Sampai saat ini, belum ada gambaran siapa yang akan mengikuti laga politik ini. Yang jelas, pejabat petahana (incumbent) dipastikan akan mencalonkan diri lagi.
Pulau Nias dengan lima daerah otonomi di dalamnya, Kabupaten Nias, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Nias Barat dan Nias Utara adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan itu.
Pertanyaan pentingnya adalah, setelah sekian lama, sejak PR Telaumbanua (almarhum) menjadi Putra Nias pertama yang menjadi Gubernur Sumut, apakah ada generasi berikutnya yang bisa meneruskan suksesi itu untuk memimpin Sumut.
Atau sebaliknya, kenyataannya akan tetap seperti tampak berpuluh tahun terakhir ini, dimana bahkan tidak ada satupun yang lolos hingga berstatus calon Gubsu. Bakal calonpun, hampir tidak ada.
Alhasil, selama ini Pulau Nias hanya menjadi ladang suara bagi kandidat luar Pulau Nias yang pada umumnya hanya datang dan menunjukkan simpatinya kepada warga Nias jelang pilkada. Setelah itu, mengabaikannya, melupakannya.
Apakah seburuk itukah kondisi saat ini? Tidak adakah generasi muda Pulau Nias yang punya kapasitas untuk dicalonkan dan mencalonkan diri?
Beberapa pendapat yang Nias Online himpun mengatakan, tidak seperti itu. Putra-putri Nias yang tersebar di berbagai tempat, termasuk di luar Pulau Nias, punya kapasitas untuk dicalonkan dan mencalonkan diri memimpin Sumut.
Warga Nias di Medan, Turunan Gulö mengatakan, beberapa putra Nias sebenarnya memiliki kapabilitas walau disertai sedikit keraguan terkait elektabilitasnya. Dia menyebut, salah satu nama yang potensial untuk bersaing adalah Dr. Yasonna H. Laoly dan Hekinus Manaö.
Menurut dia, Yasonna punya modal pemilih potensial berbasis tradisional. Yakni, pemilih asal Pulau Nias, kelahiran Tapanuli dan istrinya yang berasal dari Karo. Kemudian, dari sisi partai politik pengusung, Yasonna sendiri adalah kader bahkan salah satu pengurus DPP PDIP. Dia juga dinilai memiliki jaringan di seluruh Sumut.
“Masih dia (Yasonna) saat ini yang memiliki kans. Kalau Firman (Firman Jaya Daely) sudah terputus selama beberapa tahun ini. Para bupati saat ini juga tidak punya jaringan di luar Nias. Kemampuan mereka masih level lokal Nias. Pak Hekinus Manaö juga bisa, tapi dia juga orang kesepian di politik. Jadi agak repot juga,†papar dia.
Tapi dia mengingatkan, kalau memang ingin berlaga, harusnya dari sekarang ini para kandidat itu tidak diam-diam saja. Tapi mulai menunjukkan diri dan bermain di media. Sebab, bagi calon dari Pulau Nias, tidak mungkin hanya mengandalkan pemilih asal Nias. Karena warga Niaspun bisa dipastikan, tidak akan 100% mendukung. Bisa karena tidak memilih (golongan putih/golput) ataupun karena suaranya ‘dibeli’ oleh kandidat lain.
“Harus ada engineering. Harus melakukan media campaign yang bisa dikelola secara cerdas. Sebab, selain kapasitas, soal elektabilitas dan logistik juga sangat menentukan,†jelas dia.
Anton Anötöna Zagötö, warga Nias Selatan di Jakarta mengatakan, mestinya ada yang berani mencalonkan diri, walau tidak harus menang. Namun, secara politik dengan ikut berlaga, akan memiliki dampak positif ke depan bagi masyarakat Nias.
“Bila ada orang Nias yang mencalokan diri, akan memotivasi masyarakatnya dalam bidang apapun bahwa orang Nias itu bisa,†kata dia.
Menurut dia ada beberapa nama yang punya kapasitas. Di antaranya, Hekinus Manaö, Yasonna H. Laoly dan Mayjen Christian Zebua. Meski begitu, yang mesti dipikirkan dan disiapkan dari sekarang adalah, mesin politik yang akan mengusung mereka.
