Mencetak Uang Palsu, Anggota Polres Nias Diadili

Thursday, June 21, 2007
By nias

Nias (SIB)
Majelis hakim PN (Pengadilan Negeri) Gunungsitoli dipimpin Idi II Amien dibantu hakim anggota Ikrar Fau dan Abraham VH Ginting kembali menyidangkan kasus uang palsu, Senin sore (11/6).

Kesaksian Dedi S anggota Polres (Kepolisian Resort) Nias yang dibacakan JPU (jaksa penuntut umum) B Simatupang (karena Dedi S sudah pindah ke Medan) menyatakan Dedi menerima informasi dari Amir Husin Tanjung (juga terdakwa) bahwa ia memperoleh uang palsu dari Yusni Indar Marpaung (anggota Polres Nias).

Ketika ditanya hakim ketua, terdakwa YI Marpaung mengakui. Marpaung memberi uang palsu 10 lembar tukaran Rp 100.000 di Pasar Luaha Gunungsitoli Sabtu (24/6) sekira pukul 14.00 WIB. Uang tersebut dicetaknya pada kertas HVS dengan menggunakan printer merk cannon type Pixma miliknya.

Menjawab hakim anggota Ikrar Fau, terdakwa Marpaung mengatakan hasil uang palsu yang diberikan kepada Amir Husin Tanjung (alias ama Galeh) untuk diedarkan dan kalau laku hasilnya dibagi bersama. Pada sidang sebelumnya terdakwa Amir Husin Tanjung ketika memberi keterangan sebagai saksi mengatakan, jika uang palsu tersebut berhasil diedarkan hasilnya dibagi 2 (dua) dengan terdakwa Marpaung. Keterangan Tanjung ini tidak dibantah Marpaung. Ditanya lebih lanjut apakah ada izin dari yang berwenang untuk mencetak uang, terdakwa Marpaung mengatakan tidak. Marpaung menyadari tindakannya merugikan negara dan rakyat. Ikrar Fau meminta Marpaung untuk merenungkan perbuatannya. “Kita sebagai petugas hukum memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mentaati hukum, tetapi sdr sendiri melanggar hukum”.

Ditanya hakim anggota Abraham VH Ginting, terdakwa Marpaung mengatakan printer yang digunakan mencetak uang tersebut dibeli istrinya. Ditanya lebih lanjut, terdakwa Marpaung mengatakan baru 10 lembar yang sudah diedarkan. Yang ketahuan 10 lembar, yang tidak ketahuan berapa lembar, ujar Ginting menimpali.

Kesaksian Rahmawati Dakhi juga dibacakan karena tak dapat hadir berhubung hamil tua sehingga sulit bergerak dan terdakwa tak keberatan. Menurut Rahmawati, ia menerima uang palsu tukaran Rp 100.000 dari Amir Husin Tanjung ketika terdakwa Tanjung membeli rokok di warungnya di Jln Diponegoro Gunungsitoli.

Menjawab hakim, terdakwa Tanjung mengatakan mau membelanjakan uang tersebut karena disuruh terdakwa Marpaung. Uang palsu tersebut sudah diedarkan di 5 (tempat) antara lain digunakan membeli rokok di pasar Luaha, membeli minyak di galon milik Tanjung di Desa Miga. Korban uang palsu tersebut baru 3 (tiga) orang yang melapor.
Untuk mendengarkan tuntutan jaksa, hakim menetapkan sidang pada 25 Juni 2007. (T13/c)

Sumber: SIB, 21 Juni 2007

One Response to “Mencetak Uang Palsu, Anggota Polres Nias Diadili”

  1. 1
    Rastaman Says:

    Saluuut buat pak polisi.
    Hajar terus uang palsu dan juga narkoba.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2007
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930