Gunungsitoli – Puluhan peserta CPNSD dari Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara datangi DPRD Nias Kamis (10/12) menyampaikan surat keberatan atas pengumuman CPNSD karena nomor yang diumumkan tidak sesuai dengan nama.
Surat laporan yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri, Menpan RI, Kepala BKN di Jakarta, Gubernur Sumut, Ketua DPRD Sumut, Kepala BKN Sumut, Ka BKD Propinsi Sumut,Ketua Komisi A DPRD Nias, Kapolres Nias, Kajari Gunungsitoli Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli diterima Komisi A DPRD Nias.
Dalam surat, mereka menyebutkan sebagai peserta CPNSD Kabupaten Nias Utara tahun 2009 yang telah lulus seleksi pada pengumuman CPNSD Kab.Nias Utara No. 800/181/BKD 2009 dan surat keputusan Bupati Nias Utara No.800/K/2009 Tgl 7 Desember 2009 merasa keberatan dan dirugikan oleh hasil pengumuman yang dilengketkan pada papan pengumuman tersebut karena No peserta yang lulus No Peserta An. Aridana Dana Gea No.02 03 37 03 1496. tetapi nama diganti dengan nama orang lain An. Berkat Martin Tel.
Pada waktu mendaftar ulang di BKD Kab.Nias Utara Aridana Dana Gea tidak diterima. Plt BKD Kab.Nias Utara Abdul Haris Baeha dan Plt Sekda Kab.Nias Utara Drs Darius Baeha, mengatakan yang dapat mendaftar ulang hanya yang ada namanya di papan pengumuman bukan nomor.
Sebelumnya Ketua Komisi A DPRD Nias Faigiasa Bawa Menewi SH, menegaskan bahwa nomor ujian yang lebih penting dari pada nama, dengan alasan nama peserta ujian bisa saja sama tetapi nomor ujian tidak sama.
Ia berharap untuk menindak lanjuti penyelidikan tindakan yang dilakukan pleh oknum pejabat Kabupaten Nias Utara dimana terkesan ada kecurangan dan permainnan karena mereka tidak bertanggung jawab atas hasil pengumuman yang telah mereka umumkan.
Selanjutnya memohon penegak hukum dan instansi terkait agar orang yang sengaja terbukti melakukan kecurangan supaya segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara puluhan peserta ujian di Kabupaten Nias Barat menyampaikan pernyataan karena sejak pendaftaran penerimaan CPNSD di Nias Barat bermasalah, ada double nomor dikeluarkan, 1 nomor 2 orang peserta. Pada saat testing juga muncul berbagai masalah yaitu ada peserta 2 orang dengan nama yang sama, soal testing SMK ,D-III S.1. sama soalnya.
Kekurangan soal sampai pukul 12.00 WIB baru dimulai ujian dalam lokal di SDN Onolimbu dan soal ujian sama semua.
Pengumuman Tgl 7 Desember 2009 terjadi kesalahan fatal yaitu, nomor dan nama peserta berbeda dengan nomor dan nama aslinya 120 Orang. Dimana terdapat orang yang belum mengikuti testing lalu diumumkan menang al Tuti H Halawa dan Martinus Laia sehingga diduga ada indikasi pemenang telah ditentukan sebelum testing.
Sekretaris Komisi A DPRD Nias Fajar Waruwu mengatakan, proses penerimaan CPNSD di Kepulauan Nias banyak rekayasa.
Sesuai hasil kedatangan komisi A DPRD Nias ke Menpan RI menyatakan bahwa bila ditemukan bukti adanya persoalan maka proses CPNSD dari Kepulauan Nias ditunda.
Dengan adanya keluhan dari peserta ujian dan temuan masyarakat ada nama pemenang tidak sesuai nomor nya,dan ada pemenang tidak ikut testing maka jelas persoalan ini merupakan kesalahan yang tidak bisa ditolerir dan saya selaku sekretaris komisi A DPRD Nias menyatakan akan berjuang untuk diulang proses CPNSD di wilayah Kab.Nias Barat serta kabupaten lainnya.
Hal itu dikatakan kepada SIB kamis (10/12) di ruang komisi A DPRD Nias.
Kabag Humas Pemkab Nias Barat Sefania Daely ketika dikonfirmasi SIB terkait protes masyarakat Nias Barat pada pengumuman CPNSD formasi TA 2009 mengatakan, tidak ada masaalah di Nias Barat semua pemenang berdasarkan hasil testing yang diturunkan oleh Politeknik Negeri Jakarta dan tidak benar apa yang dituduhkan oleh masyarakat Nias Barat.
Mereka yang menyampaikan nama-nama yang bermasalah seperti yang diumumkan di papan pengumuman di Kantor BKD Nias Barat antara lain – No. 03 01 24 01 2856 Serius Gulo nama yang sebenarnya Kurniawati Waruwu, No 03 01 01 2975 Pasti Duha sebenarnya Onitehe Gulo, No. 03.01 05 01 3131 Hatinurani Waruwu nama yang sebenarnya Iman Riang Zega, No 03 01 04 01 3221 Yupiter Laia sebenarnya Porteti Waruwu, No. 03 01 05 01 3151 Historis Gulo sebenarnya Salman F.Laoli dan lainnya. (SIB,13 Desember 2009)
Apa sih sebenarnya yang terjadi dalam penerimaan CPNS Di kab.Nias Barat n Nias Utara…? Dimana-mana penerimaan cpns tidak jauh-jauh dari kekacauan.
