*Poldasu Tetap Melakukan Penyelidikan Kasus CPNS Nisel
Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) tetap melakukan penyelidikan, walaupun Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Peduli Nias (DPP – GPN) telah mencabut pengaduannya pada tanggal 13 Agustus 2009 lalu, terkait kasus indikasi rekayasa penerimaan Calon Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kab Nias Selatan (Nisel) TA 2008/2009.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Baharudin Djafar MSi, melalui Kasubbid Dokliput AKBP MP Nainggolan, kepada wartawan, Kamis (10/9). “Walaupun pengaduannya sudah dicabut, namun Poldasu tetap selidiki kasus tersebut,†ujar MP Nainggolan.
Disinggung perkembangan penyelidikan yang dilakukan Poldasu, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi. “ Tim kemarin sudah dikirim ke sana untuk meminta keterangan saksi. Sudah banyak saksi yang dimintai keterangan, tapi saya lupa berapa jumlah saksi yang sudah diperiksa,†sebut MP Nainggolan.
Lanjut MP Nainggolan, dirinya juga merasa heran kenapa DPP-GPN mencabut pengaduan. “Itulah saya pun bingung kenapa tiba-tiba mereka mencabut pengaduannya dengan alasan bukti belum cukup. Padahal selama ini mereka sangat getol sekali melakukan aksi demo ke Mapoldasu meminta kasus tersebut diungkap. Bahkan, mereka juga meminta agar Drs Kharisman Halawa segera ditangkap,†ungkap mantan Polres Nisel tersebut.
Sebelumnya, Osodogo Lase, selaku ketua DPP – GPN mengadukan Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Kabupaten Nias Selatan Drs Kharisman Halawa MSi, ke Mapoldasu pada tanggal 27 Juli 2009 lalu, tentang rekayasa daftar perengkingan CPNS di Nisel TA 2008/2009. Alasan Osodo Lase mencabut pengaduannya itu lantaran ada sebahagian data yang masih belum lengkap yang disampaikan DPP-GPN, serta menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat Nisel dan surat tersebut tidak berkekuatan hukum penuh.
Padahal sebelumnya, selama ini massa DPP-GPN selalu demo ke Mapoldasu menyuarakan masalah tersebut. Dimana pengumuman yang disampaikan pada 24 hingga 26 Desember 2008 lalu, tidak sesuai dengan hasil yang dilakukan sistem perengkingan oleh Universitas Sumatera Utara (USU).
Selain itu, mereka menemukan kejanggalan-kejanggalan atas pengumuman hasil pemenang CPNS yang dikeluarkan pihak BKD Nisel. Dalam pengumuman tersebut banyak peserta yang seharusnya menang malah namanya tidak keluar saat pengumuman dan diganti dengan orang lain. Bahkan DPP-GPN menuntut agar dibatalkannya pemenang CPNS Nisel TA 2008/2009 yang diumumkan oleh Pemda Nias Selatan, serta mereka juga meminta agar Kepala BKD Kabupaten Nisel Khariswan Halawa ditangkap karena mereka duga sebagai dalang atas rekayasa CPNS tersebut. (SIB, 12 September 2009)
na no masu gefe, ahono niha sikabarata.
Lagu2 nono niha !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sangat disayangkan ya….
Dalam keadaan berjuang seperti itu pantas jika segelintir orang akan berpikir negatif terhadap tindakan DPP-GPN. Terlebih-lebih dengan kawan2 aktivis yang telah bersusah payah demo, mengeluarkan aspirasi dan dukungan terhadap pengusutan kasus ini, akan menjadi kecewa!!!!!!!!!
Jadi wajar kiranya banyak orang akan menuding DPP-GPN bermain dibalik layar mengenai kasus ini…
Tetapi masih ada harapan dengan masih akan didalaminya kasus ini oleh MAPOLDASU….
Kita serahkan kepada penegak hukum….
Fuck you ketua DPP-GPN, sdh masuk uang tuntutan dicabut.
Kalau ini benar, tentu pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nias Selatan keberatan atas pengaduan yang dilakukan oleh DPP-GPN kepada Mapoldasu. Artinya BKD Nisel menuntuk balik DPP-GPN atas fitnah tersebut.
To. Ktua DPP-GPN. Kami dari nias sangat kecewa dgn tindakan ododo lase yg mencabut pengaduanya. Mungkin karena sudah di sogok dgn uang makanya demo berakhir. saya mengutuk tindakan ktua GPN Yg tega-teganya mencari keuntungan pribadi dlm permasalahan dimaksud. Akhir kt saya ucapkan kepada ododo lase alias YUDA Kiranya Tuhan senantiasa menghukum saudara. Ihi ninau ododo lase….!?100x
Ya’ahowu DPP-PGN,
DPP_PGN telah merintis memperjuangkan kepentingan umum. Telah melakukan demo-demo dan sebagai dan sebagainya. Mengapa sekarang seperti anjing yang dipukul ekornya ? alias : lari tunggang langgang dari perjuangan!
Orang yang berhati nurani (tidak hanya Ono Niha) senang dan gembira dalam usaha DPP-PGN mencari kebenaran juridis, sosiologis, manusiawi. dan lain-lain “is” di Nias Selatan. Karena fakta sampai sekarang ini, berita keburukan administrasi pemerintahan di Nias Selatan telah menjadi berita nasional. Para pemimpin formal banyak yang berjuang lebih mengutamakan kepentingan sendiri, keluaarga sendiri, kelompok sendiri secara tidak malu-malu dan verbal.
DPP_PGN “think and rethink”. Kalian relatif masih muda-muda. Kalianlah (organisasi atau peribadi) salah satu yang diharapkan Rakyat Nias Selatan dan seluruh Rakyat Nias pada umumnya untuk masa depan yang lebih baik.
Kalau alasan “tidak cukup data-bukti” penyelewengan itu, biarlah yang berwajib yang melengkapi penyidikan dan penyelidikan. Sadarlah bahwa dengan mengatakan demikian maka berbagai tafsiran negatif muncul terhadap kepribadian oarang-orang di DPP-PGN. Ada apa gerangan ?
Juga alasan pencabutan “demi menjaga ketertiban di Nias Selatan” sungguh tidak sesuai dengan predikat perjuangan yang disandang oleh oraganisasi yang menyebut dirinya PGN. Memalukan secara organisatoris. Memang “ketertiban” dan “keadilan” keduanya harus harmonis, akan tetapi jangan mengorbankan “keadilan” demi ketertiban.
Pikir dan pikir lagi predikat oraganisasi anda.
Ya’ahowu
Ama Ugi
No masu kefe hehehe
aboto mbetua simanga mboli…………………………………….
toyo narako nahami,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
hulo mbawi, ifuli fuli ia bagetunania!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
lo hotoi kayo ndarugo nano otema zi saribu rufia.
Ya’ahowu talifuso,
Aduh kasihan sekali perjuangan yang sudah kalian rintis kawan-kawan DPP-PGN. Padahal saya sempat merasa optimis dengan langkah yang sudah kalian ambil untuk mengusut tuntas kasus rekayasa CPNS Nias. Saya yakin ada banyak sekali yang kecewa atas sikap teman-teman mencabut pengaduan ini dengan alasan yang sangat-sangat tidak kuat. Apalagi pihak Poldasu sudah memberikan dukungan dengan pernyataan akan membantu mengusut hal ini. Ayo semangat…
yth: mas Sarumaha
pengkhianat gak perlu disemangati!!!!!
Sekali khianat ttp khianat.