Bawömataluo Bersiap Menjadi Desa Warisan Dunia

Atraksi Lompat Batu di Desa Bawomataluo (Foto: Etis Nehe)

NIASONLINE, MEDAN – Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara berbenah untuk menjadi desa warisan dunia.

Saat ini, sejumlah peneliti dari Universitas Gadjah Mada dan Jepang tengah berada di Bawomataluo untuk membantu menyiapkan proyek menjadi warisan dunia tersebut.

Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi mengatakan, para peneliti akan melihat lebih detail tentang rumah adat Nias Selatan (Omo Nifolasara atau Omo Sebua), tradisi lompat batu (hombo batu), dan tari perang.

“Akhir Desember nanti, kami akan menggelar seminar bersama tim peneliti untuk menjaring aspirasi sekaligus mengetahui kesiapan warga Desa Bawomataluo menjadi warisan dunia,” kata Idealisman Dachi di Nias Selatan, Minggu (18/11/2012).

Penelitian ini dipimpin yang Yoyok Wahyu Subroto Direktur Magister Arsitektur dan Perencanaan Pariwisata (MPAR) UGM. Yoyok juga merupakan anggota Executive Committee International Society of Habitat Engineering and Design (ISHED), Kyushu University- UN-Habitat, Fukuoka, Jepang.

Idealisman menjelaskan, fokus persiapan Bawomataluo menjadi warisan dunia sudah sejak tahun 2009 dilaksanakan. Saat itu, desa asri itu masuk dalam daftar calon warisan dunia, tetapi hingga tahun 2010 tidak ada tindak lanjut.

Tahun 2011, kata Idealisman, Yoyok bersama timnya menggelar penelitian untuk merealisasikan Bawomataluo menjadi warisan dunia. Salah satu hasilnya, rumah adat Omo Sebua rapuh dan perlu banyak perbaikan. “Kami siap membantunya,” kata Idealisman.

Pemuka adat Hikayat Mano mengatakan, warga Bawomataluo menyambut baik niat pemerintah dan peneliti menjadikan desa tersebut sebagai warisan dunia. Ini menjadi hal amat penting agar dunia mengetahui bahwa di Nias Selatan terdapat kearifan lokal yang layak dijadikan fondasi dalam hidup.

“Warganya ramah, damai, dan selalau siap menerima pendatang,” kata Hikayat.

Sumber: Kompas

Leave a comment ?

13 Responses to Bawömataluo Bersiap Menjadi Desa Warisan Dunia

  1. Furai Putra Dakhi says:

    Woderfull and amazing the creation of God.

    Mari dukung kita doakan bersama-sama, semoga ini pasti jadi kenyataan….,

    God bless Us….

    Salam berkat, Ya’ahowu…!!!

  2. Mark Flint says:

    Warisan Dunia, wah kejadian sangat fatastic, dan mudah2han, bisa di kembangkan kepada seluruh kampung traditional di Nias Selatan termasuk pulau Telo,permasalahan saya dengar selalu jadi diatas kayu dibutukan untuk rehap dan membangun balik desa2 sesuai dgn adat dan jaman dulu, apakah pemerinatah bisa kerja sama Kepulauan Telo dan kekayan kayu dan bahan yg sekarang saya degan jadi loging utk perusahan luar, di manfaatkan untuk membangun balik desa desa traditional. Dengan program begini, sebetulnya untuk apa kita tanggung, Desa dan kebudayan Nias unique ada object Pariwisata National dan sekarang di akui Dunia betul hebat yah! sayang tourist nanti datang ke desa dan lihat yang istimewah, baru ke pantai Sorake Lagundri,yang juga punya aset pariwisata national ( one of the best right hand breaking waves in the world) dan lihat pantai terkikis habis tinggal karang akibat sand mining sepanjang pantai lagundri Sorake, Save the coral Reef Save the Ocean Waves, Save Tourism in Nias!

  3. F Manao says:

    Berita bagus dan kita sangat berharap menjadi kenyataan.
    Tapi perlu kita cermati jg tindakan konkret apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Sudah dari dulu Omo sebua rapuh dan sejak dari dulu jg kita dengar kalau akan diperbaiki tp faktanya? Struktur bangunan semakin mengkhawatirkan. Infrastruktur dan akses menuju Bawomataluo kurang bagus. Adakah agenda propaganda dari pemerintah dan masyarakat setempat utk mendukung Bawomataluo sebagai warisan dunia? Adakah wadah resmi yang bisa menjadi pusat informasi yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya mengenai Bawomataluo? Kesadaran masyarakat jg masih kurang: tiang jemuran berdiri dimana-mana, pakaian dijemur di halaman semakin mengurangi keindahan desa.

  4. Marselino Fau says:

    Semoga….

    Menjadi sebuah warisan dunia dibutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat. Yang pertama dari kita sendiri sebagai ono mbanua, yang kedua masyarakat nias pada umumnya dan negara dan bangsa dan yang paling penting Good will pemerintah pusat dan daerah. Tanpa itu kita hanya bermimpi dan bermimpi terus.

    Kita harus MALU kepada tim jepang dan UGM mereka mau bersusah payah untuk melestarikan maha karya itu.
    Pemerintah Daerah HARUS MALU karena tidak memiliki visi utk ini, masih ingat ketika atap Omo Sebua copot diterpa angin, Pemda setengah bego membuat keputusan yang sangat simpel.

    Kita ribut untuk menentukan siapa yang berangkat ke Jepang padahal sesampai di sana juga tidak bisa berbuat apa-apa.

    Saya mengajak Anda para pembaca dan yang peduli terhadap wariasan leluhur mari kita upayakan, mari kita dukung apa yang telah dilakukan oleh tim Jepang dan UGM. Sebagai informasi Ada satu satu Account di Facebook atas nama SAVE BAWOMATALUO, boleh dijadikan sebagai sarana diskusi karena disana ketua Tim peneliti Bapak Yoyok Wahyu Subroto Direktur Magister Arsitekturan Perencanaan Pariwisata (MPAR) UGM memberikan informasi terkini tentang Bawomataluo.

    Semoga apa yang kita harapakan bisa terwujud.
    Saohagolo – Ya’ahowu.

  5. Fitaris Dakhi says:

    Smg berhasil pak…Trimakasih

  6. Esther Telaumbanua says:

    Save Bawomataluo !
    Desa adat Nias bukan saja sejarah tetapi peradaban dan inti kehidupan Nias.

    Esther Telaumbanua
    eg****@***il.com

  7. Ahmad Harefa says:

    Berita bagus dan kita sangat berharap menjadi kenyataan.

  8. Komunitas Mahasiswa Nias Medan says:

    Woderfull and amazing the creation of God.

    Mari dukung kita doakan bersama-sama, semoga ini pasti jadi kenyataan….,

    God bless Us….

    Salam berkat, Ya’ahowu…!!!

  9. perix says:

    NIAS SELATAN……..
    JEMPOL UNTUKMU

  10. Bedizaro Laia says:

    Berita yang bagus. Kita dukung… Semoga sukses dan menjadi kenyataan.

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>