Praktisi media asal Kabupaten Nias di Jakarta, Apolonius Lase mengatakan hal serupa. Menurut dia, saat ini banyak Putra Nias yang kapabel dan punya kemampuan untuk menjadi kepala daerah.
“Saya pikir, orang Nias harus ada keberanian untuk mencalonkan diri. Saatnya hal itu kita buktikan setelah PR Telaumbanua. Kapan lagi kalau bukan sekarang,†ujar dia.
Soal kandidat, pria yang biasa dipanggil Apolo ini menyebut beberapa nama. Yakni, Firman Jaya Daeli, Yasona Laoly, Christian Zebua dan Hekinus Manaö. Cuma, menurut dia, Hekinus Manaö sepertinya tidak tertarik untuk hal itu, karena dia bukan politisi. Sementara Mayjen Christian Zebua, kata dia, sejauh ini tidak memiliki massa dan kurang dikenal publik.
“Pak Hekinus harus didorong jadi Menteri Keuangan. Kalau Mayjen Christian Zebua, harusnya turun gunung biar populer. Karena ini skalanya bukan hanya Nias,†jelas dia.
Sementara itu, aktivis LSM di Pulau Nias, Oneman Halawa mengatakan, ide pencalonan Putra Nias menjadi kandidat Gubsu merupakan hal yang wajar dan positif. Hal itu perlu dipikirkan untuk mempersiapkan putra terbaik Nias untuk itu, seperti pernah terjadi pada masa PR Telaumbanua (almarhum).
“Ini menjadi tantangan bagi kita orang Nias. Hal yang tepat kalau ada yang maju sebagai salah satu calon,†kata dia.
Terlepas nanti terpilih atau tidak, saat ini, sudah saatnya orang Nias tampil di level Provinsi Sumut. Direktur Eksekutif Forum Peduli Tanö Niha (Forniha) itu menegaskan, lembaga yang dipimpinnya akan mendukung bila ada putra-putri Nias yang bisa mencalonkan diri.
Ditanya mengenai figur-figur yang memiliki kapabilitas, Oneman mengatakan, Yasonna H. Laoly, Hekinus Manaö dan Christian Zebua merupakan tiga nama yang cukup ternama di kalangan warga Nias.
“Ketiganya cukup ternama. Saya rasa bisa. Tinggal memilih siapa di antara mereka yang diusulkan dan diusung sebagai calon terbaik,†jelas dia.
Meski begitu, kata dia, masyarakat juga perlu tahu lebih dahulu pernyataan dari nama-nama tersebut mengenai kesediaan dan kesiapan untuk mencalonkan diri.
Sebagai catatan, PR Telaumbanua, adalah satu-satunya Putra Nias yang pernah memimpin Sumut. Setelah sebelumnya menjadi Walikota Medan (10 Oktober 1964-28 Agustus 1965), kemudian menjadi Gubernur Sumut ke-10 dengan masa kepemimpinan dari 16 November 1965-31 Maret 1967).
Dia menggantikan Untung Sitepu dan kemudian digantikan oleh Marah Halim Harahap.
Soal kapabilitas memimpin Sumut, Pulau Nias punya banyak stok putra terbaiknya. Baik di Pulau Nias maupun di luar Pulau Nias. Namun, satu hal penting untuk tahap pertama adalah, adakah yang mau mencalonkan diri ataupun dicalonkan? (Etis Nehe)

Nias….Bangkit….Ayoooo
Klo Mnurut Aku sih yg paling Memungkinkan jadi Calon tuh Cuma Bapak Dr. Yasonna Hamonangan Laoly, Soalnya didaerah diluar Pulau Nias, Hampir sudah mengenal Beliau…
Hemmm…
Cuma Pendapat Yah…
#Peace
Mendukung gagasan putra Nias balon Gubsu, oleh karena itu masyarakat Nias harus bersatu, jangan terpecah. Menurut saya balon dari Nias cukup 1 (satu) orang, dan untuk saat ini dilihat dari dukungan politik dan dukungan suara, maka yang paling strategis untuk maju sebagai balon adalah Sdr. Dr. Yasona Laoli. Semoga beliau percaya diri untuk maju.
