Keputusan DPR RI Menolak Protap Dinilai Langkah Bijak

Wednesday, September 19, 2007
By nias

Sibolga, (Analisa)

Masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah sangat menyambut baik dengan keluarnya keputusan DPR RI yang menyatakan menolak pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) dan menurut masyarakat keputusan yang diambil itu merupakan keputusan yang sangat bijak sebagai wakil rakyat Indonesia.

“Kita sangat menyambut baik keputusan DPR RI yang menolak pembentukan Protap dan keputusan itu merupakan keputusan yang sangat bijak yang diambil oleh wakil rakyat. Sebab, kalau Protap digol-kan tentu diperdiksi akan terjadi perpecahan yang sangat luas di Provinsi Sumatera Utara ini,” kata tokoh pemuda Sibolga, Kusnan Effendi ST kepada wartawan, menanggapi seputar dikeluarkannya keputusan penolakan pembentukan Protap oleh DPR RI.

Menurut Kusnan, dengan penolakan yang dibuat oleh DPR RI, maka sudah dapat dipastikan Pemerintah pusat sudah membaca situasi dan kondisi lapangan, di mana apabila wacana pembentukan Protap itu disahkan akan menimbulkan dampak ‘perpecahan’ masyarakat.

Karena wacana pembentukan Protap sampai saat ini tidak murni atas keinginan masyarakat yang ada di Sumatera Utara, melainkan hanya digulirkan oleh orang-orang yang ‘serakah’ terhadap jabatan dan tidak meninginkan suasana kondusif di Sumut yang memang sangat terjaga.

“Kita patut acungkan jempol kepada DPR RI yang sangat bijak dalam mengambil keputusan dan aspiratif,” kata Kusnan.

SENADA

Hal senada juga dikatakan putra daerah asli Tapanuli Tengah, Dedi Sutomo, SAg yang saat ini menjabat sebagai Ketua Basi’ar (Badan Strategi Amanat Rakyat) Kota Sibolga menyatakan bahwa keputusan DPR RI menolak pembentukan wacana Protap adalah merupakan buah pikir orang-orang intelektual yang terkemas dalam suatu lembaga Legislatif RI yang tidak menginginkan perpecahan terjadi di tengah-tengah masyarakat Sumatera Utara.

PELUANG KORUPSI
“Kita menilai orang-orang yang menggelindingkan wacana pembentukan Protap, hanya memikirkan jabatan. Padahal, pemerintah pusat sudah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada daerah untuk memajukan daerahnya dengan keluarnya otonomi daerah, buat apalagi melakukan pemekaran Provinsi dan kita bisa lihat sendiri Provinsi mana yang setelah dimekarkan bisa maju, bahkan hanya mengharapkan DAU (Dana Alokasi Umum) saja, dan akhirnya akan membuka peluang ‘korupsi berjemaah’,” kata Dedi tegas.

Menurut dia, sebaiknya wacana pembentukan Protap setelah ini ditimbun habis dan oknum-oknum yang mengatasnamakan masyarakat itu, jangan lagi membodohi masyarakat karena masyarakat saat ini sudah cerdas dan mampu membaca situasi politik yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri. (yan)

Sumber: Analisa, 19 September 2007

One Response to “Keputusan DPR RI Menolak Protap Dinilai Langkah Bijak”

  1. 1
    RBally Says:

    He.. he.. kasihan dech yang mendukung, tertutup sudah ruang KORUPSI

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2007
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930