Walikota: Seleksi CPNS di Kota Gunungsitoli bersih

GUNUNGSITOLI – Pj walikota Gunungsitoli, Marthinus Lase, menegaskan, seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2009 di daerahnya benar-benar transparan dan bersih dari perbuatan curang.

“Pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli formasi 2009 dengan kuota 500 orang mulai dari proses pendaftaran, pelaksanaan ujian sangat transparan,” katanya, tadi malam.

Demikian juga pengumuman hasil seleksi benar-benar murni sesuai dengan perangkingan yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang mengadakan soal ujian dalam hal ini Politeknik Negeri Jakarta.

Ditanya soal pernyataan wakil ketua DPRD Nias, Armansyah Harefa, yang menyebutkan, terjadi kesalahan fatal dalam pengumuman hasil seleksi yang melebihi kuota dari pengumuman sebelumnya, walikota, mengaku hal itu sudah disetujui Menpan RI untuk mengisi kekurangan yang dibutuhkan pada jurusan atau bidang yang tidak banyak peserta mendaftar.

Dicontohkan, pada pengumuman untuk tenaga pendidikan jurusan guru agama Katholik dibutuhkan 6 orang. Namun hingga penutupan penerimaan pendaftaran peserta yang mendaftar hanya 1 orang.

Untuk mengisi kekurangan kuota pada tenaga pendidikan jurusan agama Katolik, Pemko Gunungsitoli meminta persetujuan Menpan untuk menambah jumlah yang diterima pada tenaga pendidikan jurusan yang lain.

Demikian juga pada tenaga kependidikan lain yang jumlah pesertanya tidak memenuhi kuota seperti guru SMP jurusan Geografi yang dibutuhkan 6 orang sedangkan yang mendaftar hanya 2 orang.

Menurutnya, di beberapa bidang seperti tenaga kesehatan dan tenaga teknik untuk bidang tertentu peserta yang mendaftar tidak memenuhi dengan jumlah yang dibutuhkan sesuai pengumuman.

Ditambahkan, seleksi CPNS di Kota Gunungsitoli benar-benar murni sesuai kemampuan peserta ujian dan merupakan hasil perangkingan. Hal ini dapat dibuktikan ada keluarga tidak mampu yang 5 orang anaknya sebagai peserta ujian CPNS, semuanya lulus karena kemampuan mereka masing-masing.

Untuk itu Walikota mengimbau semua elemen yang ada di Kota Gunungsitoli untuk tidak terpengaruh dengan isu yang beredar terjadi kecurangan sembari mengajak untuk tetap mendukung program Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam membangun daerahnya demi kesejahteraan seluruh masyarakat. (Waspada, 17 Desember 2009)

Leave a comment ?

16 Responses to Walikota: Seleksi CPNS di Kota Gunungsitoli bersih

  1. Regu says:

    Pj walikota Gunungsitoli, Marthinus Lase, menegaskan, seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2009 di daerahnya benar-benar transparan dan bersih dari perbuatan curang.

    Pernyataan Pj Walikota Gusit tersebut tidak dapat di percaya dan di buktikan..!!!!!!

  2. Fandy says:

    Percaya2 saja…
    Suka2 mereka mau ngomong apa…

  3. Hendrikus Zagoto says:

    Only God and you know that.Because oneday we have to responsible in fron of God. God luck for those elected. Do your obligation and Jesus Christ be with you. Now and forever

  4. Faatulo Halawa says:

    Nurut saya, itu benar!!!!!!!!!!!! sedikitnya terdapat kemurnian dan kebersihan dalam penerimaan CPNS di kota!
    untuk comment no. 1. jika itu tidak bisa dibuktikan apakah ada juga bukti dari kecurangan yang anda temukan!!!!!!!!!!!!!!
    jangan memperhangat suasana friend ya!
    cukup di Nias Barat itu yang hangat!!!!!!!!!!!!!!
    peace for all of us

  5. Sang Merah says:

    Nahh…ini dia kabar baik.
    hehe….hehehe…
    Sampai kapan ya????

  6. Lata Zebua says:

    Saya pikir pernyataan pak wako Gunungsitoli bahwa penerimaan CPNS di lingkungan Pemko Gunungsitoli benar-benar transparan dan bersih dari perbuatan curang, hanya sebagai isapan jempol belaka.
    Apakah perekrutan penerimaan CPNS di Pemko Gunungsitoli dapat diukur transparansinya ..? dan bersih dari perbuatan curang … ? (tanggapan comment No. 4)
    …. M u s t a h i l ….. Kecuali yang merekrut itu petugasnya adalah bayi yang baru lahir.

  7. Faatulo Halawa says:

    Sedikit berdebat ne dg Comment no.6 (tp sebelumnya ini hanya jajak pendapat ya)…. lalu apakah bisa juga dibuktikan ketidak transparansi yang dimaksud…. minimalnya dulu bahwa tak ada kecurangan yang bisa kita lihat…. sorry ya…. saya bukan salah seorang yang lulus, saya ikut di kota ttp nama saya keluar di nias barat…. berbicara mengenai adanya family2 yang menag ya.. itu wajar saja karena jatah itu dimana2 ada… karena mereka juga sebelumnya telah memberi kan beberapa pengorbanan… dan itu harus bisa kita maklumi……
    yg kita sesalkan adalah bahwa adanya pembohongan publik. ya, itu bener, dan sebagaimana telah kita ketahui bahwa telah diadakan pemanggilan kan, dan ini saya dengar saja ya, mereka telah meminta ma’af kepada DPRD dan telah diberi kesempatan untuk melanjutkan…. dengan catatan bahwa diharapkan adanya kemurnian atau terhindar dari KKN….. thanks…. aq suka comment anda…. sekali lagi ini hanya jajak pendapat….

  8. Lata Zebua says:

    Buat Comment no. 4 & 7 (kita sepakat tidak berdebat dan hanya sebagai jajak pendapat)
    Apa yang disesalkan oleh masyarakat nias adanya pembohongan publik.. susah kita ngebayanginnya apabila hal tsb benar2 terjadi di kalangan para pejabat daerah kita dan mau tak mau kita harus sabar menunggu beberapa tahun akan datang untuk mendapatkan pejabat yang bersih dari berbagai hal kecurangan (terutama KKN). Kalo bicara pembuktian ketidak transparansi yang dimaksud ..saya jadi bertanya apakah transparansi itu mempunyai alat bukti … ?. Seperti yg Sdr ungkapkan pada comment no. 7 bhw Sdr ikut melamar di kota ttp nama Sdr keluar di Nias Barat … (ini baru lucu) .. ibaratnya, kalo sy melamar di Pemkab Nias Barat karena sy berasal dari Gunungsitoli otomatis nama saya keluar di Pemko Gunungsitoli….koq bisa ya … ? apakah hal ini merupakan bagian dari transparansi dan bersih dari tindakan kecurangan… ? (tentu ada standarnya berdasarkan SPM dan SOP).
    Yg saya tau perekrutan CPNS di seluruh Indonesia dilakukan oleh masing2 Pemda di tengkat Provinsi/Kabupaten/Kota yang nota bene masing2 mempunyai RT sendiri2 dan tidak dicampur adukan.
    Tank’s talifuso … Ya’ahowu … selamat berjuang.

  9. Putra Rantau says:

    Klo menurut saya sich ada benarnya saudara bang Halawa dan bang Zebua klo d bilang penerimaan kali ne bisa d bilang jurdil bisa juga d bilang gak jurdil.soalnya masih belum ada bukti yg jelas akan hal ini.

    bisa aja anda di buat sebagai umpan (kambing hitamkan) oleh para politisi daerah kita utk kepentingan mrk sendiri.
    jadi berpikir positif aja dech.

    yang penting kita smua tahu diri donk… ne ibaratnya seprti sbuah pertandingan. ada yg kalah dan tentunya ada yg menang.
    smua jalan hidup orang ne dah d atur ma yg d atas.

    jd bagi yg menang slamat dech,tp bagi yg kalah mungkin anda masih lom beruntung.tp jgn kuatir,jalan untuk jadi yang terbaik pasti ada.Yg d Atas pasti dah sediain jalan yg baek buat anda,tp yg jelas anda tidak malas dan rajin berdoa pasti anda dptkan kbahagiaan itu.

    apa salahnya anda tdk jd org yg krjanya d bidang Birokrat(spt PNS),anda bs kembangin bakat,anda bisa bermaen2 dengan usaha walau agak kecil2an gt,anda bs jd petani sukses,peternak sukses.tp smua itu gak lepas dari Rajin tidaknya anda.

    ttapi yg mesti kita heran itu atas org yg kluarin statement/opini yg kurang jelas ne.klo masalah ne gak bisa d buktikan,tp apakah anda tahu klo org yg bersangkutan (kluarin opini) ne dlu prnah kelibat kasus PERJUDIAN yg dilakukan di Meja Suci(gedung suci para wakil rakyat)

    ne yg harusnya kita pertanyakan, kemana keadilan d daerah kita? d mana hukum d daerah kita? kmana para penegak hukum ketika itu?ada yg tahu kemana? kenapa hukum ada ketika kasus melibatkan org kecil?kenapa hukum seakan menutup mata ketika para pejabat daerah terlibat kasus?kenapa tiba2 kasus tersebut di diamkan begitu saja.bahkan tahun ne yg bersangkutan masih saja terpilih jadi wakil rakyat!

    jgn2 smua ne juga d buat sbagai taruhan ma mrk yg d atas?

    klo anda gak pernah liat beritanya, klik saja alamat d bawah ne.

    http://niasonline.net/2008/12/25/anggota-dprd-nias-ditangkap-saat-main-judi/

    jadi saya harapkan kita terus berpikir positif saja.

    mudah2an tu orang tobat dech cepet2, jgn sampai seperti serigala berbulu domba.

    oh iya, saya gak ikut dalam penerimaan kemarin,krn saya lebih suka kembangin usaha saya, saudara saya juga gak ada yg ikut….

    YAAHOWU….

  10. Dear all,
    Ih amit-amit yang para oknum DRPD ini…..asli dah gak tau malu….. Tapi salut deh mereka punya nyali dan percaya diri abis walaupun sebenarnya sebelum-sebelumnya tersandung masalah hukum…..Yang anehnya lagi masa berani berbicara atas nama keadilan dan berkoar-koar untuk mengusut tuntas atasi tindak kecurangan eh tau-taunya malah mereka sendiri yang berlaku curang…wah kacau banget jadinya.

    Untuk bang putra rantau, thanks atas link situsnya…
    Iya neh…mengapa orang begitu tergila-gila menjadi PNS (khususnya sampai ada yang mau nyogok segala)

    Apakah ini bukti bahwa nilai-nilai kewirausahaan sebagian besar orang kita nias masih tergolong rendah?

Reply to Lata Zebua ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>