Ya’ahowu talifuso…. Bapak Yasonna H. Laoly,Bapak Hekinus Manaö dan Bapak Christian Zebua adalah figur ono niha yang paling tepat untuk balon GUBSU.dan apabila ketiga figur ini memiliki keinginan maka perlu fahasara dodo, Sauhagolo.Imanuel
Tetebai sa’e ucalonko ndra’odo andre tobali guberenuru.
Tulisan menarik dan ‘mengganggu.’ Kenapa? Ternyata, sampai tulisan ini muncul, sepertinya, tidak ada upaya-upaya atau ‘gerakan-gerakan’ signifikan untuk memikirkan dan mengkonkritkan hal itu.
Kemana semua para pemikir, pengamat, LSM, para pejabat, tokoh masyarakat Nias di PUlau Nias dan di luar Nias?
Kenapa tidak ada satupun yang berpikir soal ini. Apakah karena sudah termakan sikap permisif yang akut? Sehingga tidak memiliki kepercayaan diri untuk memikirkannya apalagi mempersiapkan pencalonan?
Ingat, dengan jadi lima daerah otonomi saat ini, suara dari Pulau Nias kini bernilai tawar lebih tinggi. Jangan jual murah. Bersatulah para kepala daerah di Pulau Nias. Kalau perlu mulai konkritkan sikap untuk membuat bargaining dengan siapapun nanti calon yang akan maju.
He talifuso…. tersadarlah. Jangan terlelap terus dalam kepasrahan karena keterbatasan.
SAYA SIAP MAJU JADI CALON MEWAKILI NIAS TAHUN DEPAN. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN
Siapa? kita jangan terfokus untuk sekedar menjawab. yang utama seharusnya kita mulai rintis dialog dengan para tokoh dan elemen masyarakat Kepulauan Nias untuk merumuskan figur yang kita sepakati bersama yang selanjutnya akan kita publikasikan. Dan hal ini tentu menjadi dukungan nyata dan spirit bagi figur yang kita unggulkan untuk berani terbuka membawa pesan dan keinginan masyarakat kepulauan Nias dikancah Pilkadasu Tahun 2013.
Dr. Yasonna Laoly, SH, Msi merupakan figur yang dapat kita publikasikan, dengan syarat tentunya kita juga harus jeli melihat peluang politik dan dukungan massa bagi figur yang akan kita set menjadi pasangannya. Menjadi nomor 1 atau nomor 2 tidak masalah, yang penting figur putra/i Kepulauan Nias dapat kita sepakati untuk mendapatkan posisi.
saya sangat setuju ide untuk memunculkan figur putra/i kepulauan Nias pada berbagai event politik dan karir dimanapun, dan hal ini sangat berpeluang bilamana kita semua dapat bersatu, demokratis dan tidak saling membawa kepentingan.
Tak perlu repot-repot, kandidat kita sudah ada yaitu Salah satu dari Bupati dan Waliukota yang ada di Kepulauan Nias,
Kalau itu terjadi maka saya mencoba mendorong Pak Bupati Nias Selatan yaitu : Pak Idealisman Dachi yang memang sudah membuktikan kemampuan nya utk melakukan pembaruan di Bumi Nias khususnya Nias Selatan.
Selain Mantan Anggota DPR RI dia juga seorang PENGUSAHA MINYAK SPBU yang tentunya secara Logistik Keuangan dia tidak kalah dgn Plt >GUBSU sekarang.
saat tokoh2 Nias utk meminta beliau utk maju,
kalah menang itu soal biasa tapi yang penting tampil duluy utk uji coba
tks….
sebagai putra nias,,, harus bangga dengan adanya dari pulau kita yang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur SUMUT pada tahun kedepan…..
kita masyarakat nias harus mendukungnya….. bersatu, bertekat, berkeinginan, membangun dan mensenjahterahkan masyarakat Nias pada Khusunya dan pada Prov. sumut pada UMUMnya…….
kita harus mendukung,,,,, sampai Putra Nias Menang,,,,,,,,,,,,,,,
nias maju……… maju..maju dan demokrat……….
Ya’ahowu…..