Gunungsitoli, (Analisa)

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias saat ini masih pikirkan pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruski (RR) di Kabupaten Nias diserahkan kepada pemerintah daerah.

Hal itu dikatakan Kepala Perencanaan dan Pengendalian BRR Perwakilan Nias, T Nirarta Samdhi kepada Analisa di kantornya Jalan Pelud Binaka Gunungsitoli, menyikapi persiapan hand over (perpindahan tangan) secara penuh pelaksanaan RR di Kabupaten Nias kepada pemerintah daerah pada April tahun 2009 mendatang.

“Hingga saat ini BRR masih mempersiapkan dua skenario, yakni pertama Distrik BRR Perwakilan Nias yang akan menjalankan seratus persen proyek serta pemerintah daerah sebagai supervisornya. Atau skenario kedua yang lebih ekstrim lagi para Satuan Kerja (Satker) yang ada tidak lagi di bawah naungan Distrik, tetapi di bawah naungan pemerintah daerah,” tandas T Nirarta Samdhi.

Menurutnya, kedua skenario atau opsi yang ditawarkan ini, BRR Perwakilan Nias belum menentukan opsi yang mana akan digunakan. Karena BRR masih memikirkan untung dan rugi dari sisi kemulusan untuk handing overnya kedepan.

Kemudian BRR mempunyai rencana aksi dalam melakukan RR. Rencana aksi itu yang digunakan sebagai panduan dalam melakukan RR setelah 2009.

“Jadi intinya kita ingin meninggalkan perencanaan RR ini sampai periode jangka menengahnya, atau sekitar 2011-2012,” tambah T Nirarta Samdhi.

Untuk persiapan hand over itu, BRR Perwakilan Nias saat ini sedang melakukan upaya untuk mengajak pemerintah daerah untuk mulai terlibat aktif dan semaksimal mungkin.

Pada saat ini pemerintah daerah masih dilibatkan dalam tahapan perencanaan-perencanaan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2007-2008 dan 2009. Tandas Nirarta

Sementara itu, di sisi BRR sendiri, BRR Perwakilan Nias mendorong lebih BRR aktif BRR Distrik dibandingkan BRR Perwakilan Nias, hingga ke depan pada akhirnya BRR distrik lebih besarkan sejalan dengan aktifnya sekretariat bersama dan BRR Perwakilan semakin mengecil.

Selanjutnya, sampai saat ini keterlibatan Pemerintah daerah dalam RR sudah mulai terasa dan terlihat, pemerintah daerah sat ini sudah mulai ada merasa memiliki dan peduli terhadap pelaksanaan RR Nias. Bila dibandingkan pada masa-masa sebelumnya pemerintah daerah kurang terlibat dan memperhatikan kegiatan RR.

Selain dari pemerintah daerah merintah provinsi dalam hal ini juga akan terlibat aktif dalam RR ke depan. Karena pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dan pusat tidak mungkin terlepas secara birokrasi dan adminsitrasi.

Pada prinsipnya, BRR bergerak dari proyek fisik selanjutnya ke proyek non fisik atau ke ekonomi untuk proyek ekonomi ini sudah mulai dirintis pada tahun 2007 ini, sehingga

Nirarta Samdhi mengungkapkan, pada akhir Desember 2008 mendatang BRR sudah mulai melakukan serah terima aset, baik kepada pemerintah daerah, kepada pemerintah provinsi maupun kepada kementerian negara hingga pada akhirnya aset itudikelola sendiri pemerintah.

Jadi pada intinya mulai Januari hingga akhir Desember 2009, BRR hanya melakukan serahterima yang dikerjakan kepada pemerintah sesuai dengan tingkatannya. kata Nirarta. (kap)

Sumber: Analisa, 31 Juli 2007

Facebook Comments