir yaitu sewaktu air sungai masih keruh. No alö molö, mö’ita mangembua. Banjir sudah surut, mari kita mencari ikan dengan embua.

endronga ks serentak; simultan. Endronga wa’atoharera. Kedatangan mereka serentak. (Mereka tiba serentak).

era kb umumnya adalah ulat yang dapat dimakan; seperti era zaku (ulat yang hidup di batang sagu) atau era nohi (ulat ang hidup di batang kelapa).

erege dödö ks capai; letih. Molombasedo ua, erege dödögu. Aku beristirahat dulu, aku letih.

etuna kb kubangan. Börö wha’aukhu, idölö ia ba getuna bawi da’ö. Karena kepanasan, babi itu menuju kubangan.

ewali kb pekarangan rumah; jalan atau tanah kosong di depan rumah tempat orang lalu lalang. No tohare domeda, no so ira ba newali. Tamu kita telah tiba, mereka telah sampai di pekarangan.

ezölö kb tahi gigi. Sin: lengua.

D

Saturday, September 11th, 2004

da 1. mari; biar: Da talau fahuhuo. Mari kita bicara. Da ubabaya: Mari (biar) kukerjakan atau Biar kusentuh. Da ma’era’era: Biar kami pikirkan (pertimbangkan). 2. kki bawa ke sini; kesinikan. Da khögu nono da’ö. Bawa kepadaku anak itu. 3. menyatakan jumlah orang dalam suatu kelompok, dari 2 – 10 orang: darua: dua orang, datölu: tiga orang, daöfa: empat orang, dafulu: sepuluh orang. Untuk menanyakan jumlah orang dipakai kata tanya: Hadauga ? Hadauga zi fao ba gorahua andre ? Berapa orang yang ikut dalam perkumpulan ini ? 4. Da nama sebuah anak sungai terbesar yang bermuara ke sungai Muzöi, dan berasal dari desa Simanaere, kecamatan Botomuzöi.

dada kki turunkan. lih. failo. Ladada raya Hia, lafailo yöu Gözö. Hia diturunkan di selatan, Gözö diturunkan di utara.

dadu kb. dadu, bersisi dan bermata enam, dipakai untuk berjudi. Me tohare wolisi labini’ö dadura si famai. Ketika polisi datang para penjudi menyembunyikan dadu mereka.

dahö-dahö kb teka-teki.

dalaigö kki cobakan, simulasikan

daludalu kb 1. obat. Böi a daludalu na lö fökhö. Jangan makan obat kalau tidak ada penyakit. 2. penawar; pemuas. Molombase ira ba labadu nidanö mbanio daludalu wa’owökhi dödöra. Mereka beristirahat dan meminum air kelapa penawar rasa haus.

danedane kb. alas, landasan, dasar. Danedane gahe Alas kaki. Danedane huhuo Dasar pembicaraan. Danedane nögarada yaia Panca Sila. Dasar negara kita ialah Panca Sila. Sin. lata.

danga kb handel, pemegang, tangkai, gagang. Danga gezoi. Gagang sapu Danga mbalatu. gagang pisau. Danga sebagi entri berbeda dengan “danga” hasil mutasi awal dari kata “tanga” (tangan). Dalam kalimat “Afökhö dangagu“, “danga” berasal dari kata “tanga“. Dalam sebuah kalimat, danga yang mengalami mutasi awal muncul sebagai “ndranga“: Gogohe ndraga mbalatu – Pegang gagang pisau. Catatan: kata-kata benda dengan huruf awal “d” bila mengalami mutasi awal, maka huruf “d-nya menjadi ndr. Contoh lain: duria -> ndruria; duru (gempa) -> ndruru, do (darah) -> ndro.

deha kki cabut Deha gosö’osö da’a. Cabut paku ini.

dehe-dehe kkia iya-iyakan. Dehe-dehe manö niwa’önia. Iya-iyakan saja yang dikatakannya.

dela kb titian. Dela ohi Titian (yang terbuat) dari batang kelapa.

di, di mböhö kb nyamuk. di manu lalat. di awu. agas; binatang bersayap kecil yang berkelompok tinggal di daerah hutan, gigitannya menimbulkan gatal-gatal. Di awu dihalau dari sekitar rumah dengan membuat perapian yang menghasilkan asap banyak.

dilo kb 1. ludah. idanö ndrilo air ludah. 2. diloi ludahi. 3. mangendrilo meludah.

diwa

diho

do kb darah. Ahenia sesokho afönu do. Kakinya yang luka berlumuran darah. mendro berdarah. Mendro gahenia sesokho. Kakinya yang luka berdarah.

doi kb 1. duri 2. sesuatu yang me ….

