Tampilan Situs Dinas Pariwisata Nias Selatan yang menampilkan Informasi foto yang salah pada deskripsi daerah tujuan wisata Desa Bawömataluo (Foto: EN)

NIASONLINE, JAKARTA – Kabupaten Nias Selatan bisa dikatakan sedikit lebih cepat dan kreatif dibanding daerah lainnya di Pulau Nias.

Di daerah itu, meski belum memiliki situs resmi pemerintah kabupaten, namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisatanya sudah memiliki situs resmi sendiri. Situs yang beralamat di www.southniastourism.com tersebut sudah mulai tayang pada tahun lalu.

Namun, sangat disesalkan, situs yang diberi keterangan ‘Situs Resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nias Selatan’ dan menggunakan logo dinas tersebut, selain sudah lama tidak diperbarui (update), malah menyajikan informasi yang salah fatal.

Di antaranya, pada menu ‘Tujuan Wisata’. Di sana hanya ada nama beberapa desa yang menjadi daerah tujuan wisata seperti, Bawömataluo, Orahili, Hilisimaetanö, Pantai Sorake, Pantai Lagundri, dan Botohili Tanö. Padahal, masih banyak obyek wisata lainnya di Nias Selatan.

Kemudian, ternyata nama-nama desa itu tidak semuanya semua berisi informasi yang dibutuhkan bila di’klik’. Hanya deskripsi tujuan wisata di desa Bawömataluo, Pantai Sorake dan Pantai Lagundri yang ada.

Nah, yang lebih fatal lagi, deskripsi yang diberikan, khususnya pada daerah tujuan wisata Desa Bawömataluo, salah total. Mulai dari foto desa hingga beberapa informasi yang diberikan.

Pada deskripsi tersebut, foto desa Bawömataluo justru menggunakan foto rumah tradisional dari salah satu daerah/suku di daratan Sumatera Utara. Tidak hanya itu, keterangan yang diberikan juga banyak yang tidak benar.

Seperti usia rumah adat dan jarak antara Bandara Binaka menuju desa tersebut yang tertulis hanya 15 kilometer. Padahal sejatinya, sekitar 120 kilometer. Kelihatannya, deskripsi itu asal copy dari tulisan yang akurasinya tidak tepat.

Dari pantauan Nias Online, kesalahan ini sudah lama terjadi dan tampaknya tidak dipedulikan oleh pihak terkait.

Pihak terkait juga tidak memberikan keterangan apakah informasi tersebut tidak benar adanya, dalam perbaikan atau sebaliknya, menonaktifkan situs itu agar tidak terus menyajikan informasi yang salah.

Untuk diketahui, situs tersebut mengingat menjadi representasi pariwisata Nias Selatan, akan banyak yang melihatnya. Tentu saja, terlalu ceroboh bila harapannya menarik minat wisatawan, tapi menyajikan informasi yang tidak menari, tidak lengkap, dan apalagi salah fatal. (EN)

Facebook Comments