Gelar dan Korupsi*)

Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman (54) enggan
mencantumkan gelar akademik pada namanya. Dia pun rajin mempromosikan
hal itu kepada orang lain. Pria yang meraih gelar doktor dari Australian National University ini berharap, tak memakai gelar akademik menjadi semacam gerakan moral
untuk memotong mata rantai kecurangan atau korupsi di negeri ini.Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung ini prihatin dengan banyaknya
kasus ijazah palsu atau sekolah palsu yang menawarkan gelar tanpa
proses pendidikan.

“Katakan ‘tidak’ pada gelar akademik dan ‘ya’ pada kemampuan
pengetahuan. Saya lebih senang dikatakan ‘bapak itu pintar, omongnya
seperti doktor’ ketimbang ‘doktor kok omongnya kayak gitu’,” ujarnya
saat membuka Kontes Kreativitas Iptek Mahasiswa Nasional di
Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/3).

Pria yang mengenakan batik biru bermotif kristal salju hasil desain
sendiri itu menambahkan perlu keberanian untuk memotong mata rantai
kecurangan tersebut.

“Pernah, mobil pribadi yang biasa dipakai anggota keluarga saya
letaknya di garasi lebih ke dalam dibanding mobil dinas. Saya lebih
suka memindahkan mobil itu, tidak meminjamkan mobil dinas saya. Karena
kalau begitu, sama saja saya korupsi…,” ujarnya. (EKI)

Sumber: http://www.kompas. co.id/kompasceta k/namaperistiwa/

*) Judul diubah oleh redaksi agar lebih tajam. Judul asli adalah Enggan Pakai Gelar

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>