dozi 1. setiap – Dozi sanörö idanö ba abasö. Setiap orang yang menyeberang sungai akan basah. 2. semua – No dozi fefu niha wemanga. Semua orang sudah makan. Midozigö fefu domeda nidanö. Berikan (air) minum ke semua tamu.

dödöwai

döfi kb 1. bintang. No hauhau dalumbanua bongi andre, oroma fefu ndröfi. Langit begitu cerah malam ini, semua bintang kelihatan. 2. tahun. Döfi si hönö a siwa ngaotu a fitu ngafulu. Tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh. fabalisa ndröfi. Pergantian tahun. 3. umur. Ha’uga ndröfiu iada’a ? Berapa umurmu sekarang ?

döhö ks sembuh, reda. No döhö whökhögu. Penyakitku sudah sembuh. Tebai mofanö ita, lö si döhö deu. Kita tidak bisa pergi, hujan belum reda.

döla-döla kb tiang.

döni kki tarik.

dönisi ajak

döröhöwa ks panik, tidak tahu berbuat apa. Döröhöwa ia me tohare dome. Dia panik ketika tamu datang.

Döröngasa kket dengan susah payah. Döröngasa awai nomo andre khöma. Rumah (kami) ini selesai dibangun dengan susah payah (misalnya: karena mengalami kesulitan dalam hal pembiayaan).

dudu biarkan, lepaskan

duhu benar Duhu da’ö (Hal) itu benar.

duri kb sejenis alat musik tiup (Jewish harp)

duria kb durian. Kecuali apabila muncul sebagai kata awal sebuah kalimat, duria umumnya akan mengalami mutasi awal sehingga menjadi ndruria. Ami sibai ndruria da’a. Durian ini manis sekali. No atoru ndruria, möi ita tahalö. Durian sudah jatuh (dari pohon) mari kita ambil.

C

Saturday, September 11th, 2004

cama kb. camat. No tohare namada Cama. Bapak Camat telah tiba.

cara kb. cara. Lö u’ila cara wangorifi televisi da’a. Saya tidak cara menghidupkan televisi ini.

B

Saturday, August 7th, 2004

ba 1. di Lö ya’ira ba da’a. Mereka tidak ada di sini. Yaŵa ba (dete) meza so mbuku-bukura. Barang (bawaan) mereka ada di atas meja. 2. ke Möi ira ba harimbale. Mereka pergi ke harimbale. 3. terhadap; akan No fagölö-gölö dödönia ba ndraononia. Dia tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.

ba’a 1. kb sumur Tohare zui lökhö sara, ogo’ö nidanö ba mba’a Musim kemarau datang lagi, sumur mengering. 2. i hempang; rintangi Ba’a ira ena’ö böi möi ira bakha Rintangi mereka agar mereka tidak masuk ke dalam. Böi ba’ado ba le Jangan merintangi sayalah.

ba’e kb monyet, kera Am: So wofo yaŵa mba’e Ada burung di atas kera. Sebuah pepatah untuk mengingatkan bahwa kita mempunyai keterbatasan, bahwa ada orang lain yang mempunyai kelebihan, dan karenanya kita tidak boleh menyombongkan diri.

baho 1. kb jurang. No aekhu moto sitou ba mbaho. Bis jatuh ke dalam jurang.2. kb persoalan; kesulitan; jebakan; atau hal-hal yang merugikan lainnya. Böi ekhugödo ba mbaho. Jangan jatuhkan saya ke dalam jurang (= Jangan bawa saya ke dalam persoalan atau kesulitan).

balago kb berlaga, berkelahi.

balalu kb kelapa muda. Idanö mbalalu Air kelapa muda.

balatu kb pisau. Dali khöda mbalatu, tataba manu. Asah pisau, kita memotong ayam.

balazi terserah, tergantung, pedoman. Balazi ami, hadi ndra’aga sa. Terserah kalian, apalah kami. Ta’be balazida linia. Kita pedomani pendapatnya.

banio kb kelapa Mogao banio ninada. Ibu memarut kelapa. Banio so’öli (sokôli) = buah kelapa kering. Id. banio soyo (har. kelapa merah) kata makian / umpatan yang menandakan bahwa pengucapnya marah besar. Kata itu sepadan dengan kata batu soyo = batu merah. lih. balalu

bayakomo kb kadal, sejenis binatang melata. Am: Sibaya mbayakomo na mamasi. Har: Kadal pun kalau lagi panen dipanggil “paman”. Ini menyindir sifat buruk manusia yang terkadang menganggap rendah sesamanya, tetapi kemudian menunjukkan rasa persahabatan (kedekatan) ketika orang itu mendapat keberuntungan dalam hidupnya.

batule ks botak.

