Tanpa Sebab, Seorang Warga Desa Ditembak Polisi Lõlõwa’u

Metrotvnews.com, Nias Selatan: Kekerasan oleh oknum polisi kembali terjadi. Dua hari silam, seorang warga di Desa Hiliadulo, Kecamatan Lõlõwa’u, Nias Selatan, Sumatra Utara, ditembak oknum polisi tanpa alasan jelas. Korban kini dirawat dengan tiga luka tembakan.

Warga Desa Hiliadulo yang nahas itu bernama Halawa. Pria berusia 29 tahun itu sudah dua hari terakhir terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli. Halawa tak berdaya akibat tiga peluru yang bersarang di paha dan betis sebelah kiri.

Halawa tidak mengetahui pasti penyebab penembakan terhadap dirinya. Saat itu, dirinya sedang berada di depan Balai Desa Hiliadulo. Tiba-tiba datang oknum polisi dari Kepolisian Sektor Lõlõwa’u menghampirinya. Entah mengapa, oknum polisi itu melepaskan sedikitnya tujuh tembakan, namun hanya tiga yang mengenai korban.

Hasil pemeriksan dokter menyatakan, tulang paha kiri korban retak. Korban lalu dirujuk untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit di Medan, Sumut. Namun keluarga korban tidak mampu membiayai pengobatan dan berharap Polres Nias Selatan bersedia memberi bantuan.(DSY)

Sumber: www.metrotvnews.com – 20.11.2009

12 comments on “Tanpa Sebab, Seorang Warga Desa Ditembak Polisi Lõlõwa’u

  1. denny

    saharus nya keluarga BUKAN minta bantuan polres untuk pengobatan, tetapi polres HARUS menanggung biaya pengobatan sampai korban SEMBUH TOTAL. dan bagi keluarga korban tuntut terus institusi polri karena gagal mendidik anggota nya, dan jangan lupa tuntut oknum nya, kalau memungkinkan tembakan di bayar dengan tembakan. masyarakat Indonesia sudah muak melihat tingkah oknum polri yang arogan.

    Reply
  2. Abdee

    Waduh..susah ini…
    Berarti benar julukan buaya selama ini..
    kalo mau makan main gigit aja (korbannya) dan dibunuh agar di santap
    Kepada Yth Institusi POLRI tolong di usut kasus ini sampai tuntas, jangan membuat animo tidak percaya masyarakat terhadap institusi POLRI semakin tinggi….

    Reply
  3. febriman

    Yaahowu, kalau bisa berita diatas harus di konfirmasi dulu dengan pihak kepolisian, kalau bisa langsung dengan KAPOLRESnya, agar ada keseimbangan berita yang sampai ke masyarakat.

    Reply
  4. Etty

    Sangat disayangkan jika ternyata watak polri masih belum berubah kepada rakyat jelata…diharapkan agar kasus ini segera diusut…dasar polisi baru tahu rasa kalau watak arogan masyarakat nias juga muncul, seperti kasus pembunuhan sediman laoly di Gido…
    Kalau bisa polisi yang melakukan itu dipecat..agar jadi pembelajaran buat yang lain.

    Reply
  5. Analis Halawa

    Kepada penulis berita Metronews di atas, kalau menulis tolong bedakan antara marga di nias dengan nama pelaku, saya terus terang agak keberatan kalau anda menulis nama korban atas nama marga [Halawa]. Jadi kalau kurang jelas identitasnya lebih baik tidak usah ditulis….klw tidak marga anda aja dibuat….. Apalagi peristiwa ini di kecamatan dimana saya tinggal.

    Reply
  6. warni hulu

    wah……..gawat nieh,
    baiknya dicari dulu sebabnya,so dengan demikian jelas permasalahannya.dan kalau memang tak motif yang jelas tuntut aja tu polisi.

    Reply
  7. andri gulo

    Polisi pasti menembak sesuai prosedur.
    7 butir peluru brarti ( 3 tembakan Peringatan,3 bersarang di kaki dan 1 nyasar) …………….

    Pak Polisi yg kami cintai, jalankan tugasmu tanpa takut dgn provokasi.
    hapuskan kejahatan dan tindak tegas yg melawan hukum……….”selamat anda sampai saat ini tdk ragu2 menindak yg melanggar hukum.”

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *