Pembangunan Rumah Korban Gempa Nias Ditelantarkan

Tuesday, January 9, 2007
By nias

Nisel, WASPADA Online

Beberapa rekanan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias diduga sengaja menelantarkan pembangunan rumah korban bencana gempa tsunami di Kab. Nias Selatan, setelah mencairkan uang muka ratusan juta rupiah tetapi tidak melaksanakan pekerjaannya.

Hal ini sesuai hasil inves-tigasi Lembaga Swadaya Ma-syarakat (LSM) Bina Peduli Pem-bangunan Nias (BPPN) Kab. Nias Selatan (Nisel), yang mene-mukan pembangunan 60 unit rumah bantuan BRR untuk kor-ban gempa dikerjakan CV. PR sampai akhir Desember 2006 baru dikerjakan 18 unit.

Itu pun volume pekerjaan hanya sebatas pemasangan dinding batako yang hingga saat ini terlantar belum bisa ditem-pati, selebihnya 42 unit rumah realisasinya masih nol persen padahal rekanan tersebut telah mengambil uang muka Rp620 juta. Akibat ulah rekanan BRR tersebut banyak korban gempa tsunami terpaksa tetap bertahan tinggal di rumah-rumah sementara atau di bawah tenda darurat.

Demikian diungkapkan Ketua LSM BPPN Kab. Nisel, Rendoes Halawa kepada Was-pada, Sabtu (6/1) di Teluk Da-lam, Nisel. Menurut Rendoes, ulah rekanan CV. PR yang didu-ga telah melarikan uang BRR ratusan juta rupiah itu sudah terindikasi tindakan KKN, untuk itu diharapkan penegak hukum segera mengusutnya demi pe-nyelamatan uang negara.

Dikatakan, bila dilihat dari pekerjaan yang dilaksanakan CV. PR hanya berbobot kurang lebih 9 persen yang terealisasi. Hal ini diperkuat CV. Lidumas Konsultan selaku supervisi pe-kerjaan yang mengakui bobot kerja yang dilaksanakan CV. PR tidak lebih 10 persen.

Secara terpisah anggota DPRD Nisel, Fatolosa Halawa yang dihubungi via telepon selular mengatakan, tindakan dan sikap CV. PR yang mene-lantarkan rumah korban gempa tsunami, merupakan tindakan tidak berprikemanusiaan.

Dia minta pihak BRR seba-gai pemberi kerja menyelidiki masalah itu dengan tidak me-ngulur-ulur waktu. Kalau dite-mukan kebenarannya maka oknum yang bertangggungja-wab pada CV. PR laporkan ke-pada penegak hukum. Ini seka-ligus pembelajaran kepada rekanan/kontraktor lainnya untuk tidak berbuat hal sama.

Fatolosa Halawa mensinya-lir rekanan/kontrkator yang ber-buat hal seperti ini tidak hanya satu, tetapi ada beberapa reka-nan seperti CV. NB yang me-ngerjakan perumahan 32 unit di Desa Koendrafo dan Hilio-talua Kec. Lolomatua. Masih di kecamatan sama, ada satu reka-nan lokal mengerjakan peru-mahan 10 unit lebih, dimana uang muka sudah diambil tetapi pekerjaan tidak terealisasi.(cbj) (sn)

Sumber: Analisa Online, 8 Januari 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita