Tips Aman Dari Penipuan Bermodus Investasi

Wednesday, June 6, 2012
By susuwongi

Financial planner dari perusahaan Financial and Business Advisory MRE, Mike Rini Sutikno (Foto: republika.co.id)

NIASONLINE, JAKARTA – Sudah tak terhitung banyaknya kasus, korban dan kerugian dari penipuan dengan modus investasi. Di kota besar atau di daerah terpencil, sama saja.

Meski begitu, baik pelaku maupun calon nasabah juga tidak serta merta jera. Tidak peduli orang miskin, tak berpendidikan bahkan terdidik, pejabat dan pengusaha, juga menjadi korbannya.

Lalu, bagaimana harusnya mengantisipasi jebakan penipuan bermodus investasi tersebut?

Berikut adalah tips dari financial planner dari perusahaan Financial and Business Advisory MRE, Mike Rini Sutikno:

1. Miliki pemahaman yang sehat mengenai harta/kekayaan. Menurut Mike, umumnya korban paling banyak penipuan dengan modus investasi ini adalah orang-orang yang pola pikirnya tentang harta/kekayaan tidak sehat. Mereka ingin kaya dengan cepat tapi tanpa harus capek.

2. Mesti melek finansial. Dengan melek finansial ini, kata Mike, akan terbentuk sikap rasional dan peka terhadap potensi-potensi penipuan dalam berinvestasi.

“Bagaimana bisa mengatasi atau bersikap logis terhadap penawaran-penawaran investasi. Dengan melek finansial, akan terbiasa menganalisa dan tidak ‘membeli kucing dalam karung’,” jelas Mike.

Menurut Mike, melek finansial itu tidak ada begitu saja. Juga tidak akan didapat dari pelajaran di sekolah. Makanya, orang-orang terdidik, pejabat bahkan pengusaha pun bisa tertipu.

3. Identifikasi kewajaran penawarannya. Penipuan bermodus investasi selalu dicirikan dengan iming-iming perolehan imbal balik yang biasanya tidak wajar.

Sebagai contoh, kata dia, Koperasi Langit Biru (KLB) menjanjikan imbal balik hingga 17% per bulan. Padahal, di bank-bank umum, bunga deposito di bawah satu tahun saja paling berkisar 4-8%.

“Cari patokan yang wajar, yang standar. Nah, kalau janji imbal baliknya sudah tidak wajar, itu pasti gak bener. Cuma memang, kalau orangnya kecenderungannya serakah, ya, diimingi begitu, langsung mau saja,” ujar Mike.

4. Identifikasi kewajaran biaya investasinya. Kalau normal, seperti halnya di bank-bank umum, biaya deposito itu kecil sekali. Demikian juga dengan saham atau tabungan yang hanya dibayar biaya administrasinya saja.

Sebaliknya, kalau penipuan, biaya administrasi investasinya biasanya tinggi. Bisa mencapai ratusan ribu. Menjanjikan ini dan itu tapi sebenarnya nasabahnya harus bayar dulu dengan cara yang lain.

“Pada penipuan bermodus investasi itu biasanya terjad akad ganda dan itu banyak gak diketahui nasabah. Jadi, ketika akan dapat sesuatu, maka dia wajib membayar dulu. Padahal janjinya itu bonus dan semacamnya,” jelas dia.

5. Waspadai penggunaan label keagamaan. Mike mengatakan, dari temuannya di lapangan, para nasabah KLB banyak yang tertarik berinvestasinya salah satunya karena melihat figur Ustad Komara, pendiri dan pemilik KLB.

“Jangan percaya iming-iming terkait keagamaan, terutama tokoh agama yang ngajak berbisnis. Kalau suatu urusan ditangani oleh yang bukan ahlinya, bisa dibayangkan akhirnya seperti apa,” kata dia.

Bahkan meski mungkin saja mereka punya keahlian untuk itu, tetap harus kritis dan tidak terbawa perasaan semata karena embel-embel keagamaan sebagai bumbunya.

6. Waspadai penawaran investasi yang bombastis. Penipuan bermodus investasi biasanya ditandai dengan iklan atau penawaran investasi yang bombastis. Di antaranya, soal bunga, imbal balik, baik dari segi jumlah maupun waktunya.

“Kalau di brosurnya atau iklannya sudah menyebut investasinya sebagai ‘satu-satunya yang ter…’ sebaiknya hindari saja,” jelas Mike.

7. Pastikan skema investasinya harus jelas. Banyak tawaran investasi yang ternyata bodong itu sebenarnya tidak jelas skema investasinya. Kalaupun ada, hanya dalam penjelasan atau di brosur. Calon nasabah harus memastikan skema investasinya seperti apa dan melakukan verifikasi.

“KLB itu ngakunya bisnis sapi. Tapi tidak jelas peternakannya dimana, jual sapinya dimana, rumah potongnya dimana,” tandas dia. (EN/SPC-15)

Sumber: Suarapengusaha.com

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2012
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930