Rakyat Tetap Tak Sejahtera

Wednesday, November 19, 2008
By susuwongi

“Hal yang lebih penting adalah memperhatikan kualitasnya daripada besar kecilnya angka pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhannya didukung oleh sektor apa? Siapa yang merasakan pertumbuhan? Itu menjadi lebih penting, karena tujuan perekonomian adalah untuk menyejahterakan rakyat,” tegas ekonom dari Econit, Hendri Saparini, di Jakarta, Selasa (18/11).

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2008 dibanding triwulan III 2007 (year on year) sebesar 6,1 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun kalender 2008 (Januari-September) mencapai 6,3 persen. Hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi ditargetkan di kisaran 6 persen.

Menanggapi data statistik tersebut, Hendri mempertanyakan, sektor apa yang menopang pertumbuhan hingga 6,3 persen. “Jika sektor yang padat modal, berarti pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan semua orang, terutama para rakyat miskin, yang tetap terimpit dengan tingginya inflasi, karena tidak ada kenaikan pendapatan. Sebab, yang tumbuh bukan sektor ekonomi yang terkait dengan aktivitas mereka. Artinya, pertumbuhan ekonomi kita tidak berkualitas,” jelasnya.

Mengenai target pertumbuhan, Hendri memprediksi, pada tahun 2008 akan berada di bawah 6 persen. Tingginya suku bunga menjadi hal yang memberatkan pergerakan sektor riil, ditambah tidak ada upaya konkret pemerintah untuk menciptakan permintaan domestik, seperti percepatan realisasi anggaran.

Konsumsi Melemah

Komentar senada diungkapkan oleh ekonom senior Bank BNI, Ryan Kiryanto. Ia menyebut, situasi Indonesia saat ini masih dalam taraf pra krisis. Namun sinyal-sinyal negatif sudah tampak.

“Dari pengamatan saya di Ambon, Balikpapan, Pekanbaru, dan beberapa kota lain, sektor riil mulai melemah. Artinya, dengan situasi pra krisis seperti sekarang, sektor tersebut sudah mengirim sinyal PHK yang tak terhindarkan lagi. Itu disebabkan permintaan menurun, yang berarti kapasitas produksi turun. Sehingga SDM harus dikurangi, baik dirumahkan atau di-PHK permanen,” tuturnya.

Artinya dari sisi konsumsi, angkanya melemah. Oleh karena itu, ia mengatakan, pertumbuhan kuartal IV-2008 akan lebih buruk karena sektor konsumsi turun.

“Sebenarnya ini bisa didorong kalau proyek-proyek pemerintah dikerjakan. Orang- orang akan bekerja, mendapat income, konsumsi pun naik. Tapi dengan situasi satu bulan lagi, rasanya berat,” katanya.

Sayangnya, stimulus fiskal dari APBN belum optimal. Hal ini tercermin dari penyerapan belanja modal APBN 2008 hingga 31 Oktober 2008 baru 50 persen. Hal yang sama juga terjadi pada belanja barang yang baru terserap 51 persen.

Secara terpisah, Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Djimanto memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV turun ke kisaran 5 persen. Hal itu dipicu melemahnya ekspor akibat krisis global.

Dia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini bisa terwujud, jika pemerintah menempuh sejumlah langkah taktis. Di antaranya, mengurangi ekspor barang mentah ke luar negeri, agar bisa dikelola di dalam negeri. Seiring dengan itu, impor harus dikurangi, seperti produk tekstil, sepatu, elektronika, makanan, minuman, dan kosmetika.

Membaik di 2009

Terkait target pertumbuhan 2008, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi, akan berada di atas 6 persen. Namun, pertumbuhan triwulan IV diperkirakan di bawah enam persen.

“Tantangan besar perlambatan dialami pada tahun 2009. Itupun dengan catatan beberapa negara maju melakukan langkah-langkah counter cyclical, antara lain stimulus fiskal yang rencananya akan dilancarkan oleh AS, Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Sehingga, pada paruh kedua tahun 2009, diprediksi grafik pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk Indonesia akan membentuk kurva V, atau naik,” ujar Direktur Perencanaan Makro Bappenas, Bambang Prijambodo, Rabu (19/11).

Menurutnya, Tiongkok memberikan dampak paling besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, pasar Indonesia sangat terkait dengan dinamika ekonomi Asia yang didominasi Tiongkok. Kalau ekonomi Tiongkok naik, Indonesia dan negara-negara Asia juga akan bergerak naik. [RRS/E-8/D-10]

Sumber: suarapembaruan

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2008
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930