Bupati Nias akan Tindak PNS dan Kades Terlibat Partai dan Berprofesi Ganda

Tuesday, July 1, 2008
By nias

Gunungsitoli, (Analisa)

Bupati Nias, Binahati B Baeha SH menyatakan, akan menindak tegas siapapun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan kepala desa yang terlibat langsung di dalam partai manapun serta berprofesi ganda.

“Saya akan menindak siapapun PNS dan Kades yang terlibat partai, saya juga meminta kepada semua pihak untuk melaporkan kepada saya jika ada PNS atau kades yang terlibat partai,” kata Bupati Nias didampingi Wakil Bupati Temazaroha Harefa, Plt Sekda Martinus Lase, SH, Kabag Humas Setda Tema Telaumbanua, S.Sos, MSi saat ditanya Analisa pada acara konferensi pers yang digelar di lantai tiga kantor Bupati Nias di Jalan Diponegoro Km 9 Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Senin (30/6).

Menurut bupati, pihaknya membentuk tim yang bertugas mendata keberadan para PNS, khususnya para guru dan pengawas yang berprofesi ganda dan tidak aktif dalam menjalankan tugasnnya sehari-hari.

Juga pendataan para guru untuk menunjang sektor pendidikan khususnya di empat wilayah kecamatan yakni, Kecamatan Afulu, Kecamatan Mau, Kecamatan Somolomolo dan Kecamatan Ulu Gawo yang menurut pemerintah daerah masih tertinggal atau terisolir jauh dibanding kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Nias.

Bupati menambahkan, hal ini dilakukan untuk menetralisir keberadaan guru yang selama ini lebih banyak bertugas di kota Gunungsitoli, sehingga mengakibatkan kekurangan tenaga pengajar di desa-desa terpencil.

Selain itu, Bupati Nias juga menyeroti keterlibatan para PNS dan para kepala desa sebagai pengurus partai politik, bahkan pada kesempatan itu Bupati Nias meminta kepada masyarakat untuk segera meloparkan langsung kepada Bupati Nias apabila menemukan, melihat ada PNS maupun Kades yang terlibat dalam partai.

Mundur

“Sebelum pemilu 2009, PNS atau Kades yang berprofesi ganda atau terlibat di dalam partai untuk segera atau atas kesadaran sendiri harus mundur, bila tidak saya akan mengusulkan nama-nama itu ke BKN pusat untuk dipecat, sebab hal ini dapat merusak tatanan kehidupan dalam pemerintahan dan tatanan kehidupan bermasyarakat,” imbuh bupati.

Sebelumnya, pihkanya memanggil beberapa PNS dan Kades yang berprofesi ganda dan tidak aktif dalam melaksanakan tugasnnya serta menekankan kepada PNS dan Kades, perbuatan mereka merugikan generasi penerus negara dan daerah.

Selanjutnya ke depan tidak akan ada lagi pengangkatan baru bagi tenaga pengawas bahkan akan ada evaluasi kepada para pengawas jika hasil evaluasi ada pengawas yang tidak aktif selama ini akan dicopot dari jabatannya.

Saat ditanya Analisa tentang persiapan pendataan peserta pemilih khususnya dalam menghadapi Pemilu 2009 mendatang, Bupati Nias mengatakan, sebelumnya pemerintah daerah telah memohon dan mengusulkan kepada pemerintah provinsi saat rapat di Medan untuk membentuk Pantarlih di masing-masing desa, karena menurut bupati hal ini sangat efisien.

Bupati menegaskan, kepada Dinas kependudukan Kabupaten Nias untuk memberikan angka pendataan penduduk yang benar-benar, jangan sampai terjadi kembali ada lurah yang tidak memilih, ketika hal itu dipertanyakan kepada KPU dijawab karena mereka tidak punya waktu, sebab KPU hanya diberikan waktu tiga hari. (kap/esp) (Analisa, 1 Juli 2008)

One Response to “Bupati Nias akan Tindak PNS dan Kades Terlibat Partai dan Berprofesi Ganda”

  1. 1
    Sahabat orang tertindas Says:

    Pernyataan Bupati Nias di atas adalah bukti irasionalnya sebuah aturan. Betapa tidak, Bupati Nias sendiri adalah Ketua Partai Demokrat di Nias padahal bukankah beliau pimpinannya para PNS dan para Lurah/ Kades? Sungguh sebuah ironi, dagelan dan bahkan Guommmmmmballll!, sekalipun hal itu mengatasnamakan “sesuai dengan aturan perundang-undangan”

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2008
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031