‘Perilaku Korup Itu Tidak Tiba-Tiba, Karena Itu Biasakanlah Jujur Dari Sekarang’

LCNias_EloyNIASONLINE, JAKARTA – Generasi muda Nias diingatkan agar membenahi cara berpikir dan kebiasaan mereka saat ini. Berbagai fakta yang terjadi saat ini, yang mengejutkan publik, khususnya dalam kasus korupsi bisa saja terjadi atau dialami oleh generasi Nias pada masa mendatang.

“Jangan kaget kalau SDA (Suryadarma Ali, red) yang disebut KPK terlibat korupsi. Padahal kita tahu dia itu adalah Menteri Agama. Jadi, dengan ini saja, Anda harus berpikir bahwa perilaku seperti itu tidak milih-milih orang,” ujar Theocentric Motivator ELoy Zalukhu dalam Seminar Kepemimpinan, Kewirausahaan dan Spiritualitas yang digelar LEAD Center Chapter Nias (LC-Nias) di Kalam Kudus Center, Minggu (8/6/2014) di Agung Podomoro Land (APL) Tower, Lantai 12, Central Park , Jl. S. Parman, Kav. 28, Grogol, Jakarta Barat.

Eloy mengatakan, banyak orang yang beberapa waktu lalu dikenal publik sebagai orang baik-baik bahkan menjadi bintang iklan gerakan antikorupsi malah sekarang mendekam di penjara karena kasus korupsi.

Dia mengingatkan, perilaku korupsi itu tidak terjadi begitu saja atau mendadak. Melainkan merupakan kebiasaan sejak lama yang sudah dibiasakan. Karena itu, agar tidak korupsi, sejak dini, kebiasaan hidup jujur itu harus dilakoni.

“Jangan pikir, korupsi dilakukan oleh orang-orang di luar sana saja. Belum tentu kita bertahan kalau kita di posisi mereka. Hidup jujur itu tidak bisa tiba-tiba. Harus dimulai. ‘Apapun yang terjadi, saya mau jujur’,” tegas dia.

Dia menambahkan, para pemuda/i Nias saat ini memang diharapkan menjadi pelaku-pelaku perubahan sehingga berbagai keprihatinan saat ini tidak lagi terulang dan masa depan Nias bisa lebih baik.

“Jangan terlalu jauh berpikir dulu harus mengubah banyak hal. Mengubah keluarga kita di Nias sana. Sekarang, mulai dari hal yang kecil. Belajar saja dulu baik-baik dan selesaikan kuliah dengan baik. Perbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk selama ini dengan kebiasaan baik. Dengan melihat perubahan hidupmu, ketika keluarga melihatnya, mereka akan mendengarkanmu. Dan dengan cara itu, Anda bisa mengajak mereka untuk berubah,” jelas dia.

Berdoa untuk NiasWacana Kepemimpinan Baru

Sementara itu, pembicara lainnya, Etis Nehe mengingatkan tiga hal penting terkait keadaan saat ini di Pulau Nias. Pertama, memunculkan dan menyebarluaskan kesadaran akan kebutuhan kepemimpinan yang baru. Yakni, kepemimpinan yang berintegritas, tidak korup, dan juga komitmennya jelas untuk memperbaiki keadaan di Pulau Nias melalui berbagai kebijakan mereka yang prorakyat.

Kedua, perlu proaktif mendorong, memperkenalkan dan juga mendoakan calon-calon pemimpin yang kapabel dan berintegritas. Tidak sedikit putra-putri Nias yang layak menjadi pemimpin. Namun, terkendala ketidaan dukungan dana yang besar untuk memuluskan langkah menempati jabatan kepala daerah yang merupakan jabatan politis.

“Apalagi sejak Pilpres April lalu, masyarakat kita dirusak dengan praktik politik uang. Yang sebar duit banyak yang menang. Yang bermutu dan layak justru tersingkir. Kita bisa berperan memperbaiki keadaan ini dengan memberikan pemahaman, mulai dari keluarga kita di sana. Lalu, mulailah mendorong dan memperkenalkan orang-orang yang layak untuk menjadi pemimpin. Tak cuma itu, doakan mereka juga,” jelas dia.

Dan hal ketiga, perlunya membiasakan warga Nias untuk berpikir tentang kepentingan strategis Nias untuk jangka panjang. Tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek seperti terlihat pada Pileg waktu lalu.

“Hasil Pileg lalu, hanya satu caleg yang putra Nias yang terpilih dari Kepulauan Nias. Memang masih ada satu lagi, tapi terpilih dari Banten. Tapi apa yang terjadi di Kepulauan Nias harus jadi pelajaran. Ada yang berjuang keras memperjuangkan caleg yang bukan orang Nias dan tidak jelas komitmennya untuk membangun Nias. Sebaliknya, caleg-caleg yang notebene putra-putri Nias tidak mendapatkan apa-apa. Kita harus mulai berpikir mengenai kepentingan strategis kita kalau kita ingin lebih baik,” tegas dia.

Seminar LC-Nias kali ini berbeda dengan beberapa kali seminar sebelumnya. Acara dibuka dengan persembahan pujian oleh Dian Aryanti, seorang penyanyi lagu rohani yang telah menghasilkan beberapa album. Sahabat lama Eloy tersebut menyediakan waktu untuk ambil bagian pada seminar untuk mempersiapkan calon-calom pemimpin masa depan Kepulauan Nias tersebut.

Dian Aryani sedang memimpin pujian pada Seminar LC-Nias, 8 Juni 2014 | EN

Dian Aryani sedang memimpin pujian pada Seminar LC-Nias, 8 Juni 2014 | EN

Kemudian, pada dua jam pertama acara ini, juga dihadiri oleh peserta yang bukan berasal dari Nias. Ini menunjukkan adanya minat yang tinggi atas materi-materi yang disajikan dalam kegiatan ini.

Selanjutnya, pada satu jam terakhir, dikhususkan hanya bagi para peserta asal Nias. Pada sesi khusus ini, lebih 60 putra-putri Nias diberikan informasi terbaru mengenai keadaan di Nias dan apa yang harus dilakukan. Tidak berhenti sampai di situ, kemudian dipimpin oleh Pdt. Orwel S Gulö, M.Th. mengambil waktu khusus dimana para peserta saling mendoakan dan juga berdoa khusus untuk Nias dan para pemimpinnya.

Acara ini akan digelar kembali di tempat yang sama pada minggu ke-2 Juli 2014. (en)

Leave a comment ?

5 Responses to ‘Perilaku Korup Itu Tidak Tiba-Tiba, Karena Itu Biasakanlah Jujur Dari Sekarang’

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackbacks and Pingbacks: