Kejati Sumatera Utara Bidik Dua Pejabat Pemkab Nias

Wednesday, October 14, 2009
By nias

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) meningkatkan penyelidikan (lid) kasus dugaan penyelewengan dana di Sekretaris Kabupaten Nias anggaran 2007 sebesar Rp 2,9 miliar ke tingkat penyidikan. Dua pejabat Setkab menjadi target dalam penyikian kasus.

Asisten Pidana Khusus Kejatisu Agoes Djaya SH, Senin (12/10) mengatakan peningkatan status penanganan kasus dugaan korupsi itu dilakukan karena adanya bukti kuat penyimpangan anggaran dari para pejabat di Setkab Nias. Bukti itu didukung adanya keterangan dari beberapa saksi yang melaksanakan anggaran tersebut.

“Ada dua pejabat yang terlibat dalam penyimpangan anggaran ini. Tim penyidik sedang intensif melakukan pemeriksaan,” ucap Agoes yang tidak menyebutkan siapa pejabat tersebut.

Dalam pemeriksaan ditemukan adanya pengeluaran yang tercatata, namun tidak jelas dan diketahui peruntukkannya. “Pejabat di sana menganggap sistem birokrasinya masih seperti dulu. Anggarannya yang tak habis pada akhir tahun, lalu dihabis-habiskan, tanpa pertanggungjawabannya,” jelasnya

Terkait kasus dugaan korupsi lainnya, lanjut Agoes, pihaknya juga sedang menangani kasus dugaan biaya perjalanan dinas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan anggaran pendidikan di Dinas Pendidikan.

Kasus di SKPD itu masih tingkat lid, dan beberapa di antaranya sudah mengembalikan dananya kepada negara. “Kita menghargai niat baik itu, karena sebenarnya kan yang diusut adalah kerugian negara. Jadi kalau sudah ada yang terlebih dulu mengembalikannya, ya kita sambut baik,” katanya

“Apresiasi kinerja kejaksaan saat ini yang serius mengusut kasus korupsi. Namun, hendaknya jangan ada tebang pilih. Siapa pun yang terlibat harus diperiksa,” ungkap Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (Wadir LBH) Medan Muslim Muis SH sedara terpisah.

Kasus korupsi di Pemkab Nias itu berawal dari laporan masyarakat terkait penyalahgunaan APBD Pemkab Nias di bawah kepemimpinan Bupati Nias Binahati B Baeha. Namun beberap kasus yang dilaporkan sudah dihentikan penyelidikannya sedanghkan sebagian masih proses penyelidikan dan penyidikan. (Harian Global, 14 Oktober 2009)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031