*Nitema Gulö mewakili Nias, Alizisökhi Fau mewakili Nisel
Tarutung (SIB)
Kabar gembira! Ketua Komisi II DPR-RI EE Mangindaan mengatakan di hadapan 30.000 massa di lapangan Serbaguna Tarutung, Jumat (12/1-07), bahwa Propinsi Tapanuli sudah pasti. Tinggal kita berdoalah kepada Tuhan Yang Mahakuasa, sebab apapun yang kita rencanakan, keputusan adalah di tangan Tuhan.
Terharu melihat kesungguhan rakyat Tapanuli sebanyak 30 ribu orang dari pukul 12.00 sampai pukul 18.00 WIB yang datang dari 10 kabupaten/kota, selama 6 jam tidak seorang pun bergerak meninggalkan lapangan, Mangindaan mengajak seluruh masyarakat lebih menyatukan tekad dan berdoa, sehingga upaya yang dilakukan rakyat bersama DPR-RI dapat segera berhasil mewujudkan Propinsi Tapanuli.
Setelah mendengar pembacaan Kebulatan Tekad dari 10 perwakilan masyarakat 10 kabupaten/kota mendukung Propinsi Tapanuli dan siap bergabung di dalamnya, EE Mangindaan yakin, Propinsi Tapanuli yang dimungkinkan dapat terwujud pada tahun ini juga. Soal bulannya kapan, kita lihat saja nanti.
Yang jelas, kata Mangindaan yang pernah Panglima Kodam dan Gubernur Sulawesi Utara itu, “kalau masyarakat daerah ini sudah bersatu menginginkan Propinsi Tapanuli, jangan ada yang macam-macam lagilahâ€, kata Pak Mangindaan.
Ia menyarankan, kalau masih ada yang masih kontra dengan pembentukan Propinsi Tapanuli, sebaiknya mereka dapat bergabung dengan masyarakat yang mendukung dan bersama-sama mewujudkan Propinsi Tapanuli.
“Kan lebih bagus kalau masyarakat dapat bersatu dan bergandengan tangan mewujudkan Propinsi Tapanuli, sebab pada hakekatnya tujuan daripada pemekaran daerah adalah untuk mensejahterakan masyarakatâ€, kata Mangindaan memberi nasehat.
Penegasan itu dikemukakan EE Mangindaan, setelah menerima naskah “Kebulatan Tekad Mendukung Propinsi Tapanuli†dari Perwakilan Masyarakat 10 Kabupaten dan Kota yang siap bergabung ke dalam Propinsi Tapanuli.
Pernyataan Kebulatan Tekad itu, diakhiri dengan kata-kata, agar Propinsi Tapanuli dapat diwujudkan “dalam waktu sesingkat-singkatnyaâ€.
Pembacaan Kebulatan Tekad itu, dilakukan secara bergilir oleh masing-masing perwakilan dari masyarakat 10 kabupaten/kota. Ada yang memulainya dengan salam Horas, atau Njuah-njuah atau Jahowu, atau salam dalam agama Islam seperti yang dilakukan perwakilan Kabupaten Tapteng dan Kota Sibolga.
Kesepuluh kebulatan tekad itu kemudian diserahkan kepada Ketua Umum Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean dan kemudian oleh Ir GM Chandra Panggabean diserahkan kepada Ketua Komisi II DPR-RI EE Mangindaan didampingi Wakil Ketua Komisi II, Fachruddin, disambut tepuk tangan dan seruan Horas berulang-ulang dari puluhan ribu massa.
Adapun perwakilan masyarakat yang membuat Kebulatan Tekad Mendukung Propinsi Tapanuli dan Siap Bergabung ke Propinsi Tapanuli tersebut, masing-masing dari Kabupaten Tapanuli Utara, Kab. Tobasa, Kab. Humbahas, Kab. Samosir, Kab. Tapteng, Kota Sibolga, Kab. Nias Selatan, Kab. Nias, Kab. Pakpak Bharat, Kab. Dairi.
Adapun yang membacakan pernyataan Kebulatan Tekad Mendukung Propinsi Tapanuli dan siap bergabung ke dalamnya, yaitu dari Kab. Tobasa H Ir Imran Napitupulu, dari Kab. Samosir Handepan Simbolon, dari Kab. Humbahas Bangun Silaban SE, dari Taput Drs Juhal Siahaan, dari kota Sibolga Zulkifli Tanjung, dari Tapteng Haji Abdul Wahab Situmeang, dari Pakpak Bharat Hendra Habeahan, dari Dairi dibacakan Dairi Lingga, dari Nias Nitema Gulo, dari Nias Selatan Aliozisoci Fau.