bareto kb membuat perhitungan mengenai utang piutang. Na no awai harimbale ba bareto ndra sogale. Kalau harimable sudah usai para pedagang mengadakan perhitungan utang piutang.

baewa kb belut. Baewa ana’a. Belut emas, kulitnya berwarna hitam/coklat tua campur kuning. Baewa ulö. Belut berwarna hitam/coklat tua.

balöduhi kb lutut.

baomo di rumah. Haniha zi so baomo ? Siapa yang ada di rumah ? baomo singkatan dari ba nomo.

baso kki baca. mombaso membaca. Böi ombaso ba zogömigömi, afökhö höröu. Jangan membaca di tempat gelap, matamu sakit.

bate’e kb kamar. Wa’oya mbate’e ba nomonia sibohou mufazökhi. Banyak sekali kamar di rumahnya yang baru dibangun.

bato kki hentikan. Bato wamadumadu tuo, itugu monönö gehau. Hentikan meminum tuak, batukmu makin menjadi-jadi.

bawa 1. kb mulut. Afusi mbawha. Pucat karena takut. 2. kb latih. Bawa khöda nasu, lö ara tö möi ita malu. Latih anjing kita, tidak lama lagi kita akan berburu.

bawandruhö kb pintu Sin. kalu

bawa 1. bulan. Hadia mbawa wa’atumbumö ? Kamu lahir pada bulan apa? 2. telaga; danau. Bawa Galilaia Danau Galilea. 3. bawang. bawa safusi bawang putih. bawa soyo bawang merah.

bego benggol; satuan mata uang sebesar 50 sen.

bekhu kb hantu.

bele kb kaleng dari logam Bele wanikha tanö Kaleng minyak tanah.

Betilekhema Betlehem, kota kelahiran Yesus Kristus. Ba Mbetilekhema tumbu Yesus Keriso. Yesus Kristus lahir di Betlehem.

beta kki angkat/keluarkan/pindahkan dari sutu tempat. Beta mbuku andre moroi ba meza. Pindahkan buku ini dari meja.

beto kb kandungan.

betua kb kapur sirih, kapur tulis.

betu’a kb. usus betu’a ebua usus besar

bewe kb bibir. Soya bewe Orang yang suka membesar-besarkan atau menambah-nambah suatu berita untuk mencari perhatian atau untung menimba keuntungan.

bo kb 1. paru-paru. Omuso khögu dödö yawa gate, omuso khögu dödö yawa mbo. Jantungku yang di atas hati, yang di atas paru-paru gembira (sering muncul dalam Hoho (syair). 2. bara. bo galitö bara api.

bogo kb landak, binatang dengan bulu dari duri-duri panjang.

boroe kb biawak. Boroe si dua lela Orang yang perkataanya tak bisa dipercaya.

botoboto kb botol.

bo’ö kb pipi.

böböi kb keringat. Yae handru, osi mböböimö. Ini handuk, lap keringatmu. aböböi. berkeringat. Aböböi ia ba whagohigohisa. Dia berkeringat karena lari-lari. ahele böböi berkeringat banyak sampai mengucur. fakitö böböi. Setelah seseorang berkeringat lalu keringatnya mengering, dikatakan: fakitö böböi ia.

böiböi kb tetes. Na afökhö hörömö ba be’e daludalu hörö, tolu böiböi. Kalau matamu sakit, berikan obat mata 3 tetes.

böka kb kelambu. -> lih. kolambu.

bönökha 1. tempat di sungai atau telaga yang telah dihempang dengan lumpur dan batu-batu agar ikan yang terkurung di dalamnya tidak bisa lari. Lalu air yang terkurung dikeluarkan hingga habis, sehingga ikan-ikan kelihatan lalu ditangkap. 2. sesuatu yang dikerjakan orang; lih.

olaura. Tebai ilau si samösa da’ö, da’ö bönökha zato . Itu tidak bisa dikerjakan oleh satu orang; itu kerjaan orang banyak.

bönökhi kki cukupkan.

börösisi kb tumit. Fangali mbörösisi, fangali mbu’u kawono. Har: Pengganti tumit, pengganti mata kaki. Artinya: penerus generasi. Ini adalah panggilan (dan sekali gus harapan) orang tua terhadap anaknya.

bözini kki sapu. Bözini khöda zalo. (Tolong) Sapu lantai.

bu kb rambut. bu mbewe kb kumis.

buaya kb buaya. Wa’oya mbuaya ba Noyo. Banyak buaya di sungai Oyo.

bue kb buaian. No mörö nakhida, ae fagaya ba mbue. Adik sudah tidur, tolong letakkan di buaian.

bulu kb daun Bulu gowirio Daun singkong Bulu mbala daun pepaya

bu’ukawono. kb mata kaki.

