Dua Presiden : SBY dan Xanana Menangis Haru di Bumi Nias

Tuesday, December 27, 2005
By susuwongi

Gunungsitoli (SIB)

Dua presiden, yaitu Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Republik Demokrat Timor Leste Xanana Gusmao, menghadiri perayaan Natal Bersama warga Pulau Nias (Kabupaten Nias & Nias Selatan-Nisel) di Gunung Sitoli, Minggu siang (25/12). Kedua Presiden menangis haru bersama sejumlah pejabat dan undangan lainnya ketika menyaksikan adegan fragmen Natal yang menggambarkan tragedi tsunami dan gempa bumi yang dilakonkan ratusan putra-putri Nias di panggung Natal Nias & Nisel di Lapangan Pelita Gunung Sitoli.

Presiden RI Dr Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan ada dua alasan mendorong dirinya untuk datang kembali mengunjungi Pulau Nias menjelang akhir tahun 2005 ini, yaitu untuk melihat secara langsung sampai sejauh mana pelaksanaan dan keberhasilan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Nias pasca-tsunami dan gempa bumi, dan juga untuk ikut merayakan Natal bersama segenap masyarakat Nias, khususnya dalam rangka “mengenang kembali dan membangun kembali” (remind and rebuild) daerah Nias pasca tsunami 26 Desember 2004 dan gempa bumi 28 Maret 2005 lalu.

“Tahun lalu, saya ikut merayakan natal di Papua, Irian Jaya. Tapi beberapa jam setelah itu saya terbang ke Aceh karena terjadi tsunami (26 Des 2004). Tahun ini, saya bersama rombongan datang lagi ke Nias ini, dan dari lubuk hati yang paling dalam saya katakan, masih ada sisa-sisa kesedihan saya ketika menyaksikan operet Natal yang ditampilkan. Kami begitu terharu, dan kalau dengan ini saya sudah tiga kali datang ke Nias (Gunung Sitoli) ini, maka tahun depan saya akan datang mengunjungi saudara-saudara saya di Teluk Dalam, Nias Selatan,” ungkap Presiden SBY di Gunung Sitoli, Minggu (25/12).

Kepala Negara mengutarakan hal itu ketika menyampaikan pesan-pesan dan sambutan Natal pada perayaan Natal Bersama Warga Nias & Nias Selatan dihadiri 10.000-an warga Nias, meliputi 6.000-an undangan resmi di lapangan Pelita, dan sekira 4.000-an warga yang menyaksikan dari luar arena eks Stadion Pelita yang sengaja dipagari seng. Perayaan Natal Nias & Nisel, sebagaimana dipaparkan Ketua Umum Panitia Natal Bersama Nias & Nisel Agus Herdian Mendrofa yang juga Wakil Bupati Nias, terbilang luar biasa dan sangat bersejarah karena merupakan daerah kabupaten pertama di Indonesia yang dikunjungi atau dihadiri dua kepala Negara sekaligus (Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao) dalam satu perayaan Natal. Selain dua presiden, juga hadir utusan Sekjen PBB, Grace Margarehta.

Hadir pada acara yang juga disebut spektakuler itu antara lain Ibu Negara Ani Yudhoyono, penasehat Presiden RI yang juga perancang dan penanggung jawab Perayaan Natal Bersama Nias Letjen TNI (Purn) TB Silalahi, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Kesehatan Siti Fadilah, Menteri Agama Maftoeh Basyuni, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Plt Gubsu Drs Rudolf M Pardede bersama istri, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lilek AS, Bupati Nias Binahati B Baeha bersama istri Lenny B Baeha, Plt Bupati Nias Selatan Kol (Purn) Drs Eddy Aman Saragih, Calon Wakil Bupati Nisel Daniel Duha SH, Dirjen Bimas Protestan, Dirjen Bimas Katholik, Kapolda Sumut Brigjen Pol H Bambang Hendarso Danuri, Dan Lanal Sibolga Letkol Jaka Santosa, Danrem 023 Kawal Samudera, Kol Eddy Haryanto, GM PLN Kitlur Ir Albert Pangaribuan, Wakil Presiden Konfederasi Buruh Sedunia (World Labour Council-WLC) Dr Muchtar Pakpahan SH MA, Ketua Umum DPP PDS Dr Ruyandi Hutasoit, dll.

Dari kalangan tokoh agama setempat hadir Ephorus BNKP Pdt Dr AR Gea, Ephorus BNKP Indonesia Pdt MA Lase STh, Pdt Wati Hura STh, Pdt Nur Idaman Zebua, Dandim 0121 Nias Letkol Martua Sihotang, dll. Sedangkan dari kalangan wakil rakyat setempat tampak hadir anggota DPRD Nias Damili R Gea SH, Khenokhi Waruwu, Sadarman Zebua SH, Sinema Gulo, Asli Zalukhu, Sofati Waruwu, Sokhizanolo Zai SE dan Sului Zisiwa Wau BA serta Budieli Laia dan Drs Tolanakhou Hia dari DPRD Nisel. Hadir juga tokoh masyarakat Nias Temazaro Harefa, Ama Fince Hulu, Amalili Waruwu, dll. Sehari sebelumnya, sejumlah pejabat daerah hadir seperti Bupati Tapteng Tuani Lumbantobing, Danlanal Sibolga untuk meninjau persiapan akhir menjelang Hari-H perayaan Natal tersebut.

“Saya begitu terharu dengan sajian operet Natal ini, apalagi sub-themanya sangat tepat dan relevan: mengenang kembali dan membangun kembali (remind and rebuild). Dengan sub-thema ini kita harapkan remind and rebuild Nias, remind and rebuild Aceh for remind and rebuild Indonesia to the best future (pembangunan kembali di Nias maupun Aceh akan menjadi pemulihan dan pembangunan lanjut negeri Indonesia untuk masa depan yang lebih-Red). Natal Nias ini juga telah memberikan penegasan kepada saya selaku pemerintah pusat maupun propinsi dan kabupaten untuk membangun kembali Nias ini. Bahkan, Natal Bersama di Nias ini juga telah menunjukkan solidaritas asing kepada Indonesia. Setahu saya, Natal juga merupakan wujud solidaritas Tuhan kepada manusia, sehingga Natal Nias ini juga menjadi refleksi solidaritas dan empati saya sebagai Kepala Negara bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi warga yang terkena bencana seperti di Nias ini,” papar Presiden sembari menyatakan salut kepada ‘Ompung’ TB Silalahi yang merancang sepenuhnya Natal spektakuler tersebut. Sebutan ‘ompung’ oleh Presiden disambut tepuk tagan riuh para undangan.

Presiden juga menambahkan ada empat makna Natal, yaitu: makna yang sarat harapan bagi orang-orang yang menderita atau putus asa, makna jalan terang bagi orang-orang tersesat, makna persatuan bagi orang-orang yang terpecah belah, dan makna pertolongan bagi orang-orang tak berdaya. Thema Natal yang berbunyi: Jangan Takut, Aku Menyertaimu’ sebelumnya dipaparkan Pdt AR Gea yang membawakan narasi Natal.

Beberapa hal menarik terjadi sebelum perayaan Natal secara resmi dimulai. Misalnya cuaca yang sempat ‘mengusik’ dengan gerimis beberapa kali. TB Silalahi kepada SIB menyatakan senang dan bersyukur karena menjelang acara cuaca tampak begitu cerah walaupun beberapa hari sebelumnya hujan hampir setiap hari melanda kota Gunung Sitoli. Di arena panggung, Ketua Umum Panitia Agus Herdian Mendrofa kepada para undangan menyebutkan adanya tawaran dari pawang hujan untuk menangkal hujan pada hari itu.

“Tapi, kita kan orang beriman, tak perlu menggunakan pawang karena ada hamba-hamba Tuhan yang sedang berdoa bahkan sudah berpuasa meminta pertolongan Tuhan agar diberikan cuaca yang baik pada hari acara Natal ini,” ujarnya optimis.

Hal menarik lagi adalah maraknya sebutan ‘Ompung’ kepada TB Silalahi, penasehat Presiden yang juga perancang fragmen Natal, apalagi ketika TB tampil sebagai konduktor ketika ‘uji coba’ para paduan suara lagu Great Haleluya yang dibawakan grup paduan suara ibu-ibu Katolik Nias dan Nias Selatan.

Juga tampilnya grup paduan suara dari SD Muhammadiyah Gunung Sitoli bersama grup-grup paduan suara para pelajar SMP dan SD setempat. Pada pendukung Natal itu antara lain melibatkan empat grup paduan suara dari Nias dengan total 160 orang, 2 grup dari Nias Selatan. (A14/LZ/e/d)

Sumber: Harian SIB Online, Desember 2005

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2005
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031