Utusan dari 10 kabupaten/kota tersebut dengan lengkap berpakaian adat masing-masing, menyerahkan naskah Kebulatan Tekad tersebut kepada Ir GM Chandra Panggabean yang kemudian menyerahkannya kepada Ketua Komisi II DPR EE Mangindaan didampingi Wkl Ketua Komisi II Fachruddin.
TAK PERLU REKOMENDASI PEJABAT
Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Fachruddin yang juga menyampaikan kata sambutan, menegaskan, Propinsi Tapanuli sudah pasti, pasti, pasti terwujud. Fachruddin menyebut kata pasti sampai tiga kali.
Fachruddin menamakan rapat umum di Tarutung itu sebuah “Kongres Rakyat.
Setelah melihat langsung banyaknya massa pada “Kongres Rakyat Tapanuliâ€Â di Lapangan Serbaguna Tarutung menyampaikan aspirasi dan kebulatan tekad menuntut pembentukan Propinsi Tapanuli itu, Fachruddin menegaskan, Komisi II DPR-RI dengan menggunakan hak inisiatifnya akan berusaha agar Propinsi Tapanuli terwujud alias jadi.
“Kita pasti merespon tuntutan itu. Karena tugas DPR-RI khususnya Komisi II di samping memiliki hak legislasi pembuatan Undang-undang, pengawasan dan hak anggaran, juga menampung sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Aspirasi yang kita terima ini, agar Propinsi Tapanuli jadi, barangkali dapat dilakukan melalui usul inisiatif DPR melalui Komisi II, tandas Fachruddin.
Di mata DPR, kata Fachruddin, tuntutan pembentukan Propinsi Tapanuli adalah sesuatu yang wajar dan tidak bisa dihalang-halangi oleh siapa pun. Karena sepanjang pemerintah pusat tidak punya kemampuan melakukan pembangunan seperti di Jawa merata ke seluruh Indonesia, maka sepanjang itu pula akan ada tuntutan pembentukan daerah otonomi baru, baik propinsi maupun kabupaten. “Karena dirasakan pemerataan pembangunan kurang, maka lahir tuntutan pemekaranâ€, kata Fachruddin.
Fachruddin juga menegaskan, alasan rendahnya PAD di suatu daerah tidak dapat dijadikan alasan menolak pemekaran daerah. Justru karena rendahnya PAD, maka kita merespon tuntutan pembentukan propinsi atau kabupaten, supaya mereka berjuang membangun sendiri daerahnya dan mencari sumber-sumber PAD dari potensi-potensi daerahnyaâ€, tegas Fachruddin.
Pemekaran menambah beban keuangan Negara? Itu pun ditampik Fachruddin. Jumlah dana untuk pemekaran tak ada artinya jika dibandingkan dengan besarnya dana yang disuntikkan pemerintah kepada BUMN seperti kepada Garuda satu tahun disuntik Rp 500 miliar, itu pun masih terus rugi.
Dalam kata sambutannya yang berapi-api di Lapangan Serbaguna Tarutung, Wakil Ketua Komisi II DPR, Fachruddin menegaskan, dirinya tidak akan cemas sekalipun Kepala Daerah tidak merespon tuntutan pembentukan Propinsi Tapanuli. Sepanjang aspirasi rakyat serta para bupati dan anggota dewan dari 10 kabupaten/kota itu ada, maka Tapanuli akan menjadi propinsi.
“Kita sudah berpengalaman memperjuangkan Propinsi Kepri, tidak ada persetujuan Gubernur maupun Dewan, tapi semua itu lewat. Dan sekarang Kepri sudah menjadi propinsi nomor dua termuda di republik ini, ujar Fachruddin seraya menyerukan agar masyarakat Tapanuli tetap solid memperjuangkan Propinsi Tapanuli.
NYARIS TIDAK DATANG
EE Mangindaan mengatakan, dirinya sangat bersyukur dan gembira dapat hadir dan menerima sendiri Kebulatan Tekad Pembentukan Propinsi Tapanuli dari 30.000 massa dari 10 Kabupaten/Kota di Tapanuli. Sebab dia nyaris tidak dapat datang karena pada waktu bersamaan, ada acara penting lain yang harus dihadirinya, dan tadinya sudah disepakati dengan Wakil Ketua Komisi II DPR, Pak Fachruddin yang akan hadir.
“Akan tetapi, saya mendapat pesan khusus dari Ompung GM Panggabean yang disampaikan anggota DPR-RI Saidi Butar-butar, maka saya terpaksa hadir. Tapi untunglah saya hadir, saya sudah melihat sendiri betapa besarnya tekad masyarakat yang menginginkan berdirinya Propinsi Tapanuliâ€, kata Pak Mangindaan disambut tepuk tangan.
