Archive for March, 2014 | Monthly archive page

Setelah 9 Tahun Gempa Nias: Apa yang Berubah di Pulau Nias?

Friday, March 28th, 2014

Dian Komalasarih | FB

Dian Komalasarih | FB

NIASONLINE, JAKARTA – Gempa yang menghancurkan Kepulauan Nias pada 28 Maret 2005 tak hanya menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan aneka kerugian yang menjadi ikutannya. Tapi juga serta merta membuat mata dunia terbelalak, mencari, lalu mendatangi Kepulauan Nias. (more…)

Setelah 9 Tahun Gempa Nias: Ini Rahasia Para Korban Bisa Bertahan dan Bangkit Kembali

Friday, March 28th, 2014

Timotius Duha | TD

Timotius Duha | TD

NIASONLINE, JAKARTA – Sembilan tahun lalu. Tepatnya, 28 Maret 2005, sekitar pukul 23.30 wib. Amuk gempa itu datang. Meluluhlantakkan kepulauan Nias. Membekaskan luka dan trauma dengan perih tak lekang. Merenggut nyawa. Menghancurkan jiwa dan harta. Pada sebagian orang, memutuskan harapan akan masa depan.

Kengerian itu mengubahkan banyak hal. Banyak kenangan yang tak mudah dihapus meski waktu berusaha membayarnya. Sebuah kenyataan yang hanya bisa dihadapi dengan menerima dan menghadapinya apa adanya. Banyak hal yang tidak mungkin diubah dan dikembalikan pada keadaan/masa sebelumnya.

Kehancuran itu juga membawa perubahan lain. Pada sebagian orang, nestapa itu membuat tulang kehidupan mereka lebih kuat daripada sebelumnya. Kenyataan itu disadari dan dengan ikhlas dipahami sebagai sesuatu yang tak bisa diingkari apalagi diputarbalik arahnya. Karena itu, bagi mereka, kehidupan adalah masa depan. Karena itu, perlu dimanfaatkan dan diperlakukan dengan penuh penghargaan.

Hal-hal itulah yang menjadi intisari pengalaman bertahan hidup dan bangkit kembali yang dibagikan Timotius Duha, SE, MM dan Yunius Zega, SH. Keduanya, keluarga dari korban gempa itu. Kiranya, kekuatan mereka bisa mewakili para keluarga lainnya. Mewakili sikap positif menghadapi keadaan yang tak sederhana itu.

Timotius mengaku, sisa-sisa trauma itu masih belum hilang sepenuhnya. Namun, setidaknya, sudah banyak perubahan dibanding masa-masa awal. Pada saat kejadian itu, ayahnya menjadi korban dan ibunya luka-luka. Rumah dan usaha mereka hancur.

“Gempa sembilan tahun lalu itu membuat saya tidak berterima secara pribadi. Keluarga adalah pengusaha mapan. Tiba-tiba langsung jatuh miskin. Kenyamanan dan kelebihan secara finansial hilang lenyap. Bagaimana menghadapinya? Bingung dan sangat bingung. Ayah saya meninggal dan rumah serta isinya rata dengan tanah. Ibu sakit-sakitan. Sementara hidup harus jalan terus,” ungkap dia mengenang masa-masa awal yang sulit itu.

Timotius yang saat itu baru menyelesaikan SMAnya di Jakarta, pulang ke Nias Selatan untuk selanjutnya mempersiapkan diri memasuki perkuliahan lagi di Jakarta mengaku, keadaan itu memaksanya ‘putar’ otak. Harus bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Kala itu, berbagai tawaran pekerjaan dari NGO luar negeri yang gajinya hingga belasan juta justru ditolak.

“Karna saya sadar uang bukan segalanya. Lebih lagi, saya tidak bisa jauh dari ibu saya yang sedang sakit,” jelas dia.

Sebagai langkah awal, dia mulai menghidupi keluarga dengan berjualan kecil-kecilan di bekas puing-puing rumah yang telah hancur.

“Lebih baik saya menderita secara ekonomi tetapi bisa dekat dengan ibu. Dari pada uang banyak dari hasil kerja tetapi keluyuran kesana-kemari ngurusin orang lain. Puji Tuhan. Dengan berjualan kami bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” papar pria muda yang kini jadi dosen tetap di STIE Nias Selatan itu.

Pembantu Ketua I bidang Akademik STIE Nias Selatan itu mengatakan, keadaan itu juga membawanya lebih jauh untuk memikirkan masa depannya. Apa yang harus jadi pegangan hidup ke depan. Dia pun memutuskan untuk kuliah sambil kerja. Dia mengakui, pengalaman itu juga membuatnya lebih rendah hati.

“Saya mulai terbiasa menjadi low profile. Ternyata Tuhan mengubah hidup saya melalui gempa. Hidup boros dan cengeng menjadi sederhana tetapi petarung di masa muda. Gempa telah membuat saya belajar bersyukur dan menghargai hidup,” kata dia.

Kepada para keluarga korban gempa itu yang masih terpuruk, anak kedua dari dua bersaudara ini juga menyarankan agar jangan terus bersedih, meratapi nasib.

“Carilah peluang, berusaha dan tetap berserah pada Tuhan. Pasti ada jalan terang menuju pemulihan, perubahan. Karena di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil,” tandas dia.

Yunius Zega | YZ

Yunius Zega | YZ

Sementara itu, Yunius mengatakan, mereka bisa melewati masa-masa sulit, tak lepas dari dukungan orang-orang terdekat dan perlindungan Tuhan semata. Selain itu, keputusan untuk menerima kenyataan itu juga menjadi jalan keluar agar bisa menjalani hidup setelah itu.

“Kalau intinya sih, semua ini terjadi karena kehendak-Nya dan harus diterima dan dijalani. Berdasarkan panduan. Hidup ini untuk dijalani bukan untuk dihindari. Dan pasti ada jalan keluar bila kita menyerahkan semuanya kepada-Nya,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli ini.

Dia juga mengatakan, menjalani realitas yang tak sederhana itu, juga tidak perlu menyalahkan siapapun. Meski sakit, harus dijalani dengan ikhlas.

“Dan tidak menyalahkan siapapun. Karena itulah kita harus jalani dan harus bisa melepaskan dengan ikhlas. Walau sakit tapi mesti dijalani,” jelas dia.

Dia menambahkan, secara pribadi, sebagai anak sulung dalam keluarga, dia mau bertahan demi adik-adiknya yang tak mudah menerima kenyataan itu.

“Secara pribadi mau bertahan juga karena adik-adik yang tidak bisa menerima. Sehingga terus mendorong mereka untuk menerima,” tandas dia.

Pada kejadian itu, Yunius kehilangan kedua orangtua, adik dan dua sepupunya akibat rumah mereka di depan Pelabuhan Angin ambruk dihajar gempa dengan kekuatan 8,7 SR itu. Siang ini, mereka mengisi waktu dengan berziarah ke makam orang-orang tercintanya itu di pemakaman keluarga di Sihare’ö, Desa Umbubalödanö.

Mengubahkan Senta Leo

Bencana itu tidak hanya mengubahkan hidup orang-orang Nias. Juga tidak melulu soal keperihan dan kehancuran. Sejak itu, banyak orang, lembaga bahkan negara memberikan perhatian serius dengan Kepulauan Nias dan masyarakatnya. Mereka berbondong-bondong memberikan dukungan darurat dan juga dukungan pemulihan. Ada yang datang, lalu pergi setelah menyerahkan bantuan. Ada juga yang sempat beberapa tahun sampai semua proyek bantuan selesai, lalu pulang.

Senta Leo dan para anak asuhnya (Foto: Dokumen Pribadi)

Senta Leo dan para anak asuhnya (Foto: Dokumen Pribadi)

Tapi ada juga yang sebaliknya. Salah satunya, seorang pria bernama Senta Leo. Seorang yang hidup sukses dengan segala kenyamanan di Jakarta. Gempa Nias itu mengubah total kehidupannya. Kini, dia mengabdikan diri bersama keluarganya untuk mengabdi dan melayani di Pulau Nias.

“Ada satu teman berkata, sembilan tahun lalu masih menorehkan duka yang dalam karena Sembilan anggota keluarganya pergi meninggalkannya. Bagi saya, sembilan tahun lalu saya juga “pergi” ke pulau Nias meninggalkan hidup yang “normal”. Gempa sembilan tahun lalu mengubahkan hidup saya. Dari hidup untuk “pencapaian” menjadi hidup untuk “pengabdian”. Pengabdian kepada Tuhan untuk mencetak SDM berkualitas pemimpin di Pulau Nias,” jelas dia kepada Nias Online, Jum’at (28/3/2014).

Senta mendirikan rumah asuh dan mengasuh puluhan anak-anak Nias yang sebagian merupakan yatim piatu. Juga mengelola dua sekolah TK di dua desa.

Tentu saja, daya tahan dan daya bangkit setiap orang berbeda-beda. Butuh waktu yang tidak sama untuk pulih dan bisa menikmati kehidupan dengan normal kembali. Tapi setidaknya, pengalaman menunjukkan, keikhlasan dan kesediaan menerima kenyataan akan menolong untuk melewati masa-masa sulit dan memulai hidup baru dengan penuh penghargaan dan penghormatan. Mari menatap masa depan dan membangunnya lebih baik lagi. (en)

Peringatan 9 Tahun Gempa Nias Diisi Dengan Kebaktian dan Malam Doa

Friday, March 28th, 2014

Gereja ambruk akibat gempa | Puskompu

Gereja ambruk akibat gempa | Puskompu

NIASONLINE, JAKARTA – Hari ini, bencana gempa Nias tepat sembilan tahun. Gempa dengan kekuatan 8,7 SR yang terjadi pada 28 Maret 2005 sekitar pukul 23.30 tersebut merenggut sekitar seribu nyawa dan meluluhlantakkan Pulau Nias. (more…)

Presiden SBY Resmikan Bandara Kualanamu Hari Ini

Thursday, March 27th, 2014

NIASONLINE, JAKARTA – Seteleh resmi beroperasi sejak 25 Juli 2013, Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara akan diresmikan hari ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (more…)

Tetap Waras di Musim Janji Politik

Wednesday, March 26th, 2014

Ilustrasi | kpu-banjarbarukota.go.id

Ilustrasi | kpu-banjarbarukota.go.id

Oleh E. Nehe

Kehebohan lima tahunan itu datang lagi. Namanya Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres). Semua riuh, semua sibuk. Banyak wajah-wajah cerah dan penuh optimisme beredar kesana-kemari. (more…)

Asap Kembali Ganggu Penerbangan ke Pulau Nias

Wednesday, March 26th, 2014

NIASONLINE, NIAS – Setelah sempat reda dalam seminggu terakhir, kabut asap kembali bikin ulah. Di antaranya, mengganggu penerbangan dari Bandara Kuala Namu menuju Bandara Binaka, Nias. (more…)

Pesawat MH 370 Dipastikan Jatuh di Samudera Hindia

Monday, March 24th, 2014

Area penemuan puing diduga milik MH 370 | IST

Area penemuan puing diduga milik MH 370 | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Setelah pencarian selama lebih dua pekan yang melibatkan berpuluh-puluh kapal, pesawat dan satelit dari lusinan negara, akhirnya keberadaan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 370 akhirnya diketahui. (more…)

Sudah Tiga Hari Listrik dan Air Tak Mengalir di Gunungsitoli

Wednesday, March 19th, 2014

NIASONLINE, NIAS – Pemadaman listrik yang selama ini terjadi secara tak menentu di Pulau Nias kini semakin parah. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, listrik belum menyala sama sekali. (more…)

Giliran Nias Dilanda Hujan Deras

Sunday, March 16th, 2014

NIASONLINE, NIAS – Setelah kemarau panjang dan didera kabut asap pekat, giliran hari ini Pulau Nias mengalami hujan deras. (more…)

Penerbangan ke Nias Terganggu Asap, Penumpang Beralih ke Kapal Laut

Friday, March 14th, 2014

NIASONLINE, JAKARTA – Hingga saat ini, penerbangan dari Bandara Kualanamu menuju Bandara Binaka, Nias masih terhambat kabut asap pekat. Setelah tertunda dua hari, kemarin sore Wings Air memberikan opsi jadwal ulang ataupun refund tiket. (more…)

Hingga Siang Ini, Seluruh Penerbangan ke Nias Ditunda

Thursday, March 13th, 2014

NIASONLINE, KUALANAMU – Kondisi asap yang memburuk di Pulau Nias melanjutkan gangguan aktivitas penerbangan ke Bandara Binaka. (more…)

Kabut Asap Hambat Penerbangan ke Binaka

Wednesday, March 12th, 2014

NIASONLINE, KUALANAMU – Kabut asap yang meliputi Kepulauan Nias sampai hari ini berdampak pada terganggunya penerbangan dari bandara Kualanamu, Deli Serdang menuju Bandara Binaka, Nias. (more…)

Nias Selatan Diserang Kabut Asap Pekat

Tuesday, March 11th, 2014

NIASONLINE, NISEL – Kabupaten Nias Selatan sepanjang hari ini didera kabut asap pekat. Belum diketahui darimana asal asap tebal tersebut. (more…)

Ratusan Mahasiswa/i Nias Diberi Pelatihan Personal Mastery

Tuesday, March 11th, 2014

Sebagian peserta semianr LEAD Center-Nias 9 Maret 2014 | LC-Nias

Sebagian peserta semianr LEAD Center-Nias 9 Maret 2014 | LC-Nias

NIASONLINE, JAKARTA – LEAD Center Chapter Nias kembali menggelar Seminar Kepemimpinan, Spiritualitas dan Kewirausahaan bagi para pemuda/i Nias di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). (more…)

Kantor Bupati dan DPRD Nias Jadi Kantor Gubernur dan DPRD Prov. Kepulauan Nias

Friday, March 7th, 2014

Kantor Bupati Nias | misspradipta.wordpress.com

Kantor Bupati Nias | misspradipta.wordpress.com

NIASONLINE, JAKARTA – Menyusul pengajuan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, salah satu syarat yang harus dilengkapi adalah tersedianya gedung perkantoran dan lahan pertapakan untuk kantor pemerintah. (more…)