A

Saturday, July 24th, 2004

a 1. huruf pertama dalam abjad Latin yang digunakan dalam Bahasa Nias; 2. kki makanlah. A göu fakhe: Makanlah nasimu. 3. dan (dalam pengucapan bilangan). Hönö a fitu ngaotu a fulu: Seribu (dan) tujuh ratus (dan) sepuluh.

abakha ks 1. dalam. Abakha sibai dögi nikhaora. Dalam sekali lubang galian mereka. fa-: kedalaman. 2. menjadi serius / mendalam 3. abakhabakha’ö kki tambah-tambahi sehingga menjadi masalah; bumbu-bumbui. Böi abakhabakha’ö wanutunö salua khömö: Jangan tambah-tambahi kisah yang kau alami.

abao ks 1. bengkak; 2. binal (untuk anak gadis / perempuan). Si mate abao: Si gadis binal; 3. abao dödö sakit hati. Abao dödögu khönia Aku sakit hati padanya.

abaöbaö ks berpenampilan kaku, tidak ramah, dan cenderung memancing kejengkelan orang lain. No abaöbaö niha da’ö. Sin. dömbadömbaö

abasö ks basah. Abasöga ba deu toho. Kami basah karena hujan lebat. lih. basö

abazöbazö ks masih berair, belum kering betul. No abazöbazö nasa newali: Pekarangan masih belum kering. No abazöbazö geu andre, tebai nasa nitunu. Kayu ini masih agak basah, belum bisa dibakar. Lih. olazalaza.

abe’e ks 1. keras. Eu sabe’e: Kayu keras. Am: Abe’e gae na no okafu: Pisang mengeras kalau sudah dingin. 2. abe’e dödö meyakini (tidak kuatir atau mengkuatirkan) seseorang atau sesuatu. Abe’e dödögu ia. Aku tidak mengkuatirkan dia (yakin akan penampilannya, perjalanannya, dsb.); 3. abe’e dandro keras pendirian; 4. sabe’e tandro orang yang keras pendirian; 5. abe’e högö keras kepala.

abeta ks 1. pindah. No ara me abeta ira moroi ba da’a: Sudah lama mereka pindah dari sini. 2. tersingkir. No abeta ia moroi ba dadaomania: Dia telah tersingkir dari jabatannya. Sin. aheta

abeto ks bunting (untuk binatang berkaki empat: babi, anjing, dsb.). Dipakai juga untuk perempuan yang hamil di luar nikah. lih. beto

abila ks 1. bengkok Eu sabila: Kayu bengkok; 2. abila lala sesat; ungkapan untuk orang yang sesat atau rusak moralnya 3. abila gera’era tidak jujur. Böi fao ba niha sabila era’era: Jangan ikut dengan orang yang tidak jujur.

aboto ks 1. pecah No aboto galasi khöda Gelas kita sudah pecah; No aboto gorahuara perkumpulan / organisasi mereka sudah pecah. Am: He aboto bakha, böi aboto baero: Perselisihan keluarga jangan sampai dibawa ke luar / diperlihatkan di luar. 2. aboto ba dödö mengerti, faham Me no ihaogö wangombakha, awena aboto sibai ba dödögu. Setelah dia menjelaskan dengan baik, saya baru sungguh-sungguh mengerti; 3. kefe saboto uang pecah. lih. arasa, boto

abö’a ks 1. melengkung ke arah belakang, lawan dari bungkuk. 2. manja. Abö’a ia me so ga’ania. Dia manja karena kakak/abangnya bersama dia.

aböda ks 1. urung, tak berkelanjutan. Aböda manö khöra huhuo da’ö: Pembicaraan mereka itu tidak berkelanjutan. Am: Fondrõni zabõda bakha: (har.) Penarik yang urung ke dalam: Sesuatu (misalnya pembicaraan) untuk pemancing agar seseorang mengeluarkan isi hatinya (yang enggan / susah dinyatakannya). 2. aböda lela dalam keadaan sekarat. lih. akandro.

abökha ks 1. retak, pecah-pecah, atau merenggang karena kekurangan cairan. Na aukhu dalu ba ahori abökha mbewe: Kalau panas dalam maka bibir pecah-pecah (sariawan). 2. agabökha pada pecah-pecah. Agabökha danö ba mbawa lökhö: Di musim kemarau tanah pada retak. lih. aukha, agazilazila.

abölö ks 1. kuat. Abölö ia wofanö Dia kuat berjalan; fa-: kekuatan 2. lebat. Teu sabölö: Hujan lebat. 3. ana’a sabölö kb emas murni.

abönö ks cukup. Abönö zi no so, böi nönö sa’e: Yang sudah ada cukup, jangan tambah lagi. lih. bönö, ibönö

abösi ks 1. (mata) penuh dengan kotoran yang mengering, terasa gatal, dan agak susah melihat; diakibatkan oleh penyakit mata. 2. buta 3. tidak mau melihat Böi abösi wamaigi si sökhi: Jangan menghindar melihat kebaikan.

abötu ks 1. (rasa sirih) terlalu banyak kapurnya. Afo sabötu: Sirih yang kebanyakan kapur. 2. terluka tipis di permukaan kulit akibat cakaran atau goresan, dsb. Abötu dangania: Tangannya tergores. 3. mati. Abötu gutu na labe dalu-dalu: Kutu (kepala) mati kalau diobati.

aböu ks 1. bau. So de’u si mate ba zi tambai nomo, aböu sibai. Ada tikus mati di sebelah rumah, bau sekali. 2. aböu bekhu, aböu böhö bau orang yang jarang mandi, atau bau anak yang baru selesai bermain-main.

abu dödö ks 1. sedih, susah. Abu dödögu wo’angeragö. Aku susah memikirkannya. fang-, kb. Oya sibai wangabu dödö ba ginötö iada’a: Banyak sekali kesusahan sekarang. 2. abula dödö kb. kesusahan. Böi nönö gabula dödögu: Jangan menambah kesusahan saya

abu’a ks 1. lunas Lö sahori ibu’a gömönia khögu. Utangnya kepadaku belum habis dibayarnya. 2. berbalas, seri. No möna ia, no abu’a ira. Dia menang, mereka seri.

abua ks 1. berat, sukar. Noro sabua: beban berat. fang-: kb pemberat 2. abua ba dödö Tidak ikhlas. Abua ba dödönia wanolo talifusönia: Dia tidak ikhlas membantu saudaranya. 3. fangabua gölö kb pengendur semangat. Fehedenia sadarö-darö tobali fangabua gölö niha: Perkataannya yang menusuk hati (tajam) mengendurkan semangat orang.

abuabua ks kelihatan “berbobot” karena membawa oleh-oleh atau sesuatu penghormatan kepada pihak lain. Abuabua ia me so ia, i’ohe zumangeda. Dia datang dengan “bawaan berat” ia membawa penghormatan kita.

aburu ks terkelupas (kulit) karena kena cairan panas. Aburu dangania göna fanikha wogore. Kulit tangannya terkelupas kena minyak goreng (panas).

abuso ks 1. kenyang. Abuso sibai ia: Ia kenyang sekali. 2. fangabuso kb rejeki; sesuatu yang dinikmati (konotasi negatif). Sinöndrania no tobali fangabuso niha bö’ö: Penghasilannya menjadi rejeki orang lain. Uso dödö ngalöngalö, fangabuso ndri mböhö: Kegembiraan lalat, pembuat nyamuk kenyang.

abuza (abuzabuza) ks tidak berwibawa, tidak dipercaya orang lagi, ucapannya tidak bernas karena sesuatu (berbagai) tindakannya yang menghancurkan reputasinya. Abuza ba dödö niha na fahuhuo ia: Tidak dipercaya orang kalau dia berbicara. No abuzabuza niha da’ö. Orang itu sudah kehilangan wibawa dan tidak dihormati orang lagi. lih. abozeboze, ahowihowi.

ada’uda’u ks agak takut; takut-takut. Ada’uda’u ia wanörö sibongi ha ya’ia (ha samösa). Dia agak takut pergi malam hari seorang diri.

adada ks 1. melorot; hampir jatuh. Oluo khönia zaraewania, irege adada tou. Celananya kebesaran sehingga melorot. 2. turun dari posisi normal. Börö me oya mbua maga, ba adada ndraha-ndraha: Karena berbuah banyak, dahan-dahan mangga pada turun. Adada gota mbawi na lö ara tö mo’ono. Perut babi menurun saat menjelang beranak. 3. lepas; tak terjangkau Am: Adada gohitö si lö dayadaya. Tanpa modal, persiapan, dan perencanaan yang baik, sesuatu target atau tujuan tak terjangkau (akan lepas). 4. rusak Ibörögö adada sa’e nomo da’ö börö me lö sangiagö: Rumah itu mulai rusak karena tidak ada yang mendiami. Adada gorahua si lö fahasara dödö: Tanpa kekompakan, suatu perkumpulan akan hancur.

adawadawa ks rendah (untuk pohon, rumah). No adawadawa nomo da’ö. Rumah itu kelihatan rendah.

adö’ö ks tersedak.

