Seperti dikutip dari situs setkab.go.id, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menunjuk Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi Koordinator Investigasi Bersama atas data-data honorer ‘siluman’ tersebut.
Dalam tim investigasi itu, juga bergabung Kepolisian RI melalui Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) yang akan menindaklanjuti pengaduan yang terindikasi pidana pemalsuan berkas kelengkapan tenaga honorer K2.
“Tekad pemerintah ini sebagai tanggapan atas protes dari masyarakat terhadap pengumuman test penerimaan CPNS dari jalur Tenaga Honorer Kategori Dua (K2),†ujar Menteri PAN-RB Azwar Abubakar yang memimpin Rapat Kerja (Raker) Panitia Seleksi Ujian Nasional (Panselnas) CPNS, di Ruang Sriwijaya Kantor Kementerian Kementerian PAN-RB di Jakarta, Senin (25/2/2014).
Azwar mengatakan, meski sebelum pelaksanaan ujian data K2 tersebut telah diuji publik, namun dia mengakui ada sinyalemen kalau data-data tersebut masih ada yang ‘bodong’.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Neara (BKN) Eko Sutrisno mengatakan, BKN akan meneliti kebenaran data K2 berdasarkan database miliki BKN.
“Hanya K2 yang datanya sesuai kebenaran dan keabsahannya saja yang akan ditetapkan NIP-nya,†tegasnya.
Saat ini, protes terhadap pengumuman hasil tes CPNS kategori II di Pulau Nias mulai muncul di Kabupaten Nias Selatan. Selain adanya dugaan permainan uang yang diduga melibatkan pejabat, juga diduga banyak yang masuk dalam daftar kelulusan tersebut masuk kategori ‘siluman’ alias tidak memenuhi syarat sebagai honorer kategori II. Berdasarkan informasi yang diterima Nias Online, laporan mengenai hal itu telah dikirimkan ke Kemenpan-RB.(en)

kami sangat mendukung kinerja pemerintah utk bnr2 pemeriksaan data k2 pak dan bkn dinas selatan aja ya pak tp di slrh pulau nias krn byk data k2 yg tdk sesuai dgn lamanya mrk mengajar…
Sungguh terlalu
Kita sangat setuju dengan Tekad pemerintah ini sebagai tanggapan atas protes dari masyarakat terhadap pengumuman test penerimaan CPNS dari jalur Tenaga Honorer Kategori Dua (K2),†Tetapi saran dari Kami”meskipun dalam tim investigasi itu adalah Kepolisian RI melalui Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) dan juga diberi kepercayaan kepada LSM yang ada di Daerah untuk melakukan Investigasi yang nantinya dapat diakomodir sebagai bahan Laporan Kapada Kepolisian supaya berimbang jadi pihak Kepolisian terbantu dan terawasi, karena bukan tidak mungkin ada peluang curang kemudian,” harapan kamikepada Menteri PAN-RB Azwar Abubakar
itu semua hanyalah permainan pejabat,sekali lagi itu semua ngk jauh-jauh dari uang., kita hanya berharap pejabat negara ini sadar terhadap apa yang dia lakukan
Saya merasa prihatin dgn kawan-kawan honorer k2 yg gagal. Padahal sudah mengikuti tes cpns. Tes itu bertujuan menilai sisi entelektual, sisi kecakapan dan kemampuan. Kenapa harus bersungut-sungut dan juga menuding. Tes cpns ibarat pertarungan, menang atau kalah masalah biasa. Mengeritik padahal tak menyadari kemampuannya. Jangan jadi petarung kalau takut gagal, lebih baik jadi BANCI saja.