Gunungsitoli, (Analisa)

Unicef bekerjasama dengan ILO dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias gelar workshop selama dua hari, kepada 48 kontraktor lokal yang sedang melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Pulau Nias, di Wisma Soligo Gunungsitoli, Selasa (31/7).

Workshop dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Nias, Drs FG M Zebua. Kepala Unicef Nias, Raul De Tourcy. Seksi Perlidungan Anak Unicef Banda Aceh, Roberto Bernes Kepala Bagian Sosial Setda Kabupaten Nias, Drs Sudiman Telaumbanua dan sejumlah peserta terdiri dari LSM lokal, NGO, BRR dan kontraktor.

Bupati Nias diwakili Sekda Drs FG M Zebua yang membuka acara itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nias berterimakasih kepada Unicef, ILO LMS dan NGO dan panitia yang bergerak di bidang anak di Nias, karena apa yang mereka lakukan saat ini kepada anak-anak Nias sesuatu yang harus dihargai karena memaknai kehidupan masa depan Nias ke depan.

“Anak yang merupakan mahluk ciptaan Tuhan, mahluk sosial yang terdapat diri seorang anak, hingga mereka juga dapat menempatkan diri utuk berinteraksi, berperilaku, berkomunikasi. Sebagai makhluk Tuhan yang dapat ditumbuhkembangkan dan hal ini merupakan tanggung jawab orang tua, pemerintah dan masyarakat,” ungkap Sekda.

MASUKAN

Diharapkan kepada peserta dapat memberikan masukan bagaimana anda bekerja selama ini, hingga menjadi bahan acuan yang bisa diakomodir kemudian disampaikan kepada Kabuputen Nias dan Nias Selatan, untuk dijadikan masukan dalam menyikapi masalah anak ke depan.

Selain itu, insan pers juga dapat dijadikan wadah untuk kita menggulirkan isu pekerjaan terburuk bagi anak, hingga dengan terlibatnya dari berbagai unsur atau senantiasa berkolaborasi dapat mengurangi jumlah pekerja anak di Kabupaten Nias.

Sementara itu, Kepala Officer In Charge Unicef Nias, Roul De Tourcy mengatakan, berdasarkan pengamatan kebanyakan dari anak Nias bekerja lebih dari 3 jam setiap hari untuk membantu perekonomian keluarga. Pekerjaan yang biasa dilakukan anak seperti, mengumpulkan pasir, memecahkan batu, tukang beca, menderes karet, menangkap ikan dan pekerja bangunan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Unicef dan NGO dan ins tansi terkait lainnya menggelar workshop ini. Setelah workshop pertama ini, Unicef Nias juga akan melakukan workshop kedua selama tiga hari, untuk pembentukan komite aksi anti pekerja anak di Nias, membahas rencana jangka panjang nasional anti pekerja anak di Indonesia, hingga diharapkan dapat memperkecil resiko pekerjaan terburuk bagi anak di Nias, tandas Roul.

Kepala Divisi Child Protection Unicef Aceh Nias, Roberto Bernes mengatakan, mengapa pekerja anak sangat berbahaya, secara fisik mereka bisa terluka meninggal karena mereka dalam posisi bahaya dan secara jangka panjang akibatnya akan sangat bepengaruh kepada anak, keluarga dan masyarakat.

Setiap anak-anak yang bekerja adalah anak-anak miskin tetapi tidak semua anak yang yang bekerja adalah miskin. Masalah ekonomi bukan yang utama sebenarnya, karena kalau anak bekerja mereka akan mendapatkan uang yang lebih. Bagi anak yang bekerja saat ini, otomatis tidak akan bisa sekolah. (kap)

Sumber: Analisa, 2 Agustus 2007

Facebook Comments