adogo (adogodogo) ks 1. pendek; singkat. Huhuonia no adogodogo sibai: Pidato / khotbahnya singkat sekali. 2. adogo’ö persingkat; singkatkan Adogo’ö manö wangombakha: Singkatkan saja menceritakan / menuturkan

adölö ks 1. lurus. Adölö sibai lala sibohou mufazökhi andrö. Jalan yang baru dibangun itu sangat lurus. 2. menuju ke. Hezo adölö ami ? Hendak menuju ke mana kalian ?

adöni ks 1. tertarik Adöni dödögu wamaigi gayania wanunö. Saya tertarik melihat gayanya bernyanyi. Adöni tanö ba da’a. Tertarik ke arah sini.

adu kb patung. Adu zatua: Patung leluhur. Me föna manömba adu Nono Niha. Di zaman dahulu, Orang Nias menyembah patung.

adudu ks ambruk; runtuh; roboh. No adudu ba nangi nomo sibohu mufazökhi andrö. Rumah yang baru dibangun itu telah runtuh karena angin.

adulo kb 1. telur. Adulo manu: telur ayam. Safusi gadulo: Putih telur. Sa’usö gadulo: Kuning telur. 2. mangadulo bertelur. Mangadulo khöda manu. Ayam kita bertelur.

aduwa ks 1. tumpah. Böi da’ida’i wholohe ena’ö böi aduwha. Hati-hati membawa agar jangan tumpah. 2. tumpah ruah (manusia). Börö me ahatö ndröfi sibohou, aduwha niha ba harimbale. Karena tahun baru sudah dekat, manusia tumpah ruah ke harimbale (pasar / pekan mingguan desa).

abusa ks lecet; lepuh; terkelupas. Abusa guli gahenia ba wamake badagahe sibohou andrö. Kulit kakinya lecet karena sepatu baru.

ae 1. kki (= ae’e) pergi. Ae ombakha’ö khöra wa no tohare domeda. Pergi beritahukan pada mereka bahwa tamu kita sudah datang. Böi ae (ae’e) ha ya’ugö: Jangan pergi sendirian. 2. pernyataan rasa kesal atau kurang senang. Ae …, hana wa ölau da’ö. Ah, mengapa engkau berbuat begitu. 3. kkt amat; sangat Ara ae larugi Lama sekali mereka sampai. Ebua ae nomo sawena mufazökhi andrö. Besar sekali rumah yang baru dibangun itu. Dalam pengertian (3) ini ae, selain menerangkan kata sifat, juga menggambarkan perasaan (kekaguman, kekesalan, kekecewaan, dsb.) seseorang terhadap sesuatu hal yang diamati atau dialaminya.

a’ebu ks bungkuk. Niha sa’ebu: Orang bungkuk.

aefa ks 1. lepas. No aefa dagutagu zinga mbarunia. Jahitan di pinggir bajunya lepas. 2. kk berakhir, selesai. No aefa rafe mbanua. Pertemuan desa sudah berakhir. 3. sesudah; lalu. Lafaku ua, aefa da’ö laboboto: Dicangkul dulu, lalu digemburkan. 4. lahir. No aefa nono khö Nina Harita: Anak Ina Harita telah lahir.

aefata kkt keterlaluan. Aefata na lö ö’ila lalau ba fasa: Keterlaluan kalau engkau tidak tahu jalan ke pasar.

aekhu kk 1. jatuh. Sin. atoru No aekhu gofekofegu. Dompet saya jatuh. 2. bermuara pada sesuatu (kebaikan, kejahatan, dsb). Aröu’ögö moroi ba mbuabua si lö sökhi saekhu ba wa’atekiko. Jauhilah perbuatan jahat yang menuju kehancuran. 3. aekhu luo matahari terbenam. lih. aekhula 4 aekhu niha orang banyak datang / berdatangan. Aekhu niha me larongo so nomo sakhozi: Orang banyak berdatangan ketika mendengar ada rumah terbakar.

aelo ks 1. licin. (Böi) da’ida’i wanörö lala saelo. Pelan-pelan berjalan di jalan licin. 2. aelo lela cadel; tidak bisa mengucapkan huruf R dengan jelas.

aeru ks 1. menyempit. Aeru lala da’ö börö me lö asese latörö niha. Jalan itu menyempit (kiri-kanan ditumbuhi semak) karena jarang dilewati orang. 2. langsing 3. aerua kb bagian yang menyempit. Aeru lafoyo: Lingkar pinggang kecil sekali.

aetu ks 1. putus. Oya zaetu lala ba mbaŵa deu: Selama musim hujan banyak jalan putus. 2. selesai. No aetu rafe. Pertemuan sudah selesai. 3. aetula – angetula kb putusan, simpulan.

a’ewo ks sudah cukup tua tapi belum nikah. Sin. atua barö.

afaito ks 1. nakal. Afaito sibai nono da’ö: Nakal sekali anak itu. 2. jahat Afaito ae niha da’ö: Orang itu jahat sekali.

