Suara Anak dari Pulau Nias

Gunung Sitoli, 23 Juli 2009 – Dua hari berkumpul anak-anak dari berbagai utusan di Kabupaten Nias, kelompok anak perwakilan sekolah SMA I, SMA 3, SMK BNKP, SMA PEMDA 2, SMA Pemda 1, Anak yang berkebutuhan khusus (penyandang cacat), Anak yang berkonflik dengan hukum, anak dampingan Forniha, Anak dampingan WVI dari Mandrehe dan Namõ Halu dan perwakilan Organisasi Bale Ono Niha (BON-PKPA).

Tujuan anak-anak berkumpul untuk suatu hajatan bersama menyelenggarakan KONGRES ANAK NIAS KE-II Tahun 2009 dalam rangka HARI ANAK NASIONAL tingkat Kabupaten Nias. Suasana kongres yang penuh kebersamaan, keceriaan namun sangat serius membahas berbagai persoalan anak yang terjadi di Pulau Nias. Meski usia mereka masih anak-anak namun mereka mampu menunjukkan kepedulian dan kepekaan terhadap nasib anak-anak.

Pimpinan sidang kongres yang juga dari anak-anak Yustinus Zai (SMK BNKP/Ketua BON-PKPA) dan Dewi Kurniawati Laoli SMK BNKP/Sekretaris BON-PKPA) terlihat sangat serius memandu jalannya kongres yang berangsung selama 2 hari mulai tanggal 21 – 22 Juli 2009 di Nasional Hotel Gunung Sitoli.

Hasil dari Kongres Anak ke-II ini menyepakati 7 (tujuh) butir rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah dan para pihak yang menaruh kepedulian terhadapa anak-anak Nias. Rekomendasi tersebut adalah:
1. PEMERINTAH DIHARAPKAN MENGADAKAN/MENYELENGGARAKAN SEKOLAH MULAI DARI TINGKAT SD SAMPAI SLTA
2. PEMERINTAH MENINGKATKAN PENGOBATAN GRATIS KHUSUSNYA BAGI ANAK-ANAK ATAU MENGAMBIL BIAYA PENGOBATAN YANG TERJANGKAU OLEH MASYARAKAT LUAS
3. PEMERINTAH MENYEDIAKAN PETUGAS KHUSUS YANG CEKATAN TERHADAP PELANGGARAN HAK ANAK SERTA TEMPAT PENGADUAN DISELURUH PEDESAAN
4. PEMERINTAH, KELUARGA DAN ORANG TUA WAJIB MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG SELUAS-LUASNYA KEPADA ANAK UNTUK MEMPEROLEH PENDIDIKAN
5. MENSOSIALISASIKAN PENTINGNYA HAK ANAK LANGSUNG KEPADA KELUARGA
6. PEMUATAN TEMPAT BERMAIN ANAK
7. PEMERINTAH DIHARAPKAN MEMBERIKAN KESETARAAN TERHADAP HAK DAN KEWAJIBAN SETIAP ANAK

Menurut Yustinus selaku ketua panitia mengatakan bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari Kongres ini akan disampaikan secara resmi pada puncak Hari Anak Nasional Kabupaten Nias tanggal 19 Agustus 2009.

DEMOKRASI DARI HATI,
Jika pesta demokrasi di Indonesia baik tingkat daerah maupun nasional sering diwarnai politik uang, kekerasan, bahkan penipuan suara, namun tidak bagi Demokrasi yang dibangun oleh anak-anak Nias. Kongres anak yang dihadiri sekitar 37 anak secara demkrasi memilih 7 orang perwakilan anak, proses pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara secara langsung, rahasia, jujur dan bermartabat. Dari proses demokrasi yang suci dari hati nurani memilih 7 anak yang akan menjadi Duta Anak Nasional periode 1 tahun kedepan untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan anak Nias. Mereka yang dipercaya menjadi Duta Anak Nias adalah:
1. SUMANGELI GULÕ (SMK BNKP-GUSIT)
2. BOBBY TRIMART GEA (SMA I GUSIT)
3. RESTU ELI HAREFA (SMA PEMDA I)
4. VICENCIAN MAGHDALENA MENDRÕFA (SMA 3 GUSIT)
5. TUTRI YUNITA WARUWU (SMK BNKP GUSIT)
6. ANTONIUS MENDRÕFA (SMA 3 GUSIT)
7. JUNISAN NDRAHA (SMA PEMDA 2 GUSIT)

Anak-anak peserta Kongres mengharapkan semoga pemerintah, masyarakat, orang tua dan lembaga-lembaga perlindungan anak mau mendengarkan suara-suara anak, karena selama ini suara anak sering diabaikan bahkan tidak dipedulikan dalam mengambil keputusan kebijakan pembangunan daerah. Salah satu hak dasar anak yang tercantum dalam amanah undang-undang perlindungan anak dan konvensi hak anak adalah hak partisipasi dan didengar pendapatnya.

Kunnjungan ke Lembaga Pemasyarakatan
Masih dalam rangkaian Hari Anak Nasional para Duta Anak dan organisasi Bale Ono Niha direncanakan akan berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan tanggal 23 Juli 2009. Kunjungan ini sebagai bentuk solidaritas sesama anak dan juga untuk menyampaikan hasil kongres anak Nias.

Selain untuk menunjukkan solidaritas sesama anak, pertemuan di Lembaga Pemasyarakatan juga untuk mengingatkan kepada Pemerintah baik tingkat pusat maupun di tingkat daerah agar pembinaan terhadap narapidana anak lebih ditingkatkan sehingga tidak memunculkan residivis-residivis baru pasca menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan. (Misran Lubis – PKPA)

Catatan Redaksi: Foto-foto kegiatan akan dimuat dalam ruang “Nias Dalam Gambar”.

Leave a comment ?

12 Responses to Suara Anak dari Pulau Nias

  1. HARLAN HAREFA says:

    yaahowu, kenalin saya alummi SMU BNKP GUSIT tahun 2004 sekarang saya kuliah disalah satu universitas di jakarta,tgl 10 agustus 2008 saya telah menyelesaikan studi strata 1. saya telah melihat visi-misi saudara dan saya sangat bangga karena saudara punya cita n cinta untuk membangun Nias hanya satu pesan saya buat teman-teman “PERUBAHAN BUKANLAH SUATU PERUBAHAN SEBELUM TERJADI PERUBAHAN, MENJADI SEORANG ANAK NIAS ADALAH KETURUNAN TETAPI MENJADI PUTRA-PUTRI NIAS ADALAH MASALAH PILIHAN.GBU

  2. Ariston says:

    Saya ariston,alummi SMU BNKP,ulusan tahun 2009,saat ini saya program beasiswa di university international Batam,
    saya sangat cinta SMU BNKP di banding yang lain,,
    Dengan ide-ide anda saya salut,,dan ya terus dukung,

    Smu BNKP adalah kenangan bagi saya,dan saya akan buktikan bahwa alummi BNKP akan menjadi alummi yang hebat

    I Love You nias,,,Engkau selalu di hati kami

    Prepared by

    Ariston Zebua
    Unirsity international batam

    terimakasih SMU BNKP yang telah membuat aku
    terbaik seperti saat ini,yang bisa bersaing dengan eQuiman-eQuipman luar negeri….

    Kami akan Bangun Nias::::::::::::

  3. Linus Fatili Laia says:

    Kalau boleh saya tambahkan rekomendasi yang ke 8 adalah: Menganjurkan kepada pemerintah agar mendata setiap tahun keluarga yang tak mampu melanjutkan sekolah anaknya dan sekaligus mencari solusinya.

    Saya adalah eks SMEA SWASTA GUNUNGSITOLI, dan sekarang bekerja disebuah perusahaan asing di Bali, Saya merindukan Nias.

  4. agustina bu'ulolo says:

    saya yang biasa di panggil tina untuk sehari-harinya,sekarang tinggal di padang.
    kuliah di salah satu universitas swasta yaitu bung hatta,,,

    harapan saya sebagai seorang mahasiswi terutama kepada pemerintah daerah setempat nias dan nias selatan untuk turut berpartisipan serta perhatian terhadap anak2 daerah yang melanjutkan studi ke luar daerah.
    terutama bagi kami yang kurang mampu membiaya kuliah…sementara keinginan untuk sekolah dan berpendidikan sangat tinggi,,

    jadi tak ada salah nya pemerintah daerah setempat mendata setiap kuota daerah nya masing untuk mengetahui dan mendapat data siapa2 saja anak dari msg2 daerah tst yang kuliah

    sehingga kebijakan seterus nya pemerintah dapat menyalurkan bantuan dalam bentuk beasiswa.

    harapan saya semoga hal ini dapat d perhatikan oleh pemerintah daerah setempat .

    ya’ahowu

  5. Wardaniman Larosa says:

    Saya sebagai salah seorang Putra Nias,merasa prihatin terhadap situasi anak-anak Nias yang sekarang ini karena masih banyak yang belm menyentuh pendidikan.Hal ini di dasarkan pada mahalnya biaya pendidikan pada masa sekarang ini.Untuk itu saya sangat mengharapkan kepada pemerintah Kab.Nias agar kondisi ini bisa di tanggapi dengan baik dan juga untuk mewujutkan tujuan Pendidikan Nasional yang di muat di dalam UU No.20 Thn 2003.
    Selain itu juga saya mengharapkan kepada Panitia Suara anak Nias agar dalam memberikan informasi,jangan hanya anak2 dari SMA di atas,tetapi kepada semua sma di sekitar Gusit pada khususnya.

    Yaahowu……….!

  6. Orang Tua says:

    Iraonogu, YA’AHOWU.

    Bagus.

    Tetapi jauh lebih bagus apabila diteruskan dengan rekomendasi pada diri sendiri dan rekomendasi pada kebersamaan kalian anak-anak muda/generasi muda “sekarang”. Sekali lagi saya tekankan yang “sekarang”.

    Mengapa ? Karena, generasi sebelum anak-anak kami yang berkumpul ini sudah terkontaminasi dengan mental hanya “memikirkan diri sendiri”. Lihat : mulai dari pejabat-pejabat tinggi di Nias sampai kepada pesuruh di kantor-kantor, bukan pelayanan baik yang diusahakan diberikan kepada masyarakat yang dilayani melainkan : supaya yang seharusnya dilayani menganggap dia hebat, berkuasa. Dan tragisnya lagi : warga masyarakat yang seharusnya dilayani harus membayar dengan duit atau oleh-oleh lainnya atas tindakan (seharusnya kewajiban fungsional) yang diberikan.

    Anak-anakku yang berkumpul, mulai dari generasi kalian ini : perangilah sifat demikian. Masa depan ini punya kalian.

    Orang Tua

  7. Ridho Gea says:

    ya’ahowu…
    kalo mau download lagu nias dimana ya??
    saohagolo….

  8. MARWAN LASE says:

    AKU BNGGA MNJADI ANAK NIAS KRNA ALAMNYA SNGAT INDAH…………

  9. MARWAN LASE says:

    SAYA SBAGAI PUTRA NIAS INGIN NANYAK KAPAN YA ANAK2 NIAS BISA TUK MNGADAKAN TURNAMEN SEPAKBOLA ANAK NIAS………..THANKS,,,

  10. masdin chan says:

    nias pulau nan indah yg tak kan terlupakan,saya alumni SMAN1.Gn.sitoli,salam rindu bwat teman2 disana.I LOP YU PULL.

Reply to Ridho Gea ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>