Medan – Kepala Public Relations PDAM Tirtanadi Provsu Ir Delviyandri menjelaskan bahwa KSO (Kerjasama Operasi) PDAM Tirtanadi dengan Pemkab Nias yang dilakukan 10 tahun lalu atau sejak 1999 telah berakhir 5 Pebruari 2009,maka pengelolaan air minum di Gunung Sitoli diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Nias untuk seterusnya dikelola oleh PDAM Tirta Umbu.
Hal itu diungkapkan Ir Delviyandri kepada wartawan, Rabu (11/2). Dikatakan, berakhirnya KSO itu melalui penandatanganan serah terima pengelolaan air minum PDAM Tirtanadi Cabang Nias kepada PDAM Tirta Umbu Kabupaten Nias antara Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provsu Drs Sjahril Effendy Pasaribu MSi MA dengan Direktur PDAM Tirta Umbu Fatizõnda Harefa.
Dirut Sjahril Effendy Pasaribu dalam kesempatan itu mengatakan, kerjasama ini berawal dari keinginan Pemkab Nias yang meminta PDAM Tirtanadi untuk dapat membantu peningkatan pelayanan air minum di Kota Gunung sitoli melalui KSO tersebut.
Sebelum KSO yakni tahun 1999, jumlah pelanggan sebanyak 2.000 dan tahun 2009 sudah mencapai 5.600 pelanggan air minum.
Begitu juga pendapatan dari pelayanan air kinum tahun 1999 sekitar Rp400 juta per tahun dan tahun 2009 sudah mencapai Rp2 miliar per tahun. Untuk cakupan pelayanan, sebelum KSO masih di bawah 15 persen dan saat ini 2009 mencapai di atas 35 persen. Tingkat kehilangan air di tahun 1999 di atas 40 persen, saat ini sudah bisa diteken menjadi 25 persen.
Diakuinya, sampai kini masih belum semua keinginan masyarakat Kota Gunung Sitoli terpenuhi untuk menjadi pelanggan. Ini disebabkan oleh berbagai kendala tehnis, imbuh Sjahril. (SIB, 12/02/2008)