BRR Aceh/Nias Harus Lebih Progesif

Tuesday, December 27, 2005
By susuwongi

JAKARTA (MIOL)

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh/Nias diingatkan harus bertindak progresif dalam membangun kembali Aceh dan Nias pascatsanami dengan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan-kepentingan lain yang sifatnya bias seperti kepentingan kelompok.

“Kalau BRR Aceh/Nias terindikasikan penyimpangan, aparat penegak hukum harus cepat bertindak tegas karena ini menyangkut kerja bersama yang menjadi kepedulian bukan saja dalam negeri tapi juga internasional,” kata anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) HM Tamam Achda, di Jakarta, Selasa (27/12).

BRR Aceh/Nias, menurutnya, harus progresif dan tak perlu menunggu instruksi dari pusat, mengingat rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh/Nias adalah pekerjaan besar yang dilakukan secara bersama-sama.
Mengingat masih adanya ratusan pengungsi yang menempati barak dan tenda-tenda pengungsian, Achda berpendapat, rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh/Nias harus mempertimbangkan faktor waktu, karena mencakup wilayah yang luas dan korban/pengungsi yang demikian banyak.

Hal ini, menurutnya penting untuk mendorong segala upaya rekonstruksi fisik maupun non fisik mempertimbangkan faktor waktu. Meskipun demikian, pembangunan kembali Aceh/Nias tidak boleh keluar dari design tata ruang. Jadi harus lebih baik dari sebelumnya, ujarnya.

Apalagi, pembangunan kembali Aceh/Nias melibatkan banyak bidang, pakar dan ahli dari berbagai negara dengan biaya yang amat besar. “Maka kita heran jika pembangunan fisik Aceh/Nias nantinya tidak seperti yang kita harapkan,” katanya.

Oleh karena itu, pembangunan kembali Aceh/Nias harus memperhatikan faktor lingkungan dan tata ruang, di samping kebudayaan. Bagi masyarakat Aceh, masalah kultur tak boleh diabaikan agar anak-anak Aceh/Nias tidak tercerabut dari kebudayaannya.

BRR Aceh/Nias juga diharapkan bisa berperan lebih bijak. Jika kondisi Aceh/Nias masih darurat maka masyarakat setempat harus dibantu makanan, kesehatan dan pendidikan. Namun diakui, untuk membantu pekerjaan, seperti membuka lapangan kerja baru, rasanya tidak mudah.

“Tapi yang perlu kita ingatkan, tidak mungkin masyarakat setempat akan tergantung terus kepada bantuan, karena jumlahnya yang tidak kecil,” katanya menambahkan.

Ia mengharapkan, semua kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang bersifat fisik, seperti pembangunan gedung-gedung perkantoran dan perumahan, hendaknya memberikan peluang kepada masyarakat setempat. Mereka hendaknya terlibat di dalamnya, ini juga merupakan bentuk bantuan kepada masyarakat setempat. (Ant/OL-06)

Sumber: Media Indonesia

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2005
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031