Teluk Dalam (SIB)

Tarian perang Nias Selatan menyambut kedatangan Cagubsu Ir RE Siahaan beserta istri DE br Hutapea, Sabtu (8/3) di Desa Hilimaetano, Kecamatan Teluk Dalam Nias Selatan (Nisel). Tarian Famadaya Harimao juga mewarnai penyambutan tamu yang dianggap tamu agung yang harus dihormati.

Karena bangga ada seorang calon pemimpin mau datang ke desanya, tokoh-tokoh masyarakat di sana memberi anugrah bangsawan kepada RE Siahaan yaitu “Samairi Tano” yang artinya pembaharu daerah.

Penganugrahan itu ditandai dengan penyematan perhelatan bangsawan Nisel kepada RE Siahaan berupa pakaian dan Kalabubu (kalung). Ny RE Siahaan disambut bak putri bangsawan Nisel lalu di kepalanya disematkan mahkota “Rai”, penyambutan putri bangsawan ini disebut “Mogaeie”.

RE Siahaan datang bersama Tim pemenangan Ir Palti Simanjuntak, Ridwan Aweis, Freddy Situmeang, Jhon Kastel Siahaan, Pdt AM Peranginangin STh, Pdt Arden Tarigan STh, Koordinator Pemenangan PASS (Pasangan Siahaan Suherdi) Nisel Sidi Adil Harita SSos, Thomas Dachi, anggota DPRD Nisel Fabulo Manao, Ketua Pemuda, Pemudi, Mahasiswa Mahasiswi Nisel Arianto Simon Fau, Sekretaris Yaredi Waruwu SS dll.

Tokoh masyarakat Desa terdiri dari Ketua Dewan Permusyawaratan Desa (DPD) Urusan Dachi, Fahela Dachi, Samosa Dachi, Tosahe Dachi, Hiburan Dachi,Samasieha Dachi, Sunotona Dachi dll.
Ada keistimewaan yang dirasakan RE Siahaan saat bersosialisasi di Nisel. Dia mendapat 3 Kalabubu dalam beberapa acara penyambutan, pertama oleh Ephorus BKPN Pdt S Manao STh, Jumat (7/3) atas nama masyarakat Nisel, keesokan harinya Ephorus juga menyematkannya ketika RE dan rombongan mengunjungi Gereja BKPN dan ketiga oleh tokoh masyarakat Desa Hilisimaetano.

Kedatangan RE ke Nias dan Nisel selain untuk bersosialisasi juga karena punya hubungan emosional. Mertuanya dulu bertugas di Gunung Sitoli pada tahun 60an, adik ED br Hutapea juga lahir di Nias, RE sendiri pernah bertugas sebagai tim Martabe di Nias tahun 1987.

Pada tahun 1965, terjadi bencana di keluarga mertuanya, kapal yang mereka tumpangi pecah, Ny RE waktu itu berusia 4 tahun ikut terdampar, namun selamat. Tapi adik mertuanya hilang di tengah laut.

Menurutnya, masyarakat Nias yang ada di Pematang Siantar dan Medan cukup baik terhadap RE Siahaan. Beberapa bulan lalu di Martubung Medan, RE Siahaan mendapat anugrah gelar bangsawan Nias yang diberi nama “Balagu Samaogo Lizihono” yang artinya tokoh pemersatu aspirasi orang banyak. Itu sebabnya RE Siahaan menyempatkan diri untuk memijakkan kakinya di bumi Nias untuk menjalin hubungan yang lebih akrab lagi di Tano Niha.

Setelah menyematkan pakaian kebesaran Nisel kepada RE Siahaan, Urusan Dachi mengatakan akan mendukung RE Siahaan pada Pilgubsu mendatang. Penduduk Desa Hilisimaetano berjumlah 17.000 jiwa dan diyakini akan mendukung RE-Suherdi.

Pada pertemuan dengan pengurus PASS Center di Teluk Dalam, Jumat (7/3) malam, Ketua Depercab DPC Partai Pelopor Nisel Hadirat Manao mengatakan, jumlah pemilih di Nisel 178.000. Koalisi Partai, tim pemenangan beserta pemuda dan mahasiswa akan bekerja keras memenangkan RE.

Dikatakannya, berdosa orang Nias jika tidak memilih RE Siahaan karena dia adalah orang yang berkualitas dan hubungan emosional orang Nias dengan orang Batak sangat baik. Sejarah membuktikan Nias dengan Batak satu Keresidenan Tapanuli, untuk itu orang Nias jangan mengkhianati orang Batak.

“Orang Batak sangat baik, mau pajaehon anaknya, malah dikasih lagi modal. Mekarnya Nias melahirkan Nisel berkat orang Batak yang ada di pusat, justru orang Nias sendiri yang mengkhianati pemekaran tersebut,” kata Hadirat.

Menurutnya, jika kedepan Nias ingin menjadi sebuah Propinsi, maka orang Nias harus mendukung sepenuhnya Propinsi Tapanuli (Protap) agar orang Batak ikut membantu Propinsi Nias di Pusat.
Untuk itu kepada tim diimbaunya supaya kerja keras karena waktu 5 menit bisa menentukan. “Waktu tinggal sedikit lagi, jangan jadi penghkianat, berkatalah sejujurnya, jangan berkata seindahnya, buang sifat egois, rebutlah mata hati rakyat,” ucapnya.

Simon Arianto Fau mengatakan pemuda dan mahasiswa Nisel siap bekerja sama dan bergandengan tangan memenangkan RE Siahaan. Mereka siap terjun sampai ke desa-desa dan siap menjalin hubungan kerjasama dengan elemen-elemen masyarakat. Pemuda dan mahasiswa yang ada di luar Nias akan mereka himpun untuk mendukung RE Siahaan. Mereka juga sudah membuat koordinator di 8 Kecamatan Nisel.

Begitu mendarat di Bandara Binaka Nias, RE menyaksikan betapa indahnya lautan Nias. Dia bertekad akan memoles Nias dan menjadikannya bagaikan Pulau Dewata Bali. Tentunya akan dilakukan koordinasi dengan Pemkab Nias dan Nisel, tapi Pempropsu akan banyak untuk pariwisata Nias.

Di Desa Hilisimaetano RE dan istri menyempatkan diri menjenguk korban kebakaran di desa itu yang menimpa keluarga Restu Dachi sampai meninggal dunia. Ny RE menyerahkan bantuan sebagai obat pelipur lara kepada istri korban, Sepri Tawati.

Di Desa Lagundri Teluk Dalam RE Siahaan berkesempatan berdialog dengan umat Muslim Nias. Begitu juga di Kecamatan Idanogawo, umat Muslim Nias mengajak RE dan istri ke Mesjid Al Abrar Tetehosi dan memberi bantuan untuk membeli sajadah. Dari Teluk Dalam sampai Gunung Sitoli RE Siahaan dielu-elukan masyarakat karena RE dianggap paling pas sebagai pemimpin mereka. (M24/o) (SIB, 12/03/08)

Facebook Comments