afasi kb kapas.

afatö ks 1. patah. Afatö döla geu ba nangi sabölö. Karena angin kencang batang kayu patah. 2. afatöla kb patahan. 3. afatö dödö kecewa. 4. afatö-fatö lantang. Afatö-fatö na fahuhuo ia: Lantang kalau ia berbicara.

afau ks parau.

afeto ks pahit. Afeto sibai daludalu nibe’e doto andrö. Obat yang diberikan dokter itu pahit sekali. Am: Alawa luo, afeto duo, aisö nidanö mbanio. Har: Hari makin siang, tuak terasa pahit, air kelapa terasa asam.

afi 1. kb sayap. Afi marafadi: Sayap merpati. Tebai muhombo wofo da’ö, no afatö gafi. Burung itu tidak bisa terbang, sayapnya sudah patah. 2. kb api. Kureta afi: kereta api. Di sini, afi merupakan kata serapan dari Bahasa Indonesia melalui perubahan huruf (bunyi) “p” menjadi “f”. Kureta adalah juga kata serapan dari Bahasa Indonesia.

afi’afi kb korek api; mancis; geretan. Alui gafi’afi, tatunu wandru. Cari korek api, kita menyalakan lampu. Afi’afi lele adalah nama khusus untuk korek api. Ono gafi’afi batang korek api.

afiso aj 1 tuli. 2 (niha) safiso orang tuli. No i’osafiso ia me lahede’ö ia. Ketika dia ditegur dia berlagak seperti orang tuli

afo kb sirih. Terdiri dari daun sirih (tawuo), kapur (betua), gambir (gambe, fangoyo), pinang (fino) dan (kadang-kadang) tembakau (bago). Pembuatannya adalah sebagai berikut. Selembar daun sirih dibelah dua, tangkai daun dibuang, dan ujung daun yang lancip dipotong. Di atas permukaan bawah (punggung daun) dilengketkan kapur secukupnya, lalu daun (atau getah) gambir diletakkan di atasnya. Lantas daun sirih yang telah dibubuhi kapur dan gambir tadi dilipat tiga sehingga campuran tadi tertutup dalam lipitan tersebut. Di atas lipatan itu diletakkan pinang, lalu daun sirih tadi digulung, berintikan pinang. Sirih siap ditawarkan atau diedarkan. Kadang-kadang tembakau dicampur sewaktu penyiapan, atau secara terpisah dimasukkan ke dalam mulut oleh si penyantap sirih.

afusi ks 1. putih. Afusi mbaru nifakenia. Baju yang dipakainya berwarna putih. 2. lurus, bersih. Afusi dödönia khögu. Hatinya lurus / bersih (tidak punya maksud jahat) padaku.
afuru ks tumpul. No ara lö mudali mbalatu andre, afuru sibai. Pisau ini sudah lama tidak diasah, tumpul sekali.

aisö ks 1. asam. Aisö raso ndrima, ami raso nidanö döwu. Jeruk berasa asam, air tebu berasa manis. 2. masam. Aisö mbawania khögu. Mukanya masam kepadaku.

a’usö ks kuning.

asoso ks masak; matang. No asoso gae ba hogu. Pisang telah masak di pohon.

ataha ks mentah. Ataha nasa mbua ndruria khöda, tebai niteu. Buah durian kita masih mentah, belum bisa dipetik.

aukhu ks panas; masak. No aukhu nidanö, fazökhi öda kofi. Air sudah panas (masak), buatkan kopi untuk kita. Aukhu nösigu, mofökhödo. Badanku panas, saya sakit.

anehe ks mengenal seseorang / sesuatu dengan baik. Ha samuza falukhaga, andrö lö anehedo sibai ia. Kami baru berjumpa satu kali, makanya saya tidak begitu mengenalnya.

anigo ks terganggu oleh bunyi, perbincangan atau perbuatan yang tidak menyenangkan. Anigo ndra’o gamuatami. Aku muak dengan perbuatan kalian. Böi mifaguagua, anigo namada. Jangan ribut, ayah terganggu.

alukhö ks tidak/belum pernah. Alukhö möido ba mbanuami. Saya belum pernah ke kampung Anda.

alözö ks (sesuatu) tidak muat atau terlalu ketat karena yang dilalui sempit. Alözö khönia zaraewania. Celananya kesempitan. Id: Niha salözö(lözö) uto. Orang yang tidak berpikir panjang dan emosional.

ambala kb selimut.

alakha tabu. Böi falele, alakha. Jangan memaki, itu tabu.

