JAKARTA – Istilah membeo sudah sangat memasyarakat. Kebiasaan mengikuti ucapan orang lain yang dilakukan burung beolah yang menjadi ide istilah itu. Ironisnya, semakin banyak orang yang mempunyai kebiasaan membeo, tapi beo Nias (Gracula religiosa) —salah satu jenis beo pintar dari Pulau Nias— justru kian sedikit populasinya.
Berdasar penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Departemen Kehutanan, pada akhir 1996 sampai Agustus 1997, jumlah beo Nias di habitat tinggal tujuh ekor. Barangkali jumlah burung cerdas ini di pasar burung atau sangkar para pecinta burung justru lebih banyak lagi. Namun yang jelas, beo Nias kini dilindungi sebagai hewan langka dengan dasar hukum Peraturan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931, SK Mentan Tanggal 26 Agustus 1970 No. 421/Kpts/Um/8/1970, UU No. 5 Tahun 1990.
Masuk dalam bangsa Passerifosmes dan suku Strunidae, beo Nias memang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Mereka termasuk burung berukuran sedang, dengan panjang tubuh 40 sentimeter. Bagian kepalanya berbulu pendek. Sepanjang cuping telinga menyatu di belakang kepala dan bentuknya menggelambir ke arah leher. Gelambir cuping telinga ini berwarna kuning mencolok.
Di bagian kepala juga terdapat sepasang pial yang berwarna kuning dan terdapat di sisi kepala. Iris matanya berwarna coklat gelap. Paruh runcing berwarna kuning agak oranye. Hampir seluruh badannya tertutup bulu yang berwarna hitam pekat, kecuali bagian sayap berbulu putih. Kaki berwarna kuning dengan jari-jari berjumlah empat. Tiga jari di antaranya menghadap ke depan, sedangkan yang lain menghadap ke belakang.
Mereka suka menghuni hutan-hutan rimba yang berdekatan dengan perkampungan atau tempat terbuka. Beberapa tahun silam mereka masih bisa ditemui di kawasan Pulau Nias, Pulau Babi, Pulau Tuangku, Pulau Simo dan Pulau Bangkaru. Tapi kini sudah cukup sulit untuk dicari. Maklum saja, beo Nias betina sekali bertelur hanya menghasilkan dua sampai tiga butir telur saja. Itu pun tidak semuanya bisa bertahan hingga menetas.
Jenis burung satu ini sangat senang hidup berpasangan, terkadang berkelompok. Membuat sarang di pohon-pohon berbatang tinggi dan tegak, dengan cara membuat lubang-lubang pada pohon tersebut. Sarang dibuat pada saat menjelang bertelur. Beo Nias merupakan pemakan serangga dan buah-buahan serta memiliki suara yang sangat keras, nyaring dan pintar menirukan berbagai suara.
Cara pemeliharaan yang paling tepat bagi burung ini adalah secara ex-situ (di luar habitat asli) di kebun binatang, taman burung dan penangkaran.(mer)
Sumber: Sinar Harapan – Iptek no No. 4231
Foto: www.der-beo.de
berjuanglah terus untuk melestarikan hewan langka. bukankah manusia adalah pemelihara (khalifah) di muka bumi ini? selamat berjuang
burung beo adalah salah satu burung yang saya sukai. selain pintar menirukan suara manusia , bulunya juga khas. maka dari itu saya harap burung beo lebih dilesterikan lagi. agar anak cucu kita bisa dapat melihat dan mendengarkan suara yang indah juga merdu.
Saya mempunyai hobi memelihara Burung apalagi Burung Beo Nias.tolong di informasikan dari mana di dapat Burung beo nias untuk kita pelihara dan berapa harganya serta nomor hp yang bisa kita hubungi.terima kasih.
Yaahowu
bang tolong dong apa makanan kesukaan burung beo selain pisang batu
trimaa kasih
wisnubramantyo
Dear admint, saya menemukan 2 ekor beo dari penjual. Ada yg membisnis kan satwa ini. 5rts rb. Per ekor. Bagi yg ingin memiliki baby beo. Silahkan hub saya. ija_aceh@yahoo.co.id
peduli beo Nias????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
tp, beonya gak dilepasin. justru di koleksi. tu kan bertentangan ma haknya beo Nias.
beo nias punah karena keserakahan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
bagai mana caranya membedakan beo nias dengan burung beo yg bukan berasal dari nias ,saya punya burung beo suara nya cukup bagus ,saya kepingin tau cara perawatan burung beo dengan baik
BEO NIAS BUKAN UNTUK DI JUAL PAK LASE…..!!
Please deh pak… masa beo di jual..
Saya termasuk penggemar burung, setiap kali membeli selalu 2 ekor, karena yang satu saya koleksi dan yang lain saya lepas agar bisa bebas. Namun pada saat saya beli beo, saya lepas satu malah mati dan yang tidak dilepas juga mati. Bagaiman ya cara penangkarannya? Ada yang bisa bantu, trims