Evaluasi Lembaga Internasional, BRR NAD-Nias Terbaik di Dunia

Friday, June 8, 2007
By nias

Medan (SIB)
Meski daya serap pelaksanaan kerja proyek 2007 Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias/NAD secarakeseluruhan masih sekitar 10 persen dan khusus untuk Pulau Nias baru realisasi senilai sekitar Rp 1,3 triliun atau di bawah 5 persen hingga 6 Juli 2007, namun hasil evaluasi lembaga internasional, dari beberapa lembaga sejenis BRR di negara-negara lain yang terkena bencana alam, BRR Nias/ NAD diklasifikasikan yang terbaik di dunia. Sementara proyek 2006 daya serap telah mencapai sekitar 80 persen.

Hal itu dikemukakan Ketua Tim Pengawas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nias/ NAD DPR-RI Ahmad Farhan Hamid dalam pertemuan jajaran Pempropsu dengan DPR RI dari Tim Pengawas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (TPRR) NAD/Nias dan BRR Nias/ NAD di Lantai VIII Kantor Gubsu, Rabu (6/6) malam, dihadiri Gubsu Drs Rudolf M Pardede.

Kepada wartawan, Kamis (7/6), Kepala Badan Infokom Provsu Drs H Eddy Syofian MAP, menjelaskan pada acara yang dihadiri Deputi BRR Nias/NAD Ramli, Gubsu Drs Rudolf M Pardede, Asisten Ekbang Setdapropsu Drs H Kasim Siyo, Kepala Bappeda Sumut Drs RE Nainggolan MM, Kadis Kesehatan Sumut dr Hj Fatni Sulani dan lainnya itu, Ahmad Farhan Hamid meminta, meski dinilai terbaik, namun kinerja BRR harap ditingkatkan karena pandangan masyarakat secara umum kinerja BRR belum memuaskan.

”Untuk menjaga kepercayaan internasional terhadap Indonesia, Pak Farhan meminta semua pihak baik instansi maupun masyarakat agar membantu tugas BRR dan semua program yang diagendakan, baik yang bersumber dari dana APBN, APBD maupun dana BRR agar terintegrasi, mengingat pada April 2009 tugas BRR sudah selesai dan semua aset menjadi milik pemerintah daerah,” ujar Eddy Syofian seraya mengemukakan Tim DPR-RI mengharapkan tahun 2007 ini percepatan pembangunan yang dilaksanakan BRR harus memiliki daya serap yang lebih baik lagi.

Gubsu Drs Rudolf M Pardede mengemukakan, kegiatan BRR masih perlu ditingkatkan karena masih ada pengaduan masyarakat terhadap kinerja lembaga ini yang perlu disikapi secara lebih riel. ”Dampak peristiwa Tsunami di Sumut tidak hanya di Nias, melainkan ada 6 kabupaten dan kota lain yang terkena dampak namun kerusakan infrastrukturnya belum tersentuh. Oleh sebab itu, kita harap hal ini juga masuk dalam program BRR,” ujar Gubsu seraya mengemukakan 6 kabupaten dan kota itu yakni Sibolga, Tapteng, Mandailing Natal, Tapsel, Samosir dan Serdang Bedagai.

Gubsu juga mengharapkan agar aset yang sudah dikerjakan BRR, setelah diserahterimakan kepada Pempropsu maupun Pemkab nantinya agar dana pemeliharaannya juga masih dapat dibantu oleh pemerintah pusat. Pada kesempatan itu anggota dewan juga mempertanyakan kepada BRR tentang pembangunan Rumah Ibadah, sertifikat lahan rumah yang sudah dibangun, puskesmas dan pembangunan sekolah masih dinilai belum memuaskan serta informasi masih adanya penduduk yang tinggal di tenda-tenda.

Kepala Perwakilan BRR di Nias, Willie Syahbandar mengemukakan, saat ini tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda tetapi masih ada yang tinggal di hunian sementara yakni yang tidak memiliki lahan. “Anggaran 2006 BRR memperoleh Rp 1,1 triliun di mana daya serap yang mampu untuk itu sekitar 80 persen,” ujarnya.

Dia juga mengakui, pelaksanaan di lapangan masih ada kendala antara lain pada lokasi yang terisolir tentang pengangkutan bahan bangunan dan untuk pembangunan Rumah Ibadah yang menurut data sekitar 1900 tergolong rusak namun tidak bisa semua dilaksanakan oleh BRR hanya saja BRR memberikan bantuan dana stimulan Rp 30 juta tiap Rumah Ibadah dan yang sudah diberikan sekitar 600.

Tentang pembangunan Rumah Sakit Gunung Sitoli dari donasi internasional, baik Willie maupun Kadis Kesehatan Sumut mengemukakan, bila telah selesai nanti akan menjadi RS terbaik di Sumut. ”Untuk ini BRR membantu pendidikan dokter umum maupun spesialis dari putra daerah Nias yang nantinya akan mengabdi di Nias,” ujarnya seraya juga mengemukakan pembangunan pelabuhan laut Gunung Sitoli yang ditenderkan senilai Rp 80 miliar merupakan investasi terbesar untuk pembangunan pelabuhan di pulau-pulau terluar di Indonesia. (M3/i)

Sumber: SIB, 8 Juni 2007

2 Responses to “Evaluasi Lembaga Internasional, BRR NAD-Nias Terbaik di Dunia”

  1. 1
    hermansyah Says:

    BRR yang tidak punya pendiriaan yang bagus,dalam hal ini aceh sudah damai dari conflik.tetapi jangan di ciptakan konflk lagi oleh BRR yang ada di aceh.apa lagi dengan stepmen yang di keluarkan oleh kuntoro.sebenar nya aceh belum bisa menerima kehadiran orang jawa pada umum nya di aceh.jangan sampai hanya karena kuntoro satu orang akan membuat orang jawa yang ada di aceh akan tergangu.konflik sudah berlalu tetapi hari ini karena ulah kuntorao akan terciptakan lagi,ini dari perkataan kombatan yang masih punya hati melihat penderitaan rakyat aceh.jangan sampai masyarakat membunuh semua orang jawa yang ada di aceh.hari perkataan kuntoro di media sangat sedih,seakan -akan rakyat aceh tidak sangup melawan.ini masih dalam proses konsulidasi kebawah,jangan berfikir siapa yang duduk di BRR akan selamat harap ini akan bisa di maklumi oleh mantan GAM yang sudah berada dalam gelangang BRR.dan aparat di aceh.rakyat aceh tidak pernah bosan dalam berperang dan melakukan perlawanan terhadap bangsa yang mengkianati aceh.kondisi hari sudah berbeda di bandingkan dengan masa lalu.aceh tetap dalam perdamaian jika masyrakat terus-terusan di tipu dengan kebijakan maka rakyat aceh akan bertindak untuk menutupi semua distrik yang ada di aceh.semoga pernyataan kuntoro jangan menyingung perasaan orang aceh.

    Aceh tidak semudah yang di bayang kan dalam menembus pesoalan,aceh selama 30 thn di landa konflik dan tadak pernah terjadi konflik sosial.hari ini aceh telah terjadi konflik sosial karena aceh juga berbeda budaya dan suku.
    aceh jangan sampai di kotori oleh badaya jawa yang ada sekarang di aceh.
    generasi aceh tidak pernah akan memafkan orang luar yang melakukan pembodohan di bumi aceh.

  2. 2
    Nanang Says:

    Aduh hermansyah..pikiran anda picik sekali. Walaupun merdeka sekalipun rakyat aceh tetap ga akan maju2, dengan orang seperti anda yang pikirannya kotor dan penuh prasangka..Apalagi orang tolol seperti anda bisanya cari selamat, waktu konflik paling orang seperti anda jadi “opportunis sejati”, kerjanya cari selamat…Di mana2 oarang bisa maju kalo “open minded”, dari komentar anda terlihat sekali sbenarnya anda itu “desperado” ga mampu bersaing alias tolol…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2007
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930