alawö ks segan, sungkan. Alawö ia wehede khö zibayania. Dia segan berbicara pada pamannya. Ungakapan lawö-lawösi (= segan-segan) terkait erat dengan kata alawö dan kemungknan besar muncul dari kata itu. Böi lawö-lawösi wahuhuosa khönia. Jangan segan-segan berbicara kepadanya.

amatöröwa kb 1. kerajaan, daerah kekuasaan, jajahan. He wa’ae lö arara, no irai möi amatörö Nifo soi Indonesia. Walau tidak lama, Indonesia pernah menjadi jajahan Jepang. 2. bawahan, suruhan, seseorang/kelompok yang tunduk pada seseorang / kelompok lain. Böi bali’ögö amatöröwania, faoma ono ami. Jangan tunduk padanya (= jangan mau disuruh-suruh), kalian sederajat.

alawa ks 1. tinggi. No alawa döla ndruria nitanögu no andrö. Pohon durian yang saya tanam dulu sudah tinggi. 2. alawa niha berpostur tinggi. Alawa niha ga’ada. Abang kita berpostur tinggi.

amakhaita kb hubungan kekerabatan; kerabat.

asule kb senjang.

amuata kb amuata. Sökhi sibai gamuata nono da’ö. Baik sekali kelakuan anak itu.

alui kki 1. cari. No atoru nono kusi, da ta’alui. Anak kunci telah jatuh, mari kita cari. 2. fangalui mata pencaharian. Fangalui bisa juga berarti (proses) pencarian. Ada kecendrungan menggunakan awalan fo- sehingga menjadi fo’alui. Pemakaian awalan fo- di sini tidak tepat. Moguna khöda sete ba wangalui falölöwa saekhu tou. Kita memerlukan senter untuk mencari jarum yang jatuh.

angango kb dahi. No mesokho gangangoia, göna osö-osö. Dahinya luka kena paku.

araro kb langit-langit mulut.

ati’ati kb anting-anting. Ifake gati’ati ana’a. Dia memakai anting-anting emas.

aya 1. kb kalung. 2. kki ayak. Hamo ni’aya. Tepung ayakan.

alo’alo kb Bau tak sedap dari ketiak. Aböu alo’alo

ahele ks tergelincir. Ahele ia wanörö lala saelo. Dia tergelincir di jalan yang licin / becek.

awhökhu kb empedu.

angaya ks menipu, tidak benar, tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Fali’era si lö angaya: Neraca (alat timbangan) yang mengukur dengan benar (yang sudah dikalibrasi). Faliera sangaya. Alat timbangan yang memerlukan kalibrasi.

ara’ara danõ kb sejenis cacing tanah yang mengeluarkan bunyi nyaring pada malam hari. Humede zui gara’ara danõ. Cacing tanah berbunyi lagi.

arara ks sunguh; benar. Arara niwa’öu. Benar yang engkau katakan.

arara dödö ks terhibur. Arara dödögu me no öhaogö wanutunö. Hatiku terhibur setelah engkau menceritakan / menjelaskan dengan baik.

alahoitö ks dewasa; matang; sudah bisa kawin. Alahoitö ndra’ugö, ba lö ö’ila obabaya halöwöu. Engkau sudah dewasa tetapi belum bisa mengerjakan sendiri pekerjaanmu (masih perlu dikomandoi).

alau 1. jatuh Sin. alabu 2. masuk ke dalam (jebakan). Alau ia ba ndra’alawe. Ia masuk jebakan perempuan. 3 dikawini. No alau zihene ba manu meda: Ayam dara sudah dikawini ayam bangkok.

angetula kb simpulan, putusan. Moguna mu’ombakha’ö ba zato gangetula rafe ma’ökhö. Perlu diberitahukan kepada khalayak putusan rapat hari ini.

alimbama ks terkena penyakit yang (dipercaya) diakibatkan makhluk halus. Sin. tesafo

arawi 1. kb musang. No alau garawi ba mbölödi. Musang masuk perangkap. 2. ks sobek, robek. Arawi mbarunia, tokhai ba gosö’osö. Bajunya sobek tersangkut pada paku.

atoru jatuh sin. aekhu. No atoru laedurugu. Cincinku jatuh. No atoru mbua ndruria, ae halö. Durian sudah jatuh, pergi ambil.

aekhula kb barat. An. atumbukha Mofanö ira adölö ba gaekhula. Mereka pergi menuju ke barat.

asio kb garam. Ami asio asin. Afeto asio keasinan (karena kebanyakan garam).

aso’a tumbang. Aso’a geu sebua na nagi sabölö. Pohon besar tumbang karena angin kencang.

alitö kb api. Holahola galitö. Nyala api. Eu galitö. Kayu api. Ewua’ö khöda galitö Nyalakan api untuk kita.

azuni kb sarang. Azuni wofo. Sarang burung.