Wah itu alasan klasik dari pejabat kita…kalau tidak seperti itu maka tidak akan kelihatan kalau itu adalah pejabat Nias…Aneh…..
Tahunya merusak daerah sendiri…
Ada pepatah Nias : Harugu haru manaze harugu harutuo loufufazukhai badano bo’o ufazukhai moroi yomo(kurang lebih). Ini cocok sekali buat Bapak-Bapak panitia ujian CPNS Nias. Kenapa …? karena P.Nias baru pemekaran jadi 3 Kab.1 Walikota.Dengan tujuan agar pembangunan merata diseluruh Nias.Saat ini baru lagi menata SDM yang bisa membangun Nias.Dengan adanya Ujian CPNS ini bisa menyaring SDM yang berkualitas tapi nyatanya…. apa yang terjadi hasilnya Nomor ada nama lain, padahal sebenarnya yang menentukan lulusnya peserta ujian adalah nomor bukan nama.Jadi yang menghambat pembangunan diNias adalah bukan orang lain tapi orang Nias sendiri.Marilah kita renungkan bahwa setiap orang selalu dia berdoa kepada Tuhan supaya dia bisa lulus dan ternyata kelulusannya dimanipulasi orang lain betapa kecewa peserta ujian ybs.Menyangkut pribadi orang, maka sarankan supaya bertobatlah…sekarang tidak kelihatan perbuatanmu tapi pasti akan mempertanggungjawabkan dihadap Tuhan Yang Maha Adil/Kuasa.Thanks
Memberi komentar ? Hampir tidak mampu ! Mengapa ? Semua tau alassnnya!
Namun, berharap agar terbuka hati nurani dari para pemimpin daerah di Nias. Sadarlah !
Untuk apa menempatkan teman-teman dan anggota keluarga menduduki pos-pos tertentu di pemerintahan di daerah ? Kalau memang berkualitas-mampu, siapa pun tidak boleh keberatan. Tetapi ternyata tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berbuat seperti kaki tangan raja kecil di daerah ! Apakah tidak memalukan? Janganlah kita merusak harapan masyarakat Nias dan bangsa Indonesia dan bahkan seluruh umat manusia terhadap tujuan luhur pemekaran.
Apa saya berkhayal ? Saya tegaskan tidak. Saya yakin manusia memiliki hati nurani yang baik. Keserakahanlah yang merusak hati nurani baik itu !
Sadarlah dan nikmatilah yang telah didapat selama ini. Jadikanlah anda kenangan manis bagi masyarakat Nias dan bangsa Indonesia.
Berbuatlah segera.
Yaahowu.
M.J. Daeli
Itulah SDMnya manusia yang bekerja di pemerintahan kita. Jangan kita sesali, dulu waktu mereka menjadi PNS uang yang diutamakan, bukan sumberdaya. Uang dan uang terus. Semuanya berurusan dengan uang.
Mudah2an bukan bo’ongan…
Asal naiknya bukan 10thn mendatang
Wahhhh…kalau seperti ini KejadianNya,Nias kita nggak bakalan maju-maju…Bagaimana untuk kedepan nanti kalo terjadi seperti ini Lagi….? seharusNya pemimpin di daerah Nias itu Harus lebih tegas menghadapadi persoalan ini! dan yang saya heran lagi Mengapa semuaNya itu bergantung dengan Uang……..uang……uang..aja Terus…Kenapa?
Mudah-mudahan apa terjadi sekarang ini,menjadi pengalaman buat kita semua……marilah kita sejahterakan Nias……..Jangan ada di antara kita yang berbeda pendapat……..kalo bukan kita yang majukan abis Siapa lagi……Sekian dan terimakasih…Ya,ahowu
Sungguh merupakan kerinduan orang Nias Barat di perantauan apabila Sdra Plt Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli SPd , Dapat membangun Nias Barat ini ke depan , tetapi semuanya menjadi sirna. Mengapa ???
Sdra Faduhusi Daeli GAGAL , TDK BISA DIPAKAI, belum apa-apa sudah KKN , hasil seleksi Penerimaan CPNS 2009 yang lalu penuh rekayasa .
Kita warga Nias Barat mari kita seleksi benar-benar pemimpin kita ke depan , yang memiliki hati nurani , Ok !
Hulö muhede mburu’u kökö
Ha ba mbörö humöngo-höngö
Ba gamozua döhö manö
Yah, Negara ini memang dalam kekacauan. NIas juga kacau balau. Dari permasalahan penerimaan PNS di atas, sebetulnya masalahnya adalah uang. ada uang anda bisa lulus. Ini rahasia umum yang tidak bisa ditutupi lagi: Politik uang “uang yang berkuasa”. Ini harus diberantas … ! Kita orang-orang yang terpanggil untuk membangun Nias dengan keinginan yang tulus dan murni, mari kita bersama-sama memberantas mafia uang di P. Nias. Kalau perlu pejabat NIas yang kedapatan bermain-main dengan uang kita berantas bareng-bareng. Hal ini tidak hanya seperti Semboyan Presiden Kita Yudoyona “menghunus pedang memberantas korupsi … ” tapi hasil omong kosong. Tapi benar-benar dari hati kita dengan bekerjasama dengan Sang Pencipta kita. Kasihan orang-orang yang memiliki niat baik, karena mereka akan tersingkir dan tidak mempunyai tempat ….