P2K Satker RRKN: Tender Pengadaan PPI Rp7,25 M di Nisel Mengacu Keppres 80

Friday, March 27, 2009
By nias

Medan – Panitia tender pengadaan PPI (Pusat Pelelangan Ikan) Satker RRKN (Satuan kerja Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kepulauan Nias) dan P2K (Pejabat Pembuat Komitmen) Nisel menegaskan, tender pengadaan PPI dengan pagu anggaran Rp7,25 milyar dari APBN 2009 untuk Nisel (Nias Selatan) tetap mengacu Keppres No 80/2003 dan penawaran terendah belum menjadi jaminan menang.

Penegasan ini diungkapkan Ketua Panitia proses tender pengadaan PPI di Nisel Ir Arbain Yakub dan P2K Nisel Ir Ali Turki Siregar kepada wartawan, Kamis (26/3) di kantor Satker RKKN di Medan, terkait dengan panitia tender diadukan ke Polres Nias, karena diduga manipulasi syarat tender.

Arbain yang didampingi Ketua Satker RRKN Ir Buyung Sitompul MM menyebutkan, proses tender pengadaan PPI di Nisel tidak menyimpang dari aturan yang sudah ada tentang pertenderan yaitu Keppres No80/2003. dan hasil proses tender sudah diumumkan dengan pemenang I PT Deli Surya Jaya dengan penawaran Rp6,8 milyar lebih dan pemenang II PT Winda Pratama Karya dengan penawaran Rp6,96 milyar lebih.

Buyung Sitompul dan Arbain mengatakan, pihaknya sudah memaklumi munculnya protes terhadap hasil proses tender yang diumumkan, terutama bagi kontraktor yang tidak menang dalam proses tender tersebut.

Namun proses tender di Satker RRKN tidak bisa main-main, karena hal itu sudah menjadi komitmen sejak di BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Nias.
“Meski ada sanggahan, tender jalan terus, karena sudah masuk dalam tahap pengumuman pemenang. Kalau membatalkan tender, pihak kepolisian sekalipun tidak bisa membatalkannya, karena itu mutlak ditangan Menkeu. Kita sudah jalankan sesuai aturan,” katanya.

Terkait adanya sanggahan dari perusahaan yang ikut tender, Arbain maupun Ali Turki mengakui, ada sanggahan baik dari PT Torpana Perkasa maupun Aspekindo (Asosiasi penyedia jasa konstruksi), karena PT Torpana Perkasa yang memasukkan penawaran untuk pekerjaan urugan, pembangunan PPI, Docking kapal, rumah dinas, tempat pelelangan, gudang, toilet lanjutan sebagai penawaran terendah tidak menang.

Pada prinsipnya, lanjut Arbain, pemenang lelang adalah penawaran terendah dan responsive. Artinya penawaran yang memenuhi syarat- syarat dan ketentuan yang tercantum dalam dokumen tender/lelang sesuai dengan Keppres 80/2003.

Dari penawaran pemenang I sebesar Rp6,8 milyar lebih, Arbain mengatakan, panitia menghemat uang Negara sekitar Rp700 juta akan dikumpul dengan dana penghematan dari tender-tender lainnya bisa dipergunakan untuk pengerjaan proyek di Nias/Nisel.

“Sisa-sisa dana pagu yang dialokasikan APBN akan dikumpul dan dilaporkan ke Menkeu untuk proyek pekerjaan cepat selesai. Jika tidak digunakan, dikembalikan ke kas Negara. Kalau tidak, KPK yang akan menjemput,” tambah Sitompul senada Arbain.(SIB – www.hariansib.com – 27/03/2009)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031