MENDAPAT SEPERANGKAT PAKAIAN ADAT
Acara hari Jumat di Lapangan Serba Guna itu, luar biasa bagus. Tokoh-tokoh adat dipimpin Drs BP Nababan MMÂ diiringi gondang dan umpasa-umpasa Batak, memakaikan seperangkat pakaian adat Batak kepada Ketua Komisi II DPR-RI EE Mangindaan, lengkap dengan pedang Piso Halasan, Tongkat Tunggal Panaluan dan topi Bulang-bulang. Agar Pak EE Mangindaan dengan Komisi II kuat memperjuangkan pembentukan Propinsi Tapanuli sampai membawa kemenangan alias berhasil.
Juga kepada Wakil Ketua Komisi II DPR Fachruddin dan beberapa anggota-anggota DPR-RI lainnya yang ikut dalam rombongan, oleh tokoh-tokoh adat diserahkan Ulos, antara lain menerima Ulos Drs HA Chozin Chumaidi (FPPP), Drs Saifullah Maasum (FKB), Prof H Rustam Tumbaraka MA (FP Golkar), DR Jumaini Adriana Sihombing (FPD), Hj Nidaliah Djohansyah (FPAN), Pastor Saut M Hasibuan (FPDS), H Jaluli Juwaini (FPKS), Drs Saidi Butarbutar (FPD).
Penyerahan ulos itu berlangsung dengan penuh sukacita dan sorak-sorai dari 30.000 massa yang memadati lapangan Serba Guna Tarutung.
Dapat dikabarkan, pada acara itu turut memberi kata sambutan DR GM Panggabean selaku Ketua Dewan Penasehat Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli, Bupati Taput Torang Lumbantobing mewakili para Bupati/Walikota dan Gubsu diwakili Asisten I Tatapraja Drs Edward Simanjuntak.
Juga kelihatan hadir Wakil Ketua DPRDSU Japorman Saragih dan Drs Gandi Tambunan MM. Acara hiburan yang diisi Joy Tobing, Tetty Manurung, Jack Marpaung, Reinhad Amigos dan Trio Propinsi Tapanuli berlangsung meriah.
Sejumlah Kepala Daerah kelihatan hadir all. Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi, Walikota Sibolga Drs Sahat P Panggabean MM, Bupati Nias Selatan Daniel Duha, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus MBA, Wakil Ir Mindo Tua Siagian, Bupati Humbahas Dr Maddin Sihombing dan Wakil Drs Manullang, Wakil Bupati Samosir Ober Sagala dan Bupati Taput sendiri Torang L Tobing dan Wakil Drs Frans Sihombing.
Di antara pimpinan DPRD, juga kelihatan hadir Ketua DPRD Sibolga Syahrul, Umur Situmeang SH. Acara ini dibuka dengan doa oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt DR Bonar Napitupulu dan ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Taput Hadi SAg.
Tokoh-tokoh dari Jakarta banyak juga kelihatan hadir, all tokoh pemuda Edison Manurung, Martin Sirait, Capt Anton Sihombing, GM Immanuel Panggabean, dll. Dari Medan, hampir semua pengurus Panitia Pemrakarsa Propinsi Tapanuli hadir, all Eron Lumbangaol, Toga Sianturi, Sanggam SH Bakkara, Ir Hasudungan Butarbutar, Budiman Nadapdap, Jumongkas Hutagaol, KCT Sianturi dll.
Sejak di Bandara Silangit, Ketua Komisi II DPR dan rombongan telah disambut oleh Wkl Bupati Taput Drs Frans Sihombing dan Ketua Panitia Pemrakarsa Ir GM Chandra Panggabean dan isteri. Sepanjang 23 KM jalan dari Silangit ke Tarutung, rombongan dielu-elukan masyarakat dan murid-murid sekolah dengan melambaikan bendera-bendera kecil Merah Putih. Sebelum ke lapangan, waktu makan siang di rumah dinas Bupati Taput, doa dipimpin Sekjen GKPI Pdt Simamora.
Dalam kata sambutannya, DR GM Panggabean mengucapkan terimakasih kepada Panitia penyelenggara acara ini Budiman Nadapdap SE dan Drs Juhal Siahaan serta semua Bupati dan Walikota dan Kepolisian, artis dan pers yang telah membantu sepenuh hati sehingga acara ini dapat terselenggara dengan sangat baik. (R1/Tim/c)
Ira Talifuso fefu,
Mungkin Nitema Gulo dan Alizisokhi Fau mendapat mandat dari GM Panggabean dan Panitia.
Sebab yang jelas : Nenek Moyang Nias, Pemerintah Daerah Nias, DPRD Nias, dan masyarakat Nias telah mengeluarkan pernyataan : mendukung pembentukan PROTAP tetapi tidak ingin bergabung dengan PROTAP.
Semoga … ! Yaduhu.
Ya’ahowu
Dawido Gulo
Yaahowu! Talifuso
Wacana pembentukan PROTAP, mari kita bahas dan renungkan dengan kajian yang mendalam apa yang menjadi untung ruginya Kab.Nias bergabungan dengan Prop. Tapanuli.
Mungkin sebagai masyarakat Nias bisa setuju dan juga tidak bergantung dari persepsi mana kita melihatnya. Tetapi ada benarnya setuju dengan tulisan Sdr. Yosafati Hulu di situs Niasisland.com bahwa Protap kita dukung namun kita tetap di SUMUT.
Kalau ada yang mengatasnamakan mewakili masyarakat Nias untuk memberi dukungan, itupun tidak usah heran, karena ada orang-orang yang berhaluan politik OPORTUNIS yang mampu memanfaatkan situasi untuk keuntungan diri sendiri.
Kedepan politikus-politikus seperti ini perlu dicerahkan pola pikirnya, dan bila perlu diwaspadai, supaya suatu saat nanti Nias bukan hanya diatasnamakan untuk kepentingan, mungkin saja “dijual” untuk kepentingan abadinya.
Saohagolo
putera batak punya nyali, dan orang batak terkenal karena keberaniannya dengan memakai perhitungan dan kajian, protap maju terus hingga terbentuk…kami mendukung sepenuhnya….tapanuli utara jangan lagi masuk dalam peta kemiskinan,pro kontra dalam pembentukan protap kita terima dengan lapang dada…baiklah kita semua berpikir positif untuk memajukan daerah kita atau marsipature hutanabe…yang membesarkan kita bukan orang lain tetapi kita dan bekerjasama dengan orang lain,….mari berkarya…selamt berjuang….horas….
Saudaraku Nias…jangan lagi ada kontra tentang Pembentukan PROPINSI TAPANULI, mari Nias bergabung…dan pada akhirnya Nias akan menjadi Propinsi Sendiri….percayalah…..Syalom
KATAKAN “YA” BILA “YA”…KATAKAN “TIDAK BILA “TIDAK”..LEBIH DARI ITU DATANGNYA DARI SETAN UNTUK MEMPERBUDAKMU…!!!!!
UNTUK PROTAP AKU KATAKAN “TIDAK”…( BACA INJIL DULU BALE )
KARENA TIDAK SEMUA IKAN PUYA SISIK…,KARENA ULAR JUGA PUNYA SISIK LO…? SYALLOM
for AANW
silahkan menolak, namun pakai logika dan otak, biasakan pake bahasa yang sopan kawan.
Mohon penolakan Protap tidak dibenturkan dengan SARA, ingat sekali anda melakukan sesuatu, orang lain dapat melakukan 2x lebih banyak dari yang anda perbuat, sekali anda anarkis, 2x lebih besar dapat orang perbuat seperti yang anda buat…jadi buat yang menolak silahkan lakukan dengan langkah santun, tanpa membawa embel2 agama…oke. HORAS
Bukan untuk menguranagi rasa hormat atas aspirasi amsyarakat nias untuk bergabung dengan propinsi tapanuli, tetapi yang terpenting adalah bagaimana agar mutu pendidikan,kehidupan, dan ekonomi masyarakat nias lebih bangkt dan kalau bisa melebihi daerah-daerah lain sebab, dengan meningkatakan 3 hal yang diatas maka kesadaran masyarakat lebih mandiri, apabila sudah 3 hal diatas terbukti dijalankan dan nayat dalam kehidupan masyarakat nias,maka tidak perlu lagi terpaku dengan hal-hal yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,apakh ada yang menjamin ketika nias bergabung menjadi propinsi tapanuli bhawa 3 hal ynag saya sebutkan diatas dapat teratasi???, bila 3 hal diatas dapt nyata tidak perlu bergabung dengan propinsi tapanuli tetapi dapat membentuk propinsi tersendiri yaitu propinsi NIAS.
Sudah menjadi hukum alam bahwa untuk maju kita butuh bantuan orang lain.Itu nyata. Kalau Nias belum mampu untuk menjadi propinsi apakah salah Nias gabung dulu ? dan apa masalahnya ? mungkin dengan gabung dulu ke Protap, Nias bisa bangun dan suatu saat nanti bisa menjadi Propinsi tersendiri. Mari jangan buruk sangka dulu.
Tadinya aku juga sudah yakin sekali dengan Protap bakal disahkan tahun 2009. Tetapi dengan kejadian beberapa hari terakhir aku jadi pesimis. Jangan-jangan Nias duluan jadi propinsi dari kita, gara-gara ulah segelintir orang yang tak bisa mengekang emosinya. Itu makanya aku tak antusian lagi mengajak saudara-saudara kita dari Nias. Aku malu sendiri, Pak Hutabarat.
H. Sormin