Protap Tidak Sesuai Aspek Sosbud

Friday, April 13, 2007
By nias

Ketua Fraksi Partai Bintang Reformasi (F-PBR) DPRD Sumut H Raden Muhammad Syafii mengaku tidak pernah mempermasalahkan proses pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap). Sebab, pemekaran sebuah wilayah telah diatur undang-undang sesuai persyaratan seperti aspek sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan kondusivitas.

Ternyata, kata Romo, pembentukan Protap sesuai laporan masyarakat, sangat tidak memenuhi jika dilihat dari aspek sosial budaya (Sosbud). Seperti masyarakat pesisir Tapteng Sibolga, Nias, serta Dairi tidak terwakili dalam kepanitiaan. “Yang ada hanya suku Batak Toba sedangkan suku lain tidak terakomodir. Selain itu, masalah agama juga menjadi perhatian khusus karena dalam panitia pembentukan hanya ada agama Kristen,” ujarnya.

Romo mengungkapkan, ditinjau dari kesejarahan Keresidenan Tapanuli, panitia pembentukan Protap jelas salah kaprah karena pembentukan keresidenan Tapanuli ketika itu mengikutkan daerah Tapsel dan daerah lainnya. ”Protap itu hanya mengakomodir pecahan dari Tapanuli Utara,” tegasnya.

Begitu juga dari segi ekonomi, kabupaten yang mengusung pembentukan Protap belum mampu mandiri, bahkan memberati APBD Sumut. Terbukti DIPA untuk anggaran pendidikan di kabupaten pecahan Taput, yakni Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir dan Taput sendiri mencapai Rp 174 miliar, sedangkan Medan dengan kontribusi PAD besar hanya mendapatkan Rp 8 miliar.

“Artinya kabupaten pengusung Protap itu ketergantungannya cukup besar dengan APBD Sumut dan belum mampu mandiri, sebaiknya kabupaten pemekaran Taput itu digabungkan kembali ke kabupaten induknya ketimbang memberati APBD Sumut,” kata Romo.

Tentang aspek kondusivitas, kata Romo, pembentukan Protap sangat-sangat berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Hal itu dibuktikan adanya pernyataan dari masyaraat pesisir Tapteng Sibolga, Nias dan Dairi siap bertarung darah jika Protap dipaksakan untuk dibentuk.

Sumber: Harian Global, 13 April 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30