Tahun 2007 Unicef Alokasikan 20 Juta Dollar AS Untuk Kepulauan Nias

Wednesday, April 4, 2007
By Berkat

Medan (SIB)

Unicef pada tahun 2007 mengalokasikan 20 juta dollar AS untuk melanjutkan pembangunan sektor Pendidikan, kesehatan/nutrisi, perlindungan anak Air bersih/sanitasi di Kepulauan Nias. Untuk lebih memantapkan programnya itu, Unicef telah membuat satu Kantor Perwakilan Kepulauan Nias tersendiri di Gunung Sitoli.

Dari anggaran yang konon terbesar kedua setelah BRR itu, Unicef akan membangun 160 unit gedung sekolah dasar di seluruh Kepulauan Nias lengkap dengan fasilitas belajar dan mengajarnya. Bila pembangunan itu tidak bisa dirampungkan tahun 2007, akan dilanjutkan hingga tahun 2008 menggunakan dana tersebut.

Sebelumnya tahun 2006, Unicef di sektor pendidikan telah menyelesaikan pembangunan 75 gedung sekolah semi permanen di 41 lokasi di Kepulauan Nias. Sekolah semi permanen itu dibangun sebagai sekolah sementara menunggu gedung permanen yang modern selesai dibangun.

Hal itu diungkapkan Project Officer/Kepala Kantor Unicef Perwakilan Kepulauan Nias, Raoul de Torcy kepada Pemimpin Usaha Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Netty Vera Panggabean saat berkunjung ke Kantor Harian SIB Jalan Brigjen Katamso 66 CD Medan, Selasa (3/4). Raoul dalam kesempatan itu didampingi Staf Unicef untuk NAD-Nias Handewi Pramesti. Sedangkan ibu Netty Panggabean didampingi wartawan SIB Relieve Pasaribu SS dan Jhon Manalu Spd.

“Lokasi sekolah permanen yang akan dibangun itu lokasinya sama dengan lokasi sekolah semi permanen. Bila sekolah-sekolah permanen itu selesai, para siswa akan dipindah ke gedung permanen yang baru itu,” jelas Raoul.
Lebih lanjut disebutkan, di sektor kesehatan, Unicef juga telah medistribusikan 150 ribu kelambu dari 30 ribu yang ditargetkan untuk Nias. Hal ini bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat terutama mencegah serangan malaria ataupun penyakit lainnya yang dibawa nyamuk.

Sedangkan untuk sektor Air Bersih dan Sanitasi lanjut Raoul de Torcy, badan PBB sedang memulai proyek air bersih di Pulau Hinako yang berada di wilayah Barat Kabupaten Nias. Proyek ini kata Raoul tergolong kecil tapi ini proyek sangat penting. Soalnya pulau yang dihuni 3000 orang itu selama ini paling terisolir dari berbagai daerah lainnya di Nias.

Problem di Pulau Hinako itu katanya kesulitan air bersih sejak bencana tsunami lalu yang membuat permukaan pulau itu naik karena banyaknya genangan pasir dan sampah-sampah lainnya, sehingga sumber-sumber air rusak. Akibatnya sebagian besar masyarakat pulau itu saat ini masih mengungsi ke pulau induk dan tinggal sementara di Sirombu.

Proyek yang dilaksanakan Unicef kata Raoul menggali 3 sumur yang nantinya dilengkapi pompa tangan agar masyarakat bisa memperoleh air bersih untuk minum dan mandi dengan mudah. “Ini cukup fenomenal bagi kami, karena pihak lain selama ini tidak memperhatikan penderitaan 3000 warga terisolir seperti itu,” katanya.

Proyek Unicef lainnya, tahun 2007 ada program CLCC (Creating Learning Children in Community) atau pelatihan kepada 1300 guru agar nantinya bisa menciptakan anak-anak yang mampu belajar dengan sesama temannya didukung keterlibatan orangtua. “Program ini fantastis dan hasil yang akan dicapai jangka panjang,” katanya.
Sebelumnya, sejak 2005 pasca tsunami dan gempa lalu Unicef pun kata Raoul telah mendistribusikan 10 ribu liter air bersih di Sirombu untuk kebutuhan 4000 pengungsi setiap harinya. Ini bekerjasama dengan lembaga gereja CWS (Church World Service).

Sedangkan di sektor perlindungan anak katanya, Unicef juga telah melakukan penelusuran ribuan anak yang tercerai berai dari keluarganya ke Medan maupu di Jakarta. Setelah itu selesai, maka dibangunlah Children Center atau pusat belajar dan bermain anak-anak korban gempa. “Di pusat sekolah dan bermain itu anak-anak asik bermain dan belajar sehingga akhirnya pelan-pelan bisa melupakan peristiwa gempa yang dilihatnya, sehingga tidak menjadi trauma,” jelas Handewi.

Dalam kesempatan itu Raoul de Torcy dan Handewi menyampaikan kepada Netty Panggabean agar Harian SIB yang dikenalnya paling besar peredarannya di Kepulauan Nias untuk mendukung suksesnya pelaksanaan seluruh program Unicef. “Betul kok, kita beberapa kali melihat koran SIB itu banyak beredar di Nias. Makanya kita ingin dukungan terhadap program kita agar masyarakat luas tahu,” ujarnya.

Netty Vera Panggabean mengatakan, koran SIB siap dan ikhlas membantu pemberitaan program Unicef terutama mengenai kemajuan yang dicapai di Propinsi NAD terutama di Nias. Apalagi program Unicef itu katanya merupakan proyek kemanusiaan yang membantu orang yang tertimpa bencana. (B3/n)

Sumber: www.hariansib.com
Tanggal: Apr 04, 2007 at 11:18 AM

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30