Jadikan Nias Lebih Baik

Monday, December 26, 2005
By susuwongi

Gunungsitoli (Kompas)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Nias, dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan berupaya keras untuk membangun Kepulauan Nias pascagempa. Demikian pula pemerintah pusat.

Saya memberikan penugasan kepada saya sebagai pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten, apa yang dapat dilakukan ke depan untuk membangun Nias meraih keadaan lebih baik. Dalam perayaan Natal ini, saya mengajak seluruh umat Kristiani di seluruh Tanah Air berpartisipasi sekuat tenaga mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia, yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kata Presiden di depan sekitar 10.000 penduduk Kepulauan Nias dalam perayaan Natal Nasional di Lapangan Pelita, Gunungsitoli, Minggu (25/12).

Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia saling mengulurkan tangan, bahu-membahu, dalam pembangunan. Hal itu dilakukan, kata Presiden, sambil menyiapkan generasi muda lebih baik untuk masa depan Indonesia.

Ia menyatakan, hanya dengan bersatu Indonesia bisa melakukan yang lebih baik untuk perubahan masa mendatang, yakni perubahan untuk membawa bangsa ini sejajar dengan negara lain.

Presiden mengungkapkan, kunjungan kerjanya ke Nias bertujuan melihat kemajuan proses rehabilitasi dan rekonstruksi Nias. Namun, Presiden tidak menjelaskan lebih lanjut tentang hasil peninjauannya itu.
Setelah menyampaikan pesan Natal, Presiden dan rombongan langsung meninggalkan Lapangan Pelita menuju Lapangan Terbang Binaka, Nias. Selanjutnya, mereka terbang dengan menggunakan pesawat kepresidenan Dash 7 ke Medan.

Menurut keterangan Manajer Ekonomi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nanggroe Aceh Darussalam-Nias Perwakilan Nias Yunus Situmorang, dari 1.100 rumah yang direncanakan dibangun tahun 2005 di Gunungsitoli, yang selesai baru 95 unit. Sisa rumah tersebut akan dikerjakan tahun 2006 bersama target 8.000 rumah di Kepulauan Nias.

Menurut Yunus, proses pembangunan Gunungsitoli sebagai kota terbesar di Kepulauan Nias terus dipercepat. Pulihnya ibu kota Kabupaten Nias tersebut diharapkan memacu pertumbuhan perekonomian di sekitarnya pascagempa.

Kami terus membangun pusat perekonomian di Gunungsitoli dengan intensif. Kami yakin, percepatan pembangunan di Gunungsitoli mampu menggerakkan roda perekonomian di Kepulauan Nias ini, kata Yunus Situmorang, Sabtu malam.

Rumah warga
Saat ini BRR sedang membangun 322 rumah warga Kelurahan Pasar Gunungsitoli yang rusak parah akibat gempa. Survei lokasi, pengukuran, dan pematokan batas antar-rumah penduduk sudah selesai dilaksanakan. Pada tahap pertama BRR akan membangun 200 rumah. Pembangunannya dijadwalkan selesai Maret 2006.

Setelah tahap pertama selesai, pembangunan 122 rumah sisanya akan segera dilaksanakan. Dengan pembangunan rumah, yang sekaligus akan menjadi tempat usaha, tersebut diharapkan perekonomian masyarakat kembali pulih.

Kendalanya, masyarakat belum mengurus surat izin mendirikan bangunan (IMB). Padahal, persyaratan itu mutlak karena merupakan bagian dari penyadaran masyarakat atas kewajiban mereka.

Masyarakat harus tetap mengurus IMB karena itu syarat mendirikan bangunan. Kalau biaya, sepertinya tidak terlalu berat karena kami sudah berhasil memperjuangkan agar bahan galian C dan material bangunan untuk masyarakat dibebaskan dari retribusi, kata Yunus.

Hasil pemantauan Kompas, masih banyak reruntuhan rumah toko warga di kawasan pasar yang belum dibersihkan. Sebagian warga masih tinggal di tenda di depan rumah mereka.

Ketika dikonfirmasi, Bupati Nias Binahati B Baeha mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias sudah memberikan potongan harga bagi masyarakat yang mengurus IMB. Saat ini masyarakat hanya dibebankan 35 persen dari biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mengurus IMB.

Pemkab Nias sudah mengalokasikan Rp 1,3 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nias 2005 untuk pembelian lahan. Lahan tersebut akan dibagikan kepada korban gempa yang tidak memiliki tanah untuk pembangunan rumah.

Kami berusaha memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membangun kembali rumahnya yang hancur akibat gempa. Pemkab akan menyediakan sistem pelayanan satu atap untuk mempercepat warga yang mengurus IMB, kata Binahati.

Kekurangan pekerja
Yunus mengatakan, BRR menargetkan pembangunan sedikitnya 8.000 rumah di Kepulauan Nias pada tahun 2006. Namun, target itu dikhawatirkan sulit terpenuhi karena minimnya jumlah tenaga kerja di Nias.
Tenaga kerja yang ada di Nias tidak mencukupi untuk proyek pembangunan di sini. Kami membutuhkan banyak tenaga kerja agar proyek ini dapat selesai tepat waktu, kata Yunus Situmorang. (HAM)

Sumber: Kompas Online, Senin, 26 Desember 2005

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2005
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031