Archive for December, 2012 | Monthly archive page

Nias Selatan Kembali Dihajar Banjir, Satu Warga Meninggal Dunia

Sunday, December 30th, 2012

Banjir di kawasan Baloho, Telukdalam, Nias Selatan (Foto: Damai Telaumbanua)

NIASONLINE, NIAS SELATAN – Kabupaten Nias Selatan, kembali dihajar banjir bandang. Satu orang dikabarkan meninggal dunia karena terseret banjir tersebut. (more…)

Dalam 5 Tahun, 143.791 Orang Tewas di Jalan Raya

Saturday, December 29th, 2012

Menggunakan helm. Salah satu cara mencegah korban jiwa saat terjadi kecelakaan (Foto: Antara)

NIASONLINE, Jakarta – Informasi ini sejatinya membuat merinding dan juga menyadarkan akan perlunya kesadaran akan keselamatan berkendara. (more…)

Tim Riset Bawömataluo Audiensi Dengan Jajaran Pemkab Nias Selatan

Wednesday, December 26th, 2012

Suasana audiensi tim riset UGM-Jepang dengan Bupati Nias Selatan dan jajarannya (Foto: RJD)

NIASONLINE, NIAS SELATAN – Bertempat di rumah dinas Bupati Nias Selatas, Tim Riset gabungan 4 ahli UGM dan 11 profesor berbagai universitas Jepang menggelar audiensi dengan Bupati Nisel Idealisman Dachi. (more…)

Ya’ahowu Wanunu Fandru 2012

Tuesday, December 25th, 2012

Ilustrasi (Foto: xnys.blogspot.com)

Salam sejahtera,

Karena anugerah Tuhan, kita bisa bertemu lagi di Hari Natal tahun ini. Karena kebaikan-Nya kita bisa menikmati tiap hari hidup kita dengan kekuatan.

Karena Dia setia, kita percaya kita dalam pemeliharaan yang aman di tangan-Nya, meski kehidupan tak selalu ‘bersahabat’. (more…)

Menuju Warisan Dunia, Tim Ahli UGM & 11 Profesor Jepang Gelar Workshop di Bawömataluo

Saturday, December 22nd, 2012

Dr Yoyok W Subroto berteduh di Balai Desa Bawömataluo sembari memperhatikan keunikan konstruksi/arsitektur desa, pada saat riset perdana pada Agustus 2011 (Foto: Etis Nehe)

NIASONLINE, Jakarta – Melanjutkan riset yang telah digelar sejak Agustus 2011 lalu, tim ahli/riset gabungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah universitas di Jepang akan menggelar workshop di Bawömataluo pada 27-29 Desember 2012. (more…)

Mulai Tahun Depan, Gratis Pengurusan Dokumen Kependudukan di Nias Selatan

Thursday, December 20th, 2012

Plt Kadis Dukcapil Nias Selatan Restu Jaya Duha (Foto: EN)

NIASONLINE, NIAS SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan (Nisel) menerbitkan kebijakan baru yang menggratiskan pengurusan berbagai dokumen kependudukan bagi warganya. (more…)

Pemkab Nisel dan PN Gunungsitoli Gelar Sidang Keliling Pencatatan Kelahiran

Wednesday, December 19th, 2012

Suasana persidangan keliling pencatatan kelahiran di Nias Selatan (Foto: RJD)

NIASONLINE, NIAS SELATAN – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) dan Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli menggelar sidang keliling perdana perkara perdata permohonan pencatatan kelahiran di Kabupaten Nias Selatan. (more…)

Segera Terbit, Novel “Eloy, Kisah Ajaib Perjalanan Anak Pedalaman Nias ke Panggung Dunia”

Saturday, December 15th, 2012

Tampilan depan Novel Eloy – Perjalanan Ajaib ANak Pedalaman Nias ke Panggung Dunia, A True Story (Foto: Eloy Zalukhu)

NIASONLINE, Jakarta – Beberapa hari lalu, redaksi Nias Online mendapatkan kiriman sinopsis buku luar biasa yang segera hadir di toko buku Gramedia di seluruh Indonesia. (more…)

Pulang Kampung, Hekinus Manaö cs Pimpin Seminar Pemuda di Bawömataluo

Thursday, December 13th, 2012

Logo Seminar Potensi Pemuda, Prospek & Tantangan Masa Depan di Desa Bawömataluo, 26-27 Desember 2012 (Foto: Panitia)

NIASONLINE, Jakarta – Bulan Desember 2012 ini menjadi bulan yang akan sangat berbeda bagi masyarakat Desa Bawömataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. (more…)

Klub Voli Talifusö Juarai Lomba Voli Tingkat Nasional Himni Rayon Jawa

Monday, December 10th, 2012

Penyerahan trofi kepada juara 1 oleh Bupati Nias Sökhiatulö Laoli (Foto: Panitia)

NIASONLINE, Jakarta – Bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Senen, pada 9 Desember 2012 digelar pertandingan final pertandingan voli tingkat Nasional Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) untuk wilayah rayon Jawa. (more…)

TI: Indonesia Peringkat 118 Negara Bebas Korupsi

Sunday, December 9th, 2012

Kampanye antikorupsi (Foto: IST)

NIASONLINE, Jakarta – Indonesia menempati peringkat 118 bersama empat negara lain di dunia dalam urusan transparansi dan bebas korupsi, demikian dilaporkan Transparency International, melalui penerbitan Coruption Perception Index (CPI) tahun 2012. (more…)

MPR Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Nias Selatan

Saturday, December 8th, 2012

Yasonna H Laoly (Foto: FB)

NIASONLINE, Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar seminar empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Kabupaten Nias Selatan. (more…)

Dyandra K: Surat Terbuka Itu Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Thursday, December 6th, 2012

Jembatan Mejaya (Foto: Dyandra Kusumawardani, Kompasiana.com)

NIASONLINE, Jakarta – Dyandra Kusumawardani, membenarkan bahwa dirinya adalah penulis artikel berjudul ‘Surat Terbuka untuk Pemerintah Daerah dan Warga Nias Selatan – Sumatera Utara…’ di Kompasiana.com. (more…)

Bupati Idealisman Bantah Surat Terbuka Terkait Perilaku Warga Nias Selatan

Thursday, December 6th, 2012

Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi (Foto: EN)

NIASONLINE, Jakarta – Bupati Nias Selatan (Nisel) Idealisman Dachi sudah membaca artikel yang diunggah seseorang bernama Dyandra Kusumawardani di Kompasiana.com berjudul ‘Surat Terbuka untuk Pemerintah Daerah dan Warga Nias Selatan – Sumatera Utara…’

Lalu, bagaimana tanggapan Bupati Idealisman terkait paparan Kompasioner (sebutan lazim bagi pengguna mikroblog Kompasiana.com) tersebut?

“Itu tidak benar. Itu sumber (informasi, red) nya darimana? Mereka mencoba mendiskreditkan Nisel selalu,” ujar dia kepada Nias Online via blackberry messenger (BBM), Kamis (6/12/2012).

Ketika ditanya apakah memang aksi-aksi warga yang dituturkan dalam artikel itu tidak pernah terjadi sama sekali, Bupati Idealisman mengaku tidak pernah mendengarnya.

“Saya tidak pernah dengar dan buktinya jembatan sudah bisa dipakai dengan baik,” tegas dia.

Sebelumnya, dalam artikelnya yang diunggah pada 5 Desember 2012 pukul 00.33 wib menuturkan berbagai hal buruk yang dialami oleh para pekerja pada proyek jembatan di Pulau Nias. Khususnya di kawasan Jembatan Mejaya dan Sa’ua, Nias Selatan.

Dalam artikel itu dijelaskan, akibat sikap beberapa warga di sekitar proyek itu sejumlah pekerja sampai harus pulang dan membuat proyek terlambat diselesaikan.

Para pekerja juga sering mengalami ancaman pembunuhan, pencurian hingga pelemparan dengan batu yang menyebabkan adanya pekerja yang semua berasal dari Jawa tersebut bersimbah darah.

Dyandra menyesalkan sikap warga setempat tersebut, termasuk aparat pemda Nias Selatan.

“Kalau boleh bertanya… sebenarnya apa salah mereka, sehingga harus menerima perlakuan seperti itu…? dari mulai dilempari batu, dicuri barang-barang keperluan proyek, dipalak bahkan sampai diancam untuk dibunuh… sampai-sampai ada staff mereka yang harus bersimbah darah terkena lemparan batu… dan banyak pekerja yang minta pulang… memang mayoritas pekerja itu dibawa dari pulau Jawa, karena mereka tidak bisa mengharapkan kontribusi dari warga setempat, sebab untuk membangun jembatan tentu membutuhkan kemampuan dan pengalaman. Apa yang bisa diharapkan dari orang-orang yang setiap hari hanya mabuk dan mabuk… dan itulah kebiasaan sehari-hari mayoritas warga Nias Selatan disekitar lokasi proyek tersebut,” demikian salah satu bagian dari tulisan itu.

Namun, tidak selesai sampai di situ. Dyandra juga menyampaikan harapan positifnya ke depan. Dia mengharapkan adanya perubahan karakter agar masyarakat setempat bisa maju, terbuka dan menikmati hidup dengan bahagia.

Dalam artikelnya, Dyandra juga menyertakan sebuah foto jembatan dengan keterangan Jembatan Mezzaya, Nias Selatan. (EN)

Yasonna H. Laoly: Kalau Itu Benar, Malunya Kita!

Thursday, December 6th, 2012

Anggota Komisi II DPR RI Yasonna H. Laoly (Foto: Pribadi di Facebook)

NIASONLINE, Jakarta – Anggota DPR RI asal Pulau Nias Yasonna H Laoly mengungkapkan kekagetannya membaca artikel berjudul ‘Surat Terbuka untuk Pemerintah Daerah dan Warga Nias Selatan – Sumatera Utara…’ tampil di situs kompasiana.com.

Kepada Nias Online, anggota Fraksi PDI-Perjuangan tersebut, mengatakan, bila apa yang digambarkan dalam artikel itu benar adanya, itu sangat memalukan.

“Waduh… Malunya kita hanya karena ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ujar dia melalui blackberry messenger (BBM) kepada Nias Online, Kamis (6/12/2012).

Dia pun meminta agar pemerintah kabupaten Nias Selatan melakukan pendidikan moral, sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya pembangunan itu bagi masyarakat sendiri.

Yasonna juga berjanji akan membicarakan hal itu dengan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi. Yasonna mengatakan, kebetulan besok dia akan ke Teluk Dalam, Nias Selatan dalam sebuah acara.

Sebelumnya, seorang Kompasianer (sebutan lazim bagi pengguna mikroblog Kompasiana.com) bernama Dyandra Kusumawardani mengunggah artikel berjudul ‘Surat Terbuka untuk Pemerintah Daerah dan Warga Nias Selatan – Sumatera Utara…’ tampil di situs kompasiana.com pada 5 Desember 2012 pukul 00.33 wib.

Dalam artikelnya, Dyandra menuturkan berbagai hal buruk yang dialami oleh para pekerja pada proyek jembatan di Pulau Nias. Khususnya di kawasan Jembatan Mejaya dan Sa’ua, Nias Selatan.

Dalam artikel itu dijelaskan, akibat sikap beberapa warga di sekitar proyek itu sejumlah pekerja sampai harus pulang dan membuat proyek terlambat diselesaikan.

Para pekerja juga mengalami ancaman pembunuhan, pencurian hingga pelemparan dengan batu yang menyebabkan adanya pekerja yang semua berasal dari Jawa tersebut bersimbah darah.

Dyandra menyesalkan sikap warga setempat tersebut, termasuk aparat pemda Nias Selatan.

Namun, tidak selesai sampai di situ, Dyandra juga menyampaikan harapan positifnya ke depan. Dia mengharapkan adanya perubahan karakter agar masyarakat setempat bisa maju, terbuka dna menikmati hidup dengan bahagia.

Dalam artikelnya, Dyandra juga menyertakan sebuah foto jembatan dengan keterangan Jembata Mezzaya, Nias Selatan.

Nias Online berusaha mengkonfirmasi si penulis. Namun, sampai saat tulisan ini dimuat, belum mendapatkan balasan